
Suara berisik di kamar kecil itu menggerakkan mata Agnes untuk membukanya..nampak sekelebat bayangan sedang salat tertangkap oleh inderanya..
Agnes yang masih belum mendapatkan kesadarannya secara utuh, mencoba membuka matanya lebar lebar..
"hmmm, dimana aku, kenapa gerah sekali," guman Agnes dalam hati
Sejenak setelah kesadarannya penuh, ingatannya kembali ke hari kemarin..ya, hari dimana ia pergi meninggalkan rumahnya dan memulai bekerja.
Setelah melaksanakan ibadahnya, Agnes pun duduk kembali di tempat tidurnya sambil menunggu teman teman terbangun semua..
Tak berapa lama, ART tua masuk ke dalam kamar mereka dan juga duduk di pembaringannya sendiri.
" Nyonya dan tuan besar baru saja berangkat ke gereja untuk doa pagi" jelasnya seakan mengerti pertanyaan di kepala Agnes
" Nyonya dan tuan besar tiap hari selalu ke gereja saat subuh..beliau berdua menyiapkan doa pagi setiap hari sampai nanti jam 8 baru pulang untuk bekerja.." lanjutnya
" sebaiknya kita membersihkan kamar kita dulu dan mandi sebelum membersihkan rumah utama" ajaknya lagi
Agnes pun mengikuti para ART itu dan ikut bersiap membersihkan rumah utama..Dia kebagian membersihkan ruang konveksi.
" Bi, mamah belum pulang?" sebuah suara memecahkan kesibukan para ART pagi itu
Terlihat seorang laki laki muda sekitar 20 tahunan masuk ke ruangan dapur mengambil air minum dari kulkas..
Agnes melihat sekilas pria itu..dan pria itupun juga melihat ke arah Agnes..
Agak lama pria itu menatap Agnes dengan pandangan penuh tanya melihat penampilan Agnes yang berbeda dengan ART lainnya dengan baju panjang dan kerudungnya..
Mungkin dia berpikiran terlihat aneh, di dalam rumah kenapa pakai baju panjang dan berkerudung, apakah gadis itu tidak kegerahan?
__ADS_1
" belum, tuan muda" ART tua menjawab sambil mengikuti pandangan tuan mudanya..
seakan akan tahu dengan pertanyaan tuan mudanya, ART tua itu menjelaskan tentang Agnes pada majikan mudanya
" Dia penjahit baru disini tuan..menggantikan penjahit lama yang keluar..baru datang kemarin"
Tuan muda itupun mengangguk dan segera pergi dari dapur itu setelah mendapatkan minumannya..
Dan kesibukan di pagi hari itu berakhir ketika sarapan untuk mereka telah siap, dan penjahit senior juga sudah datang.
" kita sarapan dulu sebelum mulai kerja..nyonya hari ini mungkin gak kesini..tadi pagi menelpon, katanya selesai dari gereja akan langsung ke toko" jelas ART tua mengajak teman temannya makan..
Dan rutinitas hari itupun dimulai..
Agnes bergegas menuju menuju mesin jahit dan menyelesaikan sepotong baju yang belum selesai dia jahit kemarin..
Beruntung, dia banyak belajar kemarin sehingga pagi ini dia dapat menyelesaikan 1 potong baju..lega rasanya, setidaknya itu yang dirasakan Agnes..meski baju jaitannya tidak serapi punya temannya, setidaknya bisa dijual..
Hingga suara bel dari gerbang depan terdengar di telinganya disusul suara ART tua memanggil namanya..
"Mbak Agnes, ada yang nyari? dua orang laki laki, katanya kakaknya"
deg!!
" kakak?! jangan bilang kakaknya mencari sampai kesini dan menemukannya..bagaimana bisa kakaknya menemukannya, padahal dia belum memberi kabar, bahkan dia sendiri juga tidak tau dimana dia bekerja sekarang.
'
" eh..iya bu" Agnes bergegas berdiri dan beranjak keluar sambil memandang temannya yang menawari pekerjaan seolah bertanya bagaimana bisa keluarganya melacak keberadaan mereka?
__ADS_1
sementara temannya hanya mengangkat bahu pertanda dia sendiri juga tidak tahu.
Tak menunggu lama, Agnes keluar dan mendapati kedua kakaknya berdiri di luar pagar dengan posisi duduk di atas motornya..
Nampak sekali gurat kelelahan dan kecemasan keduanya..
" ada apa mas?" tanya Agnes
" ayo kita pulang..tidak baik pergi dari rumah..kalo ada masalah, kita selesaikan baik baik..kasihan bapak, gak bisa tenang sejak kemarin"
" gak mas,,aku mau kerja dulu disini..besok kalo dah mau dekat kuliah baru aku pulang"
" gak bisa dik..nanti aku bilang majikanmu untuk tidak memperkerjakan kamu disini..mas janji, kamu gak akan dimarahi nanti..sekarang kita pulang ya" rayunya lagi
" tapi mas janji ya, aku gak dimarahi nanti kan?"
" iya dik..mas janji"
" ya sudah, mas pulang duluan..nanti adik nyusul..adik mau beres beres dulu sekalian pamitan sama teman teman yang lain..
" mas pulang sama adik saja naik bis,,kita pulang sama sama.biar mas yang bicara sama temanmu" kekehnya
Dan akhirnya drama siang itupun berakhir. Agnes terpaksa pulang bersama kakak tertuanya setelah diancam kakaknya itu..
mau tak mau, teman Agnes pun juga ikut pulang..dia tak mau ditinggal sendiri di rumah itu sebagai orang baru..
Teman teman Agnes mengantar kepergian Agnes dengan pandangan kasihan.. apalagi setelah mendengar penjelasan dari kakak Agnes perihal penyebab Agnes sampai nekat kerja disitu..
" nanti saya pamitkan nyonya mbak..mbaknya pulang saja sama kakaknya..pasti nyonya mengijinkan..sayangnya nyonya gak ada, kalo nyonya ada, mbak paling tidak akan dikasih uang transport" ART tua itupun mempersilahkan Agnes meninggalkan rumah itu
__ADS_1
" iya bu..makasih sekali ya..maaf kalo selama ini, saya ada salah..tolong dipamitkan sama nyonya" pamit Agnes sebelum akhirnya meninggalkan rumah majikannya menuju halte bis diantar ART muda temannya.
Tak