
seminggu setelah ujian masuk akbid, tibalah pengumumannya..
dengan was was, Agnes melihat pengumuman di kampus..
ditelitinya satu persatu daftar nama mahasiswa yang lolos seleksi itu sampai ke bawah,, tapi tak ditemukannya namanya..
diulanginya lagi dengan lebih teliti, tapi tetap saja dia tak menemukan namanya disana..
oke,fix..dia tidak lolos..
lemes seketika raga Agnes. harapannya terlalu besar, kepercayaan dirinya juga terlalu berani, sehingga dia bahkan tidak mendaftar di jurusan yang lain..sementara, untuk kuliah di negeri, pendaftaran tlah tertutup..itu artinya jika dia ingin kuliah di negeri,, dia harus menunggu setahun lagi.
Agnes benar benar merutuki kebodohannya yang terlalu percaya diri..apakah dia harus daftar di swasta? tapi bagaimana dengan biayanya??
Sesampainya di rumah, Agnes langsung diberondong pertanyaan ibunya
" gimana, Nes? diterima?"
__ADS_1
" belum bu," Agnes hanya bisa menjawab dengan pasrah
" lah, terus gimana? mau daftar dimana lagi?"
" belum tau bu. kalo untuk yang negeri sudah ditutup semua bu.karena pendaftarannya bareng..tinggal yang swasta yang masih buka pendaftaran..nanti Agnes cari info lagi bu"
" yo wis, lain kali lebih rajin lagi belajarnya biar lolos"
" iya bu"
setelah hari itu, Agnes disibukkan mencari informasi akademi swasta yang masih membuka pendaftaran..hingga pilihannya jatuh ke salah satu universitas swasta..
Tidak ada yang bisa Agnes lakukan selain mengubur impiannya untuk kuliah tahun ini.
Dia tidak mungkin mengorbankan sawah satu satunya orang tuanya hanya untuk membiayai kuliahnya yang belum tentu setelah lulus bisa dapat pekerjaan.
Satu satunya jalan adalah menundanya sampai tahun depan..
__ADS_1
dan sementara selama setahun menunggu, Agnes bisa lebih banyak persiapan, termasuk bekerja dan menabung sehingga nantinya tidak terlalu membebani orang tuanya..
Dan itulah Agnes sekarang, pengangguran..tak punya kesibukan selain kegiatan rumahan, masak ,bersih bersih, nyuci.bahkan tak jarang Agnes terbiasa mewakili ibunya menghadiri arisan PKK..
Pernah sekali Agnes mencoba melamar di pabrik tekstil..dengan koneksi Om nya yang mandor di pabrik itu, Agnes pun diterima..lumayan gajinya, cukup memenuhi kebutuhannya tanpa meminta orang tuanya..
Tapi sayang, Agnes hanya bertahan seminggu dan kemudian dia jatuh sakit sehingga tidak bisa melanjutkan lagi pekerjaannya..
Sementara, hubungannya dengan Saleko pun mulai renggang, karena sejak Agnes lulus sekolah, Saleko tak pernah lagi membalas ataupun mengirim surat lagi padanya sejak insiden suratnya diketahui seluruh keluarga Agnes..
Entahlah, mungkin Saleko merasa malu atau memang dia sibuk dengan tugasnya..
Padahal Agnes berharap, disaat seperti ini, Saleko akan menghiburnya,menemaninya melewati hari hari yang membosankan menunggu setahun lagi..
Justru Agnes terlihat lebih dekat dengan Sutar, yang sudah move on dari impiannya menjadi tentara dan akhirnya memilih melanjutkan kuliah jurusan ekonomi..
Agnes yang merasa kesepian dan kurang perhatian dari Saleko, tak menampik uluran persahabatan yang Sutar tawarkan..toh, Sutar adalah sahabat Saleko, tak mungkin kan Saleko akan marah..
__ADS_1
Agnes berharap, dia juga bisa bersahabat baik dengan Sutar, dan Sutar bisa menganggap Agnes sebagai pengganti Saleko.