
Berita tentang Agnes yang dioperasi telah menghebohkan teman seangkatannya..
Biasalah , anak anak asrama yang kurang piknik akan mencari cara untuk bisa keluar asrama, termasuk menjenguk Agnes..
Meminjam mobil antar jemput sekaligus sopirnya adalah hal pertama yang dilakukan Tamam, ketua kelas di tingkat 2.
Masih memakai seragam kuliahnya, mereka bersemangat menjenguk Agnes di rumahnya..
Agus yang sehari sebelumnya membezuk mengabarkan rencana itu kepada Agnes..
Jadilah keluarga Agnes heboh.
Sejak pagi tante Wi, adik bungsu ibuknya Agnes sudah dipanggil untuk memasak.
Menu nasi rame tersedia lengkap dengan cemilan.
Agnes yang masih menahan nyeri pada gusinya, memilih istirahat di kamar.
Sementara persiapan anak anak asrama lebih heboh..mereka membeli berbagai oleh oleh dengan menggunakan uang kas.
Meski menggunakan mobil van yang dipakai hanya cukup menampung sebagiannya saja, tak menghalangi mereka untuk duduk berdesakan..
Beruntung Lestari sebagai penunjuk jalan, sudah sering ke rumah Agnes..
Jam 12.15..akhirnya rombongan pembezuk itu tiba di rumah Agnes..
cipika cipiki ala asrama menjadi pemandangan utama.
" Nes..kamu beneran sakit? kayak e gak kenapa napa?" tanya Edi setengah bercanda
__ADS_1
" iya, Ed..kan yang sakit giginya, bukan badannya" jawab Agnes
Yunan hanya tersenyum dan memperhatikan Agnes yang nampak sibuk menjawab obrolan teman temannya.
Hingga Agnes sadar dan menoleh
" eh ,Yun..aku belum gantiin uangmu waktu priksa kemarin.. sekalian aja ya"
" gak usah, Nes"
" jangan gitu, sama sama anak asrama ini kok"
Agnes segera memanggil ibunya di dapur yang sedang menyiapkan makanan.
" bu, ada uang 70 ribu? buat ganti punya uang teman yang dipinjam buat priksa kemarin"
" ada, ambil aja uangnya di dompet,di lemari dalam kamar ibu"
" nih Yun ,,makasih banyak ya"
" gak usah Nes, gak papa aku bilang"
" gak mau Yun..kurang banyak soalnya" canda Agnes
Mau tak mau Yunan menerima uang Agnes dan menyimpannya dalam saku bajunya.
Tak lama kemudian, ibu Agnes dan Tante Wi datang dari dapur membawa piring dan nasi..
Para gadis pun dengan cekatan membantu menghidangkan makanan itu.
__ADS_1
" ayok silahkan dinikmati..maaf seadanya hidangan ndeso" tawar ibu Agnes
Anak anak asrama pun tampak antusias menerima tawaran makan siang gratis itu.
Mereka segera menyantap hidangan itu tanpa sisa..hanya menyisakan piring piring kotor..Dasar anak asrama, gak lihat tempat, kalo ada makanan langsung ludess...😁
Sementara para gadis membantu mencuci piring, para gentle masih ngobrol di ruang tamu..
" Nes, kakakmu mana? gak keliatan?" tanya Yunan..sejak tadi dia tidak melihat sosok kakak Agnes..yang ada hanya bapak, ibu dan tante nya saja.
" di sawah panen tomat" jawab Agnes
" oh ..pantas gak keliatan"
Setelah 1 jam berkunjung, rombongan itupun berpamitan dan kembali ke asrama.
" Nes..cowok yang ngobrol sama kamu tadi siapa?" tanya tante Wi yang memberesi gelas gelas kotor di meja.
" yang putih dan suka senyum?" tanya Agnes memastikan
" iya"
" oh..dia Yunan, temanku.kita sahabatan tante..di kelas, dia termasuk akrab sama aku.yang nganter periksa kemarin dia lho tan" ujar Agnes
" pacarmu ya?" selidik tante
" sahabat tante..dia itu emang gitu..gak mudah deket sama orang.lagian dia itu lagi naksir sama temenku juga..kalo aku sih kalo bisa jangan dapat yang seangkatan atau seprofesi lah tan"
" kirain....soalnya dia perhatian banget sih sama kamu..manis lagi anaknya"
__ADS_1
" gula kali manis" canda Agnes
***