Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas

Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas
operasi gigi


__ADS_3

Sesampainya di asrama, Agnes tidak kembali ke kelas..


Dia memilih istirahat di kamarnya dan bersiap untuk pulang.


Sebelumnya, dia dan Yunan sudah sepakat.


Agnes akan ijin pulang hari ini untuk memberitahu keluarganya. Dia menunggu Agus untuk mengantarnya pulang selesai kuliah nanti..


Teman teman di kelas sudah heboh melihat Yunan yang datang sendiri..


" Yun..Agnes mana? gimana periksanya?" cecar Oe


" sebentar, aku duduk dulu..nih, kuncinya Gus..nanti pulang kuliah, Agnes mau bareng pulang..dia nungguin di asrama sekarang" Yunan menyerahkan kembali kunci motor Agus dan duduk di sebelahnya.


Teman teman yang gak sabar mendengar kabar Agnes, berkerumun mendekatinya.


" Agnes sakit gigi..geraham belakangnya tumbuh gak sesuai..harus diambil dengan operasi." jelas Yunan


" trus, operasinya kapan?" tanya Pheby


" Agnes belum daftar..mau kasih tau dulu ke keluarganya.takut kenapa napa..dan biaya operasinya juga gak sedikit..nanti dia ijin pulang ngasi tau keluarganya..mau pulang bareng Agus" jelas Yunan melirik Agus

__ADS_1


" nanti aku anter Agnes pulang. biar aku yang jelasin ke orang tuanya" jawab Agus seakan mengerti lirikan Yunan


Semua manggut manggut..merasa prihatin dengan nasib Agnes.


Siangnya, setelah selesai perkuliahan Agus turun ke asrama putra..menunggu Agnes yang bersiap siap..


Agnes diantar teman sekamarnya menghampiri Agus..


" hati hati , Gus" pesan mereka


Memakai helm nya Oe yang memang sering ditinggal di asrama, Agnes berboncengan dengan Agus menuju rumahnya.


Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam, akhirnya mereka tiba di rumah Agnes..


Setelah mendapatkan penjelasan dari Agus, akhirnya mereka mengerti , meski masih menyimpan rasa kuatir.


Tak berapa lama setelah Agus berpamitan, orang tua Agnes mendiskusikan perihal operasinya itu.


" pak, apa nanti sore biar Agnes periksa dulu ke dokter gigi yang dekat sini dulu. ada dokter gigi terkenal di dekat sini" usul ibuk


" begitu juga gak papa ,buk..yang penting cepat ditangani..kasihan kalo ketinggalan banyak pelajaran" jawab Bapak pasrah.

__ADS_1


Malamnya, Agnea kembali memeriksakan giginya ke dokter gigi terkenal di daerahnya diantar ibunya.


Dan hasilnya tetap sama, harus diambil dengan operasi..tetapi dijadwal dulu..karena operasinya lama.


Setelah dijadwalkan operasi hari berikutnya di kediaman dokter itu, mereka kembali ke rumah hampir tengah malam..maklum, antrian dokternya sangat banyak, dan Agnes adalah pasien terakhir malam itu.


Paginya, sesuai janji sebelumnya, Agnes diantar ibu dan om nya, berangkat operasi mengendarai mobil sewaan.


Meski sudah sering praktik di rumah sakit, Agnes tetap merasa gugup dan takut ketika jarum suntik itu menembus giginya untuk memasukkan obat bius.


" sudah terasa tebal" tanya dokter tampan itu


Agnes mengangguk.


Dokter itupun segera memasang alat dan melakukan operasinya..membelah gusi dan mengambil potongan gigi..sesekali menghisap darah yang keluar dan menjahit lukanya satu persatu.


posisi geraham yang terletak di paling belakang, membuat operasinya sedikit lebih lama.


Sentuhan terakhir dengan memberikan kapas untuk menekan sisa perdarahan


" kapasnya digigit ya..nanti kalo basah ganti yang baru, sampai gak keluar lagi darahnya..oke..kita sudah selesai..ijinnya 3 hari..selama masih luka, makannya yang halus dulu" jelas dokter itu sembari membersihkan peralatannya..

__ADS_1


Setelah menyelesaikan adminitrasi, mereka kemudian pulang.


^^^


__ADS_2