
" # kutitipkan kepadamu seseorang yang pernah mengisi hatiku, tolong bahagiakanlah dia#
^^^^
" Maafkan Saleko ya Nduk..kalian tidak berjodoh.kakeknya Saleko yang tidak merestui karena kalian LUSAN.bulik tidak ingin terjadi hal hal buruk karena kalian menikah..Bulik harap kamu mengerti dan tidak marah sama kami" ujarnya meneteskan air mata.
" gak apa apa bulik..kami memang belum berjodoh.tapi kami akan tetap berteman, bukan begitu Mas?" tanya Agnes menoleh ke Saleko meminta persetujuan.
Saleko yang terlihat merasa bersalah , mengangguk.
Ibu Saleko kembali mengusap air matanya dan memyalami tamunya yang lain..
Sementara Saleko mengambilkan minuman.
" diminum, Dik..tadi tak cari cari pas acara, tak tanyakan sama pakde. mau diajak foto malah baru datang"
" iya mas..soalnya kuliahnya gak bisa ditinggal..istrimu mana mas?" tanya Agnes yang memang tidak melihat pengantin perempuan.
" lagi di kamar istirahat, habis perjalanan jauh, jadi agak pusing"
__ADS_1
" oh..jadi gimana kenalnya Mas?" tanya Agnes penasaran
Saleko memandang Agnes seolah bertanya apakah Agnes yakin ingin tau.
Agnes mengangguk dan tersenyum.
Dengan berat hati ,Saleko menceritakan awal pertemuannya dengan istrinya..sesekali dia berhenti dan melihat reaksi Agnes yang justru tersenyum mendengar ceritanya..' Apakah Agnes tidak sakit hati ,batinnya..kenapa dia malah tersenyum seakan senang?"
" .... jadi begitu Dik..maaf bila kita gak berjodoh..kakekku bersikeras tidak merestui kita dan mengancam orang tuaku jika aku nekat.,aku masih sayang sama kamu Dik..tapi kita memang gak berjodoh..hidupku sebagai tentara keras Dik..aku tidak mau kamu menderita saat bersamaku..maaf aku harus memgingkari janjiku" ucap Saleko sendu mengakhiri ceritanya.
Agnes tersenyum lega, biarlah mereka tidak bisa bersatu, setidaknya mereka dulu pernah saling mencintai.
Saleko ikut tertawa menanggapi candaan Agnes..Dia juga merasa lega, Agnes telah memaafkannya.
" Mas, kalo aku pengen kenalan sama istrimu boleh?"
" tentu Dik..aku panggilkan sebentar ya"
Tak lama kemudian, Saleko datang menggandeng istrinya yang nampak kelelahan. Agnes segera menyambut dan memeluk hangat gadis itu.
__ADS_1
" selamat atas pernikahannya ya mbak" ujar Agnes ramah dan mengajak mantan rivalnya itu duduk.
Agnes sedikit berbangga, selain dia lebih muda, istri Saleko juga tak lebih cantik darinya.
" Mas, bisa pergi dulu..ada yang ingin aku obrolkan..urusan perempuan" bisik Agnes mengusir Saleko yang duduk di samping istrinya.
Dengan berat hati dan pandangan tak lepas dari kedua wanita yang dicintainya itu ,Saleko pergi keluar. Matanya masih mengawasi keduanya.
Agnes tersenyum jahil melihat tingkah Saleko yang seakan khawatir.
" mbak, nitip Mas Sale ya..dia laki laki yang baik dan bertanggung jawab sama keluarganya..saya masa lalunya dan anda masa depannya. hubungan kami telah berakhir tapi kami sepakat untuk tetap berteman..tolong bahagiakan dia ya" akhirnya kata kata yang dia siapkan sejak semalam keluar dengan lancar.
Lega..itulah yang Agnes rasakan sekarang..
Istri Saleko hanya mengangguk dan mencoba tersenyum. Mungkin dia juga merasa lega, setidaknya dia tidak terbebani dengan rasa bersalah bukan.
" kalo masih capek, istirahat lagi mbak" ujar Agnes setelah puas menyampaikan unek unek nya.
Istri Saleko beranjak dan mereka berpelukan sebelum akhirnya masuk kembali ke kamar untuk melanjutkan istirahatnya..
__ADS_1
****