
Tak sabar menunggu hari sabtu, itulah yang dirasakan Agnes selama seminggu ini di asrama..hanya menjalani rutinitasnya kuliah dan kegiatan asrama seperti biasa..tapi pikirannya selalu di rumah..
Pun dengan niatnya untuk berkirim kabar kepada Saleko tak lagi menjadi prioritasnya..
Keinginannya hanya ingin pulang, bertemu buliknya dan menghabiskan waktu lebih lama dengan buliknya itu.
Sayangnya hari sabtu akhir pekan ini, kuliah Agnes sampai asar..karena dosen pengampu mikrobiologi hanya punya waktu setelah jam 2 siang di hari itu..
Dengan setengah hati Agnes mengikuti mata kuliah mikrobiologi dari dosen tersebut..
Dia pasti kemalaman sampai rumah, mengingat hari sabtu bis ke daerahnya pasti penuh.
" Gus, nanti pulangnya nebeng sampe halte bis ya?" setengah berbisik, Agnes meminta tebengan sama Agus yang tiap hari lajo pake motor.
" iya, tak tunggu di pos satpam ya" jawab Agus tak kalah berbisik
Agus adalah salah satu sahabat akrab Agnes di kelas itu, selain 3 sahabatnya yang lain..mereka membentuk grup persahabatan di tingkat 1 yang terdiri dari Agnes, Oki, Heni, Agus, dan Yunan..dan Agnes bertindak sebagai ketua geng..( kayak mafia saja..hahaha..)..mungkin karena sifat Agnes yang keras dan suka mengatur, jadi sahabatnya itu lebih memilih mengalah..cie ciecie..
tak jarang mereka sering menghabiskan waktu bersama sehingga membuat teman yang lain iri..
Akhirnya, kuliah terakhir hari itu selesai..
Agnes berlari turun ke asrama, mengambil tas ransel dan mengambil jaket hodie nya dana berlari kembali menuju pos satpam..beruntung dia sedang halangan hari itu, jadi bisa melewatkan salat asarnya..
Nampak Agus sedang bercakap cakap dengan pak satpam ketika Agnes datang..
__ADS_1
" dah siap?" tanya Agus
" sudah Gus, yuk berangkat..kami permisi pak"
" ya, hati hati" jawab pak satpam
" Gus, nanti turunin di halte saja.." kata Agnes di sela sela perjalanan mereka
Agus hanya mengangguk.
Sesampainya di halte yang dimaksud ,Agnes segera turun dan berterima kasih sama Agus..sementara Agus kembali melajukan motornya..
Beruntung Agnes segera mendapatkan bis, walaupun tidak mendapatkan tempat duduk.
Lumayanlah, gak terlalu menunggu lama hingga separo perjalanan, barulah dia mendapatkan tempat duduknya..
Pas menjelang magrib, akhirnya Agnes tiba dirumah..setelah membersihkan diri, dia pamit ke tempat eyangnya..
" Assalamualaikum"
" Waalaikumsalam" jawab bulik dan suaminya bersamaan
" eh, Agnes sudah pulang? baru nyampe?" tanya buliknya
" iya bulik, tadi asar baru selesai kuliah " jawab Agnes sambil menyomot pisang goreng yang tersaji di meja ruang keluarga itu.
__ADS_1
" sudah makan? sana makan dulu. bulik tadi masak oblok oblok kesukaanmu sama peyek"
Tanpa menunggu lama, Agnes bergegas ke dapur mengambil makanan diikuti buliknya..
" nambah lagi biar kenyang" kata buliknya yang melihat cara makan Agnes seakan akan sudah beberapa hari tidak makan..
Selesai makan, Agnes bergabung dengan buliknya di ruang keluarga..
" bulik, kok rambut panjangnya dipotong? gak sayang?"
tanya Agnes yang sedikit terkejut dengan penampilan rambut sebahu buliknya itu.
" iya, om mu yang motong..katanya kalo malam kayak hantu" jawab bulik sambil merona malu
" kayak hantu? tega banget om ngatain istrinya kayak hantu..beneran om?" tanya Agnes sama om barunya..
" iya, kalo rambutnya dilepas, kan panjang kayak hantu..gangguin saja" jawab om nya santai..
Sementara buliknya hanya merona malu mendengar jawaban suaminya..
Agnes hany bisa tepok jidat dengan kelakuan pengantin baru itu..
' aaahhh...jadi pengen kan' batin Agnes meronta
^^^^^^^
__ADS_1
# lah,dulu dilamar gak mau, sekarang pengin jadi penganten???