Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas

Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas
cerita Yunan


__ADS_3

" Her..Yunan mana? dah sampai kan?" tanya Agnes sore itu kepada Heri, teman sekamar Yunan di asrama putra.


" sudah, lagi di kamar" jawab Heri yang terlihat selesai bermain tenis bersama Endo di lapangan tenis depan asrama putra itu.


" ntar bilangin ya, suruh nemuin kita di lokal atas habis isya" pinta Agnes yang kemudian berlalu bersama Heni dan Oki untuk membeli makan malam


" ya, kalo gak lupa ya" sahut Heri


" eh..jangan lupa ,Her..ntar kamu yang aku timpuk kalo sampe lupa..ingat, penting!" teriak Agnes


Heri hanya menggelengkan kepala dengan tingkah Agnes yang suka maksa itu.


" mending disampaikan daripada kena timpuk Agnes and the gengs" pikir Heri yang


kemudian masuk ke asrama diikuti Endo untuk membersihkan diri sebelum magrib tiba.


^^^^^^


Malamnya di lokal atas..


" Mbak, yakin nih mas Yunan mau datang?" tanya Oki setelah melihat jam di dinding ruangan sudah menunjukkan pukul 19.30 wib tapi belum ada penampakan Yunan datang.


" pasti datang..aku tau anak itu..gak bisa mengabaikan sahabat terbaiknya ini" jawab Agnes menyombongkan dirinya yang diikuti gelak tawa dari gengs nya..

__ADS_1


Dan benar saja, tak sampai 5 menit, terlihat Yunan menampakkan diri di ruang itu.


Dengan wajah tak berdosa dan menampakkan senyum imutnya, ia menghampiri Agnes and the gengs..


" Hallo frens!" sapanya masih dengan senyum imut yang lebih mirip cengiran sebelum akhirnya mengambil tempat duduk sebelah Agnes.


Agnes menatap Yunan dengan pandangan tajam tanpa menjawab..


Sementara Heni dan Oki menjawab dengan kompak


" Hallo juga mas Yunan ganteng!" ceile centilnya..


Yunan membalas kedua adik angkatnya itu dengan senyuman khas Arjuna..


" Ada yang pengen dijelasin gak nih ,Yun?" tanya Agnes tanpa basa basi


" Hhhmmmm...ya kenapa bolos berhari hari? sengaja gitu? gak pamit lagi? seneng ya bikin temen temennya kuatir?" berondongan pertanyaan yang gak mampu di rem keluar begitu saja dari mulut Agnes..udah dari kemarin dia nahan pertanyaan ini..saatnya dikeluarkan, pikirnya..


Mengerti kalo sedang diinterogasi sahabat sahabatnya, Yunan menarik nafas panjang. menyiapkan mental serta jawaban yang pas untuk memuaskan Agnes.


" Aku ada perlu sama ibuk..dan kebetulan juga kemarin adikku, bidan yang PTT di Dieng pulang..karena udah lama gak ketemu, ya gitu." jelas Yunan


" yakin itu alasannya?" tanya Agnes yang masih belum puas..mengingat reaksi ayah Yunan kemarin waktu mereka berkunjung.

__ADS_1


" iya, beneran..tanya aja sama ibuk" sanggah Yunan masih berusaha meyakinkan


" kemarin, di rumahmu kita ketemu sama ayahmu...." Agnes menghentikan kalimatnya, mencoba melihat reaksi Yunan


" ayahmu sepertinya agak kecewa sama kamu.." lanjutnya


Yunan kembali menghela nafas panjang..


Memorinya mengingat kembali percakapannya dengan ayahnya beberapa hari yang lalu..


flashback on


" Yah, tolong jangan paksa adik menikah dengan pilihan ayah..adik masih muda, Yah..belum ada setahun PTT, kenapa buru buru? kasihan adik ,Yah" pinta Yunan


" Dia udah kerja ,nunggu apa? lebih aman dia segera menikah.apalagi dia ditempatkan di desa terpencil seperti itu.kalo sudah bersuami, biar dia dijaga sama suaminya" ayahnya tetap kekeh.


Sementara sang adik, hanya terdiam dan menangis ,tanpa berani melawan kata kata ayahnya.


Ibunya pun juga tidak sanggup lagi membantah, cukup baginya terluka karena membela Yunan waktu itu.


" Dan kamu, gak usah ikut ikutan sok ngatur hidup adikmu..kamu sendiri gak jelas..kuliah gak selesai dan DO..sekarang fokus saja sama kuliah perawatmu.jangan bikin malu ayah lagi. adik dan kakakmu dah sukses semua..jadi pegawai kesehatan..!" vonis ayahnya tanpa mau dibantah lagi..


Sejak itulah, Yunan tidak mau lagi berurusan dengan ayahnya..segala hal tentang dirinya dan keperluannya , ia sampaikan sama ibuknya..

__ADS_1


flaahback off


^^^^^^


__ADS_2