
Kesibukan kuliah dan praktik, membuat Agnes sedikit demi sedikit terhibur dan melupakan Yunan..apalagi jadwal praktek mereka tidak sama.
Beruntung praktek kali ini Agnes di tempatkan di puskesmas dengan Pheby, Agus dan Lestari..
Mengikuti kegiatan rutin puskesmas..
Hanya Agus yang diminta menemani petugas di puskesmas pembantu.sementara Agnes ,Pheby dan Lestari membantu di puskesmas induk untuk pelayanan pengobatan maupun KIA.
Sesuai dengan silabus dari kampus, disini juga mereka wajib membuat laporan asuhan keperawatan berbasis komunitas sebagai tugas kelompok maupun individu.
Dengan melakukan home visit dan home care untuk melakukan pengkajian, intervensi dan evaluasi.
Seperti pagi ini.,Agnes mendapatkan kasus infeksi kulit pada pelajar kelas 2 SD yang sedang periksa diantar oleh ayahnya..Setelah di anamnesa, ternyata anak tersebut terkena virus singapura, yaitu virus yang menyebabkan gatal dan bintik bintik seperti bisul pada tangan, kaki, muka dan mulut..konon kabarnya penyakit ini awalnya sejenis penyakit kulit yang menyerang penduduk singapura..sampai di Indonesia bisa jadi karena turis.
Jangan kuatir, virus ini hanya menyerang ketika daya tahan tubuh dan higiene kurang.
__ADS_1
Merasa tertarik dengan kasus itu, Agnes berniat melakukan pengkajian lebih mendalam dengan mendatangi pasien rumah .
Ditemani Pheby, akhirnya Agnes menemukan rumah itu.
Setelah perkenalan dengan ayah pasien sebelumnya di puskesmas dan janji ketemu di rumahnya, Agnes dan Pheby dipersilahkan masuk oleh ayah tersebut.
Tetapi begitu masuk rumah, ibu pasien dengan nada tak ramah kembali mempertanyakan tujuan mereka datang, seakan akan keberatan dengan kehadiran keduanya untuk melakukan pengkajian.
Setelah memberikan penjelasan panjang tanpa lebar, akhirnya si ibu bersedia dikaji dengan syarat identitas dirahasiakan mengingat ternyata ibu tersebut adalah seorang guru SMP yanh berstatus PNS..Dia merasa malu mempunyai anak dengan penyakit memalukan karena personal higiene yang kurang.
Setelah 1 jam wawancara, akhirnya Agnes dapat bernafas lega. setidaknya data nya sudah lengkap sekaligus intervensi sudah dilakukan berupa penyuluhan kesehatan.
Nampak Lestari sedang duduk di teras puskesmas menunggu mereka.
" gimana, dah klir?" tanyanya
__ADS_1
" udah, Les.tapi pake drama dulu" jawab Agnes
" tapi lega aku, Les..ibunya galak banget tadi..padahal suaminya anteng gitu" ujar Agnes yang saat itu duduk di teras puskesmas yang sudah ditutup.
" iya, sepertinya ibunya memang galak.keliatan banget tadi waktu suaminya dimarahi di depan kita..besok kalo jadi istri jangan galak galak ya Nes..kasihan suamimua" ujar Pheby membayangkan wajah pucat suami yang dimarahi istri tadi.
" kalo gak salah ngapain dimarahi Pheb..durhaka kan?" jawab Agnes.." ini udah jam 1 siang, kok belum dijemput ya?" lanjutnya melirik jam yang menunjukkan pukul 1 siang
" iya juga, biasanya jam setengah satu udah dijemput..mana udah lapar lagi..pasien hari ini lumayan banyak tadi di BP..gak sempat makan." keluh Pheby
" aku juga , Pheb..tadi diajak ke posyandu.gak dapat makan juga disana..balitanya banyak, yang diimunisasi juga banyak rewel semua..udah lapar,nahan haus lagi" Lestari juga mengeluh.
" berarti kita sama saja..aku sampe kenyang sama air putih.karena gak ada yang dimakan" keluh Agnes menimpali.." kabarnya Agus gimana ya di pustu?" ujarnya lagi mengingat Agus yang ceroboh itu.
" itu jemputan kita sudah datang," seru Agnes yang melihat mobil van yang menjemput sudah datang.
__ADS_1
Mereka bergegas naik dan tak sabar sampai asrama.
"