Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas

Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas
psikotes


__ADS_3

Satu bulan setelah tes itu, Agnes yang memang pesimis bakal lolos, dikejutkan dengan adanya surat dari kantor pos berisi panggilan tes psikotes dari pemkab madiun.


Tes yang akan diadakan 3 hari kedepan, tak hanya membuat Agnes kelabakan mencari soal soal psikotes, tapi juga karena dia sendirian tanpa teman.


Orang tuanya hanya pasrah, karena kakak Agnes sendiri habis opname karena tipes.jadi pastinya tidak boleh bepergian jauh dan kecapekan.


Hingga akhirnya Om Bary, suami tante mengusulkan teman sekaligus anak buahnya di kantor untuk mengantar Agnes.


Sito, pemuda itu memang menyukai Agnes dalam diam, sehingga ketika Om Bary memintanya mengantar Agnes, langsung dia terima..sekalian bisa pendekatan.


Bukan tanpa sebab Om Bary memilih Sito dibandingkan yang lain..pemuda itu bertanggung jawab, dan pasti akan menjaga Agnes, selain dia juga mahir berkendara dan sudah sering keluar kota.


Dan pagi itu, selepas subuh mereka berangkat.karena psikotes dimulai jam 09 pagi ,dan mereka masih harus mencari tempat ujian berlangsung.


Menikmati berjam jam berboncengan dengan sebuah tas ransel di letakkan di tengah, membuat Agnes memilih diam dan menikmati perjalanan itu, meski rasa pegal pada pinggangnya telah mendera.


Seakan mengerti sedang diburu waktu, Sito melajukan motor dengan kecepatan di atas rata rata agar tidak terlambat.


Dan benar saja, mereka akhirnya tiba di tempat tujuan setengah jam sebelum tes dimulai.

__ADS_1


" Mas..tungguin di masjid dulu saja ya..sambil istirahat.Agnes mungkin lama ujiannya" ujar Agnes sebelum masuk


Sito hanya tersenyum dan mengangguk,, tak berani mengatakan banyak hal kepada gadis itu.Meski dia ingin sekali mengatakan banyak hal.


Agnes segera memasuki ruang ujiannya dan menyiapkan alat tulisnya.


Ujian psikotes kali ini diambil alih langsung dari pusdiklat angkatan laut, sehingga tesnya sama dengan psikotes ujian masuk tentara.


Ujian terbagi menjadi 2 sesi yaitu tertulis dan wawancara.


Tes tertulis dimulai pukul 09 pagi sampai jam 12 siang..dengan jeda istirahat 1 jam dilanjutkan tes wawancara sampai jam 3 sore.


Bergegas dia meninggalkan tempat ujian dan menyusul Sito di masjid.


Didapatinya pemuda itu sedang berbaring santai di teras masjid menatap langit langit.


" Mas..." sapa Agnes yang sudah duduk di sampingnya


" Eh, sudah selesai?" tanyanya beranjak dari tidurnya dan duduk berhadapan dengan Agnes

__ADS_1


" sudah untuk tulisnya..nanti masih lanjut wawancara jam 1..Mas gak papa nungguin lama?"


" iya, gak papa..gimana tadi soalnya?"


" susah Mas..bingung aku jawabnya, soalnya dari angkatan. hanya berusaha saja" jawab Agnes sedih karena dia juga tidak yakin bisa.


" semangat..yang penting sudah berusaha kan. salat dulu apa makan dulu?"


" salat dulu saja Mas..aku puasa hari ini.kalo Mas mau makan, nanti Agnes temani"


" oh, aku juga berpuasa saja..yuk salat dulu" ajaknya


Agnes tau, Sito terpaksa ikut berpuasa karena tidak enak dengannya..tapi dia juga tidak bisa memaksa Sito untuk makan.


Setelah beristirahat selama 1 jam, Agnes kembali ke ruang ujian..kali ini dia diuji dengan praktek langsung oleh penguji dengan jawaban yang harus cepat dan tepat.


Meski belum pernah sebelumnya, tapi Agnes cukup percaya diri melaluinya.


yah, kalopun tidak lolos, setidaknya dia punya pengalaman mengikuti ujian psikotes ,bersaing dengan 20 calon lainnya untuk mendapatkan 5 terbaik sebagai cpns.

__ADS_1


__ADS_2