
KABUR...!!
Satu kata yang tepat untuk menggambarkan rencana Agnes yang tak bisa lagi menerima keinginan ibunya..
meski sejauh ini, ibunya tidak membicarakan langsung dengannya perihal perjodohan itu..tapi apa yang ibunya lakukan, cukup menjadi bukti bagi Agnes, bahwa ibunya serius..
Dan meski bapaknya juga tidak pernah membicarakan hal itu padanya, tapi Agnes terlanjur merasa kecewa dan sakit hati..merasa tak memiliki lagi orang tua yang mendukungnya.
Apalagi yang harus dia pertahankan di rumah..maka pergi adalah satu satunya solusi..menghindari perjodohan, sekaligus membuktikan kepada orang tuanya, bahwa dia bersungguh sungguh dengan cita citanya untuk kuliah..
Maka begitu ada tawaran pekerjaan di kota, tanpa berpikir panjang Agnes pun menerimanya.
Semalam dia tlah berpikir dan menyiapkan baju sekedarnya agar tidak terlihat kalo mau kabur.
Rasa sayangnya kepada bapaknya, membuat Agnes menyiapkan sebuah surat perpisahan..bagaimanapun juga, selama ini bapaknya selalu mendukung Agnes..
Dia tidak ingin bapaknya menjadi cemas dengan dengan kepergiannya..
Bapak,
Maaf Agnes pergi untuk bekerja, biar Agnes bisa mengumpulkan uang untuk biaya kuliah Agnes..
Maaf, Agnes tidak bisa berpamitan langsung..
Nanti kalo sudah dekat ujian sipenmaru, Agnes akan pulang.
__ADS_1
Terima kasih
Agnes
Dilipatnya selembar kertas itu dan ditaruhnya di meja belajarnya, berharap besok ketika dia sudah pergi dan keluarganya menyadari kepergiannya, akan menemukan surat itu dan tidak mencarinya.
Setelah selesai membuat surat itu, Agnes menyiapkan beberapa helai baju dan kerudungnya serta perlengkapan salatnya dan menyimpannya di dalam tas ranselnya.
Yah..sekarang Agnes sudah memantapkan hati untuk berhijab..semenjak lulus SMU itu, dia mulai mengoleksi baju baju panjang dan kerudung dan belajar memakainya.
Selesai menyiapkan perlengkapannya ,Agnes membaringkan tubuhnya lebih awal dan merapal doa, agar besok dimudahkan mendapat pekerjaan.
Hingga hari tlah berganti..Agnes keluar rumahnya dengan membawa tas ransel, yang biasa dia pake saat bepergian..Dia keluar rumah saat rumahnya kosong..
Berjalan ke tempat dia janji bertemu dengan temannya..Tak terlihat mencurigakan saat dia bertemu dan bersapa dengan tetangganya.
Sesampainya di tujuan, Agnes dan temannya langsung menemui pemilik sebuah toko yang diketahui sedang membutuhkan asisten rumah tangga..
Begitu melihat penampilan Agnes yang berhijab, pemilik toko itupun langsung menolak menerima Agnes.
"Kalo yang berkerudung, kami gak bisa menerimanya.soalnya pekerjaan yang kami tawarkan berhubungan dengan pekerjaan rumah tangga, termasuk memberi makanan anjing peliharaan kami..emangnya mbak nya mau?"
" kalo cuma memberi makan, gak apa apa ,cik.." jawab Agnes
" tapi masak juga lho. kami dah terbiasa makan daging ****. serius mbak nya masih mau?" tanya encik encik itu lagi masih berusaha menolak
__ADS_1
" yang penting saya diijinkan makan sendiri" jawab Agnes
" oke..saya mau terima kamu..tapi kamu harus lepas kerudung kamu,,solanya saya gak nyaman liat perempuan pake kerudung di rumah saya"
"jlebb!!! "
Agnes pun refleks menggelengkan kepalanya..tidak! Dia tidak akan menggadaikan keimanannya hanya untuk mendapatkan pekerjaan, apalagi
pekerjaan seperti itu..
" Nes, gimana? gak papa kan lepas. lagian di dalam rumah ini, gak usah pake kerudungnya ya" teman Agnes berusaha membujuk.
" maaf, kalo untuk lepasin aku gak bisa. aku bisa buktikan kalo kerudung aku ini gak akan
mengganggu pekerjaanku..kalo kamu mau,kamu ambil saja pekerjaan itu. aku akan cari kerjaan lain yang gak larang aku pake kerudung"
" ya gak bisa gitu, Nes..kita kan mau cati kerja bareng bareng . ya udah, kita cari kerja yang lain saja"
" Cik, apa gak ada kenalan yang butuh karyawan gitu?"
" Ada sih, sodaraku punya usaha konveksi dan nyari penjahit,,tapi kamu bisa jahit gak?"
"Insya Allah sedikit dikit bisa Cik" sahut Agnes
Beruntung Agnes pernah membantu buliknya mberesi jaitan, jadi tau sedikit soal jahit menjahit.
__ADS_1
" Ya sudah, kalian cari saja alamat ini. nanti aku telpon dari sini"