
Seminggu setelah perpisahan mereka yang menyisakan kesedihan mendalam di hati Agnes, dia yang tidak punya kesibukan memilih untuk menghabiskan waktunya mengajar anak anak TPA di masjid dekat rumah Saleko.
Bukan tanpa sebab dia memutuskan untuk itu. Selain tenaga pengajar yang ada tidak mencukupi, Agnes juga ingin mengisi waktu luangnya untuk hal yang lebih bermanfaat.
Setidaknya, dia bisa mengobati rindunya hanya dengan memandang rumah Saleko dari kejauhan.
Dan siapa menyangka, keinginan Agnes itu dimanfaatkan oleh Sutar yang diam diam tertarik dengan Agnes setelah kebersamaan mereka sesaat ketika mengantar Agnes menelpon Saleko waktu itu.
Upaya Sutar mendekati Agnes dengan ikut membantu mengajar TPA, disambut baik gadis itu, tanpa curiga.
Baginya Sutar adalah sahabat Saleko, yang berarti sahabatnya juga. dan lagian, hati Agnes telah sepenuhnya terisi oleh Saleko.
Kendati Agnes tlah meyakinkan Sutar, bahwa dia akan setia menunggu Saleko kembali dan mewujudkan cita cita mereka untuk bersama, namun tak menyurutkan upaya Sutar untuk mendapatkan perhatian Agnes..denga dalih, Saleko adalah sahabat terbaiknya, Sutar pun meminta Agnes agar mau bersahabat dengannya dan memberikan perhatian sama seperti Saleko memperhatikannya..
Dan Agnes selalu menjadi tidak berkutik jika tentang Saleko, pun dengan permintaan Sutar yang mengatasnamakan Saleko..apalagi kini, hanya Sutar yang bisa menjadi penghubung komunikasinya dengan Saleko..
Dan seperti pagi ini, setelah kegiatan ketja bakti bersama anak anak TPA, Sutar meminta Agnes untuk mampir ke rumahnya..Dengan dalih, ada kabar tentang Saleko.
Dengan ditemani salah satu anak TPA yang juga sepupu Sutar, Agnes mampir di rumah Sutar.
Sutar tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya dengan kedatangan Agnes. Ia menyambut Agnes dengan berbinar.
__ADS_1
"Masuk Nes. Makasih udah mau ke main ke tempatku" sambut Sutar dengan senyum merekah
" Di sini saja, Tar..gak enak sama tetangga kalo di dalam" jawab Agnes sambil duduk di kursi teras
" mau minum apa?"
" gak usah ,Tar..udah minum tadi kok"
" beneran nih?"
" iya bener. ntar kalo haus aku minta"
Sutar pun mengalah dan memilih duduk di sebelah Agnes.
" Belum tau ,Nes. Belum ada rencana kesana. Lagian Saleko juga pasti lagi sibuk buat persiapan kuliahnya.nanti aku malah gak ada temannya disana"
" oh..kamu sendiri, kuliah juga kan? ambil jurusan apa?"
" aku? ambil ekonomi. di STIE..baru semester 2 kok.
kamu sendiri gimana ,Nes? gak lanjut kuliah?"
__ADS_1
" belum Tar, tahun depan mungkin. kemarin cuma daftar satu di akbid Semarang, gak lolos"
" ke Semarangnya sama siapa,trus nginap dimana?"
" sama teman..nginap di tempat saudaranya.di asrama tentara gitu..aku juga gak tau pasti sih tempatnya. kan aku juga baru itu ke Semarang"
" kalo cuma semarang, aku dah hapal. dulu bolak balik ke semarang buat daftar tentara.awalnya bareng Saleko, tapi cuma dia yang diterima, aku gak lolos..padahal udah 7x kali ikut tes"
" ya mungkin belum rejeki, Tar."
" padahal kalo dari segi fisik , jelas aku lebih baik dari Saleko.soal uang aku juga dah habis banyak dan bahkan lebih banyak dari Saleko..bedanya koneksinya lebih kuat saja dari aku"
" ya gak gitu juga kali. namanya rejeki kan sudah diatur. mungkin rejekinya Mas Sale memang disitu dan kamu di tempat lain"
" kalo aku jadi tentara juga, apakah kamu akan menerimaku sebagai kekasihmu, Nes?"
deg...
" Maksudnya apa, Tar?"
" iya, kalo aku yang jadi tentara, apa kamu juga mau jadi pacarku?"
__ADS_1
" ya gak taulah..kenal aja gak..emangnya selama ini kita kenal baik? kita kenal kan juga karena mas Sale kan" sahut Agnes datar
" udah, jangan dipikirkan ucapanku.cuma becanda kok" lagi lagi Sutar mencoba mengalihkan pembicaraan begitu merasakan suasana hati Agnes yang tidak nyaman dengan ucapannya.