
Dan malam itu, Agnes pun akhirnya tertidur di kamar pengantin bersama buliknya..lebih tepatnya sengaja tertidur..hehehe..setelah melalui drama dan berhasil merayu om barunya untuk merelakan malam mereka dengan alasan ini malam terakhir Agnes tidur dengan buliknya, karena besok buliknya sudah harus terbang ke luar pulau..
Om barunya itu akhirnya juga merelakan istrinya bermalam dengan keponakannya..toh, dia maaih punya banyak malam yang lain dengan istrinya..
Seolah tak ingin mengganggu bulik dan ponakan itu, om nya memilih tidur di depan TV..
Mengenaskan memang..tapi I don' t care, begitu kata Agnes..😊
Tak butuh waktu lama bagi Agnes untuk tidur, mengingat ia belum istirahat sejak pulang kuliah tadi..
Paginya, Agnes terbangun paling akhir ketika semua penghuni rumah itu telah terbangun..
Terdengar suara riuh dari ruang keluarga, sepertinya para saudara sudah pada datang..mereka ingin mengantarkan keberangkatan buliknya..
" Ini yang gangguain pengantin baru semalam?" goda salah satu sepupu Agnes saat melihat Agnes masih dengan muka bantal keluar dari kamar buliknya..
Semua yang ada di ruangan itupun melihat ke arah Agnes yang berjalan terseok dan hendak bergabung dengan mereka..
__ADS_1
" eits..sana cuci muka dulu..bau iler tau" kembali suara sepupunya mengurungkan niat Agnes untuk duduk..
Dia bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka dan kembali bergabung ke ruang keluarga setelahnya..
" Mau ikut nganter ke bandara, mbak?" tanya Agnes ke mbak Susi yang sedang makan kripik pisang
" kalo mobilnya muat ya ikut" jawab Susi menelan sisa makanannya dan mengambil segelas air minum di depannya
" makan yuk" ajak Agnes..sepertinya cacing dalam perutnya sudah mulai demo
" makanya dikasih makan dulu baru bantu kerja" sahut Agnes sambil ngeloyor pergi ke dapur mencari makanan
" mau sarapan, Nduk?" tanya eyang yang juga sedang menikmati sarapannya
" iya eyang" jawab Agnes malu malu sambil melirik menu yang dimakan eyangnya
" nasi sama lauknya disitu, ambil saja..temani eyang sarapan disini" perintah eyang sambil menunjukkan meja makan yang terisi nasi , sayur lengkap dengan lauknya.
__ADS_1
Eyang Agnes menikmati makanannya dengan lahap, meski usianya sudah 80tahun lebih, tapi masih nampak sehat..mengingat eyangnya selalu menjaga pola makannya..hanya makan dan minum ketika sudah dingin..bahkan selama yang Agnes tau, eyangnya bahkan belum pernah sakit serius.
Selesai menikmati sarapannya, Agnes menemani eyangnya berkumpul kembali dengan keluarga besarnya di ruang keluarga.
Hari itu, bulik Agnes dan suaminya rencananya akan kembali ke daerahnya dengan pesawat jam 3 sore..sehingga mereka akan berangkat dari rumah sekitar jam 10 pagi..mengingat hari Minggu, mungkin jalanan menuju bandara akan macet.
Seluruh keluarga besar eyang Agnes tlah berkumpul sejak pagi, ada yang akan mengantar sampai bandara, termasuk ibu agnes dan beberapa kerabat lainnya..mereka telah menyewa 2 mobil mpv untuk mengantar ke bandara.
Agnes terpaksa merelakan tidak mengantar buliknya, mengingat waktunya gak akan cukup karena ia harus kembali ke asrama sore nanti..
Tepat pukul 10 pagi, Agnes dan beberapa keluarganya nampak tak mampu menahan tangisnya mengingat perpisahannya dengan salah satu anggota keluarganya..terpisah jarak yang begitu jauh, dan entah kapan lagi bisa bertemu..
Sementara eyang juga tak kalah sedihnya..berpisah dengan anaknya, meski eyang masih mempunyai anak anak yang lain yang menemaninya di rumah.
Akhirnya rombongan keluarga itupun pergi, diiringi isak tangis keluarga dan beberapa tetangga dekat yang tertinggal..seperti ditinggal mati..mungkin itu yang dirasakan mereka saat ini..
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1