
" stop di akbid tembalang ya pak" Agnes mengingatkan sopir angkot untuk berhenti ketika pandangannya membaca tulisan di gerbang kampus akbid di seberang jalan
" iya mbak"
" ini uangnya pak"
" iya, makasih mbak"
Agnes dan Meta berjalan beriringan menuju kampus akademi kebidanan dengan jalan yang mulai menanjak.
Nampak bangunan bercat putih di depan mereka.
Sepi dan angker..itulah kesan pertama yang Agnes tangkap ketika memasuki areal kampus itu..
Papan pengumuman dan lorong khas seperti lorong rumah sakit, ditambah suasana yang sepi menambah kesan angker.
Hii...Agnes ikut bergidik ngeri.
Dicarinya ruang pendaftaran yang mahasiswa baru sesuai dengan petunjuk yang tertempel di area itu..
Tibalah dia dan Meta di ruang pendaftaran yang ditunggui oleh 2 orang petugas..di mejanya nampak tumpukan berkas stopmap berwarna merah..sepertinya tumpukan berkas pendaftaran mahasiswa baru juga..
" permisi ,pak..mohon maaf, untuk pendaftaran mahasiswa baru disini ya?"
"iya..mbaknya mau daftar?"
__ADS_1
"iya pak"
"boleh liat berkas persyaratannya?"
" oh..ini pak..mohon dicek"
petugas itu menerima berkas Agnes dan memeriksanya sebelum melanjutkan tugasnya.
"baiklah, berkasnya sudah lengkap. silahkan diisi form nya dan biaya pendaftarannya 250 ribu,silahkan bayar disini"
Agnes mengeluarkan uang 250 ribu dan menyerahkannya kepada petugas, kemudian dia mendapatkan kuitansi pembayaran..
"mbak, ukur tinggi badan dan berat badan dulu ya..dan nanti dilanjutkan tes buta warna sama ibu yang di meja sana"
Setelah menyelesaikan urusan pendaftarannya, Agnes bergegas menghampiri Meta yang lebih memilih duduk menunggu di kursi taman..
" dah selesai,Nes?" tanyanya sambil beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Agnes
" sudah, Met. tinggal ikut ujian masuk saja..masih 2 minggu lagi..nih, sudah dapat no ujiannya. tapi ujiannya di gedung serbaguna ungaran, kamu tau tempatnya gak, Met? "
" gak tau, nanti tanya tanya sambil pulang saja..kan nt lewat ungaran juga pulangnya"
" trus, kita kemana lagi sekarang? kamu masih ada urusan gak disini, Met?"
" aku mau nginap dulu di tempat bulikku di semarang kota, mumpung sudah disini..kamu balik sendiri berani kan?"
__ADS_1
" kalo tinggal pulang, ya beranilah..cuma naik bus dari terminal..lagian nanti juga harus terbiasa kan"
" ya udah, kita nunggu bis disini saja.gak usah ke terminal."
Mereka kemudian duduk di halte bis di pinggir jalan itu..udara yang panas dan debu yang beterbangan siang itu, membuat keduanya bermandi peluh dengan wajah sudah kemerahan tersengat matahari.
"cleguk..segarnya." Agnes meminum bekal botol air mineralnya yang dia ambil dari dalam tasnya dan segera menutupnya kembali ketika suara Meta mengganggu aktivitasnya itu.
" Nes, itu kayak bis nya sudah datang..cepet kamu stop.ntar keburu lewat"
"stop pak!" Agnes segera menyetop bis AKDP itu dan menaikinya..
" Met, duluan ya..makasih dah nemeni"
" iya, sama sama..hati hati"
" oke, kamu juga hati hati.."
bis AKDP itupun melaju meninggalkan Meta yang masih berdiri di sisi halte..segera Meta menyetop angkot menuju rumah buliknya setelah bis yang ditumpangi Agnes tak terlihat lagi di persimpangan jalan..
Di dalam bis, Agnes langsung mencari tempat duduk yang kosong..beruntung dia mendapatkan tempat duduk dekat jendela, sehingga hawa panas di dalam bis bisa diminimalisir dengan udara yang berhembus dari jendela..
Lega, itu yang dirasakan Agnes karena tak perlu berdesak desakan..
setelah membayar ongkos, Agnes pun akhirnya terbuai oleh semilir angin jendela yang mengantarkannya tidur siang di bis yang membawanya kembali ke rumah..dan masih ada waktu 5 jam sebelum sampai ke rumah..
__ADS_1