Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas

Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas
sarapan pun diawasi


__ADS_3

Kresek kresek..terdengar suara berisik dari bed bawah yang membuat Agnes mau tak mau membuka matanya..


' hoammm...siapa sih malam malam begini berisik' gumannya yang diikuti kepalanya melongok ke bawah..


Nampak di bed bawah, para teman teman sekamarnya sudah pada bangun. bahkan sudah ada yang terlihat segar, pertanda sudah mandi..


Agnes yang masih dilanda ngantuk, memicingkan mata mencari jam bekernya..


' huh, bahkan ini baru jam 4 pagi, subuhpun belum mulai, tapi mereka benar benar sudah mandi?'


Seakan tak terganggu dengan aktivitas di kamar itu, Agnes lebih memilih melanjutkan tidurnya lagi..berharap bisa bangun jam 5, lumayan masih 1 jam, pikirnya diikuti matanya yang terlelap..


" mbak..sudah setengah 6..bangun mbak..nanti terlambat" seruan dari Heni membangunkan Agnes.


" sebentar lagi..nanti bangunkan jam 5 ya" sahut Agnes tanpa membuka matanya


" mbakkkk!! ini sudah setengah 6 mbak...belum antri mandi lho..setengah 7 kita sudah harus siap sarapan dan apel pagi!" lagi lagi Heni berseru.


" what!!! setengah enam??!! kenapa baru dibangunkan ,Hen? gawat nih..kamar mandi antri gak?" tanya Agnes melompat dari tempat tidurnya dan menyambar handuknya

__ADS_1


" udah ya mbak..dibangunkan dari tadi juga..tih, udah diantriin sama mbak Endang" jawab Heni yang terlihat sedang berganti baju


Agnes pun berlari kecil ke kamar mandi yang ditunjukkan Endang dan segera masuk membersihkan diri.


pukul 06.20, para peserta ospek sudah berkumpul di ruang makan untuk mengambil sarapannya.


Mereka punya waktu 30 menit sebelum apel pagi jam 07.00.


Masih dalam pengawasan panitia ospek, sarapan pagi itupun juga ditunggui..


peraturannya, ambil makan harus sopan, tidak boleh berbicara, dan selesai makan meja dan kursi harus dirapikan lagi..tidak boleh ada makanan bercecer ataupun tersisa..jika ketahuan, maka tidak akan mendapatkan jatah makan berikutnya.


Tak lupa, peralatan makan dicuci sendiri sendiri..


Dan ini baru hari kedua, masih ada 3 tahun lagi..


'hikshiks hiks...gini amat sih kuliah?' gumam Agnes sambil menikmati sarapannya..


Bahkan menu sarapan yang terhidang pun, terasa hambar manakala pandangannya bertemu dengan tatapan tajam senior yang berdiri tegak di pojok ruang makan itu..

__ADS_1


' harus cepet cepet diselesaikan nih, sebelum mata senior itu meloncat keluar' bergegas Agnes membereskan alat makannya dan kembali ke asrama bergabung dengan temannya bersiap siap mengikuti apel pagi.


pret pretpret..


Dan suara peluit tanda berkumpul pun berbunyi.


Berlarian para camaru menuruni tangga menuju lapangan tenis, tempat mereka dipelonco selama ospek..


" Heh...kamu! kenapa baru datang? mau sok jagoan ? baru juga ospek sudah terlambat..kalian ini masih calon mahasiswa, jangan belagu..kalo kalian gak lulus ospek ini, jangan harapa kalian bisa kuliah disini..gak ada toleransi keterlambatan..kita disini nanti akan merawat orang sakit..setiap detik sangat berharga, karena menyangkut nyawa orang lain!" panjang lebar senior yang bernama Agus itu membentak salah satu camaru yang datang terlambat.


" maaf, kak..tadi nyari sepatu" jawab camaru yang kemudian diketahui bernama Endo


" apa sepatu? alasan apa itu? sepatu saja tidak bisa kamu rawat, apalagi merawat orang sakit? hah!!!..dengar kalian semua, ini teman kalian contoh yang tidak disiplin..sesuai dengan kesepakatan awal kita, maka yang tidak disiplin akan mendapat hukuman..kamu siap dengan hukumanmu?" bentak senior itu kepada Endo yang tertunduk menahan takut


" siap kak!" jawab Endo masih menunduk


" yang keras jawabnya!"


" iya, siap kak!"

__ADS_1


" bagus! sekarang kamu lari keliling lapangan ini 5x sambil berkata, MAAF SAYA SALAH,SAYA TIDAK AKAN MENGULANGI LAGI!..dan untuk uang lainnya bisa ke aula untuk mengikuti jadwal dari kampus.


Semua peserta pun berhambur ke aula untuk mater ospek dari dosen, tertinggal Endo yang ditemani beberapa senior menyelesaikan hukumannya..


__ADS_2