
" Nes..besok uang semesteranmu ibu antar..hari ini ibu belum ada uang..panenan kemarin belum dibayar..nanti sore ibu dan bapakmu akan minta uangnya ke rumah juragan Wardi." ujar ibu ketika Agnes pamit sore itu.
Ibunya hanya memberikan uang saku seminggu untuknya..padahal sudah saatnya membayar uang semesteran tahun kedua..
Dengan dalih panenan belum dibayar.
Yah, Agnes harus maklum..bagi orang tuanya yang petani uang semesteran Agnes terbilang lumayan besar..mereka akan membayarnya ketika panen tiba..
Minggu kemarin, padi mereka telah dibeli juragan Wardi dan sudah di DP, tapi sampai Agnes pulang, juragan itu belum melunasi pembayarannya dengan alasan gabahnya belum diselep..
" Huh juragan pelit.." batin Agnes menggerutu
Tak ingin membuat ibunya sedih, Agnes mengangguk dan memilih berangkat ke asrama seperti biasanya.
Membawa bekal nasi dan lauk seadanya untuk menghemat pengeluarannya..
^^^
Siang hari di kampus
" Vur..sekalian nitip beli makan ya.aku nasi sayur bening bayam sama kerupuk saja" pinta Agnes sama teman sekamarnya sekarang.
Sekedar pemberitahuan, Agnes sudah masuk tahun kedua, artinya sudah naik tingkat 2..dan ada sedikit roliingan dengan penghuni asrama..tingkat 3 lulus,dan adik adik tingkat yang baru sudah mulai masuk asrama..sementara di angkatan Agnes, ada beberapa juga yang memilih kos, termasuk Heni.sehingga akhirnya diadakan rollingan..Agnes masih menempati kamar yang sama, tetapi dengan teman sekamar yang berbeda. Dia sekamar dengan Vury, Pheby dan Oe.
" iya mbak" sahut Vury
Agnes bergegas lari ke asrama, menuju kamar mandi untuk menuntaskan panggilan alamnya..
Sekembalinya ke kamar, dia sudah melihat pesanannya teronggok di meja, sebungkus nasi dan sayur bayam yang masih dibungkus plastik, ditemani 2 bungkus rambak..
__ADS_1
Berbanding terbalik dengan menu di sebelahnya, nasi pecel bakmi, dengan ayam goreng dan kerupuk.
" ini pasti menunya si vury..tapi kemana orangnya?"
" mbak..itu pesanannya di meja..kalo mau makan, makan dulu saja..aku mau ke perpustakaan sebentar" ujar Vury yang muncul di depan pintu membawa diktat.
" iya, Vur..habis berapa punyaku?"
" 6 ribu mbak"
" oke, uangnya tak taruh tempat tidurmu ya" sahut Agnes menyelipkan uang 6 ribu si balik bantal Vury
Tak ingin berlama lama menunda lapar, Agnes bermaksud mengambil mangkok..Hingga terdengar suara Oki mengetuk pintu
" mbak? ada tamu?"
Nampak Oki dan ibunya berdiri di depan pintu.
" Eh, ibu..jadi datang?" sahut Agnes menyalami ibunya
" makasih, Ki"
" sama sama mbak..ibu, saya tinggal dulu ya"
" ya Nduk , makasih ya"
" njih bu,, sami sami..kamar saya di depan itu..monggo mampir bu?"
" iya nduk..insyaAllah ibu mampir"
__ADS_1
Ibu Agnes meletakkan tasnya di tempat tidur dan dusuk di ranjang..pandangannya menyapu kamar itu, termasuk dengan menu di meja.
" mau makan?"
" iya,bu..ini baru beli" sahut Agnes membuka makanannya
" ibu sudah makan? makan sama Agnes ya?"
" gak usah..kamu makan saja..apa lauknya itu?"
" ini bu, sayur bayam"
" yang itu punya siapa?" tanya ibu, melihat menu ayam goreng di meja
" punya teman sekamar Agnes ,bu..belum dimakan.orangnya masih di atas."
Deg...
Ibu Agnes terenyuh dengan perbedaan menu anaknya itu..Tak kuasa dia pamit ke kamar mandi menahan air matanya agar tak menangis di depan anaknya.
Dia tak menyangka, ternyata anaknya begitu menderita..bahkan makan pun hanya sayur bayam dan rambak.tapi Agnes tidak pernah mengeluh..padahal di rumah, ibunya sering masak ayam, telor dan daging.
Mungkinkah uang sakunya tidak cukup?
Sementara Agnes di kamar masih melanjutkan makannya sampai habis.Berbeda dengan ibunya, dia berpikir untuk menghemat uang sakunya, agar tak meminta uang lebih banyak kepada orang tuanya untuk memenuhi kebutuhannya..makan enak bisa di rumah pikirnya.
Setelah menenangkan dirinya, ibu Agnes kembali ke kamar anaknya dan memberikan uang semesteran yang sudah ia janjikan.
Agnes pun segera mengantarkan ibunya yang hendak pulang ke pos satpam dan membayarkan uang semesterannya ke ruang TU.Dia tak ingin menanggung resiko kehilangan jika menyimpannya di asrama..
__ADS_1