Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas

Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas
Di Jakarta


__ADS_3

Sebulan setelah tes itu, Agnes masih menunggu kabar.Dan lagi ia mendapatkannya, sebuah surat hasil tes, dan ia tak lolos..


Sedih..


Tentu saja, tapi Agnes sadar, memang tak mudah menjadi ASN. apalagi sebelumnya dia membaca berita kalo ada demo besar besaran dari peserta ujian CPNS madiun yang asli madiun atas hasil tes yang justru meloloskan putra luar daerah.mereka menuntut agar putra daerah yang lebih diutamakan dalam penerimaan CPNS kabupaten. Karenanya, Agnes pesimis untuk lolos meski telah sampai psikotes.


Seperti teman temannya yang lain, mereka juga rajin memasukkan lamaran dan menunggu panggilan.Hingga beberapa bulan berlalu, hanya ada satu panggilan dan itupun Agnes tidak lolos karena terlambat datang.


Merasa sudah lelah dalam penantian, akhirnya Agnes memutuskan untuk melamar di RS ibukota.Tentu peluangnya lebih besar kan.apalagi di rumah dia juga suntuk atas desakan Sito yang akan melamarnya sedangkan orang tuanya tidak akan merestui sebelum dia bekerja.


Beruntung, tak berapa lama akhirnya dia mendapatkan panggilan itu dan segera berangkat ke Jakarta. Setelah melalui 7x tes dan memakan waktu 2 bukan, akhirnya dia diterima di salah satu RS swasta di Jakarta.


Dan sejak hari itu, ia menjalani rutinitasnya sebagai karyawan. Sedangkan Sito akhirnya memilih menerima perjodohan. Hati Agnes yang sempat menghangat dan berharap Sito akan sabar menantinya, menjadi terluka lagi.

__ADS_1


Waktunya dia habiskan untuk bekerja dan di kos.Hingga beberapa bulan kemudian, secara tak sengaja dia bertemu dengan Hadi, salah satu teman dan tetangganya dulu. Hadi yang saat ini bekerja sebagai salah satu karyawan di pertamina dan kos dekat Agnes, sehingga mereka lebih intens bertemu.apalagi Hadi juga masih melajang.


Dan pagi ini, saat hari Minggu, Hadi sudah ada di kos Agnes, disaat gadis itu bahkan belum mandi..


" Ganggu gak Nes?" tanyanya


" ah, enggak kok..hanya saja aku belum mandi" jawab Agnes tersipu


" pantas bau" gurau Hadi


Setiap hari Minggu, hanya Agnes yang tinggal di kos.teman teman sekosnya selalu memilih acara di luar.Agnes yang memang tidak menyukai keramaian, tentu lebih suka membaca atau mendengarkan radio.


10 menit kemudian ,Agnes sudah terlihat lebih segar dengan gamis hijau motif bunga lengkap dengan kerudung instannya, menambah kesan anggun dan keibuan.

__ADS_1


" Di, kabar teman teman sesama perantauan gimana ya?" tanyanya


" aku juga jarang ketemu mereka ,Nes..kebanyakan kan di tangerang..paling aku itu mainnya ya ke slipi saja.malas juga gak ada teman. apalagi cuma aku yang disini." jawabnya seraya memainkan cellphone nya


" bukannya kamu dah lama di jakarta, Di? sejak lulus SMK kan?"


"iya..paling lama di tempat kerjaanku..kamu main dong ke kos an aku..kan deket"


"ya nanti kalo pas libur ya,,aku juga gak ada teman disini..ada sodara tapi di matraman, jauh dan macet lagi..aku bahkan belum pernah ke monas, ancol , senayan dan tempat tempat terkenal di jakarta"


" ya ampun Nes..udik banget sih..monas kan ikonnya jakarta, masak belum kesana?" tanya Hadi terheran


" emang belum..selain gak ada temannya, aku juga malas dengan suasana Jakarta yang panas dan macet, Di"

__ADS_1


" kapan kapan aku temani, oke..jangan bikin malu dong, udah di jakarta monas saja gak tau" seloroh Hadi


Agnes hanya tertawa simpul.


__ADS_2