Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas

Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas
kau pingpong hatiku


__ADS_3

" gimana, Nes...anaknya? lanjut gak?" goda Pheby begitu mereka kembali ke asrama


" ih..najis..buat kamu sajalah Pheb..tetanggaan kan?"


" gak lah..cowok dingin gitu..gak ada senyumnya, item lagi..bukannya memperbaiki keturunan namanya" Agnes dan Pheby tergelak dengan tawanya mengingat anak pasien tadi..


" kirain tuh anak ganteng sholeh gitu, trus macho ala tentara gitu..apalagi bapaknya , antusias banget ceritain anaknya..faktanya di luar bayanganku..untung belum aku iyain, Pheb"


" wkwkwkkwk.." tawa mereka kembali pecah


" kita cari makan sekalian yuk..ke tempate bu pepeng saja..bentar lagi yang jaga pagi pada pulang"


^^^^^


" hah...dikit lagi kelar..tinggal evaluasi" Agnes sedikit meregangkan tangannya..


Seharian ini dia menghabiskan waktunya untuk menyelesaikan tugas praktiknya sebelum masa praktiknya habis..

__ADS_1


Menyesap kopi mix yang sudah dingin di depannya..


Sekelebat bayangan hadir , membangunkan ingatan yang ingin dia kubur dalam dalam.


Tak hanya tentang rencana perkenalan konyol nya dengan anak pasiennya waktu itu yang seorang tentara..tapi juga pertemuan tak sengajanya beberapa waktu lalu dengan Sutar ,yang lagi lagi membawa kabar tak menyenangkan perihal Saleko..


Bahwa lelaki yang pernah mengisi hatinya itu, kini telah mempunyai pacar di sana..gadis yang 2 tahun lebih tua dari Saleko, bekerja sebagai karyawan swasta di sebuah perusahaan di Bandung yang kos dekat dengan asrama tempat Saleko tinggal..


Dan yang lebih menyakitkan lagi, bahkan keluarga Saleko pun sudah mengetahui perihal hubungan mereka, termasuk adik adik Saleko..Gadis itu satu kos an dan satu perusahaan dengan adik adiknya..mungkin itu juga yang membuat mereka jadi dekat.


Sementara dengan Agnes , untuk bertemu saja setahun sekali belum tentu bisa.


Meski Agnes tlah berusaha melupakan Saleko ,tapi cinta pertama itu masih menyisakan kenangan.


Entah motif apa di balik cerita Sutar itu..meski Agnes berusaha bersikap seolah olah bahagia dengan kabar itu, tapi bukan salahnya kan jika dia tetap merasakan perih?


" sepertinya memang aku tak berjodoh dengan tentara..mungkin Tuhan memang masih merahasiakan jodohku, menjagaku dari nafkah yang ambigu..Dia masih memberi kesempatan padaku untuk mengejar impianku..berkelana, berkeliling dunia dan menikmati masa mudaku..ciayoo..semangat!"

__ADS_1


" hush hush" dengan tangan mengepal, Agnes menyemangati dirinya sendiri.


" mungkin sedikit olahraga, bisa menjernihkan pikiranku" pikirnya


Dia keluar asrama dan bergabung dengan Pheby di ruang tenis meja.


" Nes..mau main?"


" boleh..tapi lihat dulu.belum pernah main begituan..yang lain gak ada ya?"


" ad tuh..catur..kalo mau nanti sore voli, tapi sama aspa juga..soalnya kalo cuma aspi gak cukup personilnya"


" yah, buat pemula masak sama aspa? mereka mana bisa main lembut?"


" bisalah, beberapa aspa sabar kok main sama kita, sekalian ngajari" jelas Pheby masih memainkan raket mungilnya.." oiy, minggu depan sudah mulai teori lagi.sorenya kita ada jadwal latihan paduan suara buat persiapan wisuda tingkat 3..latihannya habis asar..Nanti mau dikoordinir Yuli, sebagai dirigen" lanjutnya lagi memilih menghentikan permainannya dan mengambil botol minumnya..


" Nih..gantian kamu main..biar gerak badannya, gak cuma molor aja di kamar" ujar Pheby menyerahkan raket mungil itu kepada Agnes..

__ADS_1


Dan tak sampai 10 menit, Agnes sudah menyerah..meski hanya berlari lari kecil mengikuti bola mungil itu, ternyata cukup menguras tenaga..masih mau ikut voli?


wkwkwkwk...


__ADS_2