Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas

Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas
ternyata salahpaham


__ADS_3

Acara resepsi siang itu akhirnya selesai menjelang asar..Setelah puas berfoto foto, Agnes pun membersihkan riasannya termasuk ganti baju.


Tanpa jeda istirahat, dia harus bersiap siap kembali ke asrama..sungguh berat rasanya, meninggalkan acara pesta yang belum usai, bahkan keluarga besarnya masih berkumpul di rumah eyangnya..dan hanya dia sendiri yang terpaksa tidak full disana.


Dengan linangan air mata ,Agnes pamit kepada keluarga besarnya..tak hentinya dia menangis memeluk buliknya yang hari itu telah resmi menyandang status istri..selama ini, dia dan buliknya itu sering menghabiskan waktu bersama..


Agnes merasa sepertinya tidak akan ada kesempatan lagi buatnya berdekatan dengan buliknya seperti sebelumnya..itulah yang membuat air matanya tak henti mengalir..


" sudah ,Nes..nanti matamu bengkak lho..kamu kan mau kembali ke asrama, nanti dibulli temanmu" hibur bulik disela sela tangis Agnes


" hiks hiks hiks..bulik?" Agnes tak mampu berkata kata selain suara tangisnya yang belum mereda.


" sudah ya..bulik masih disini sampai minggu depan..kita masih bisa ketemu lagi.oke?" hibur buliknya lagi.


Agnes pun melepaskan pelukannya, dan dengan masih tangisannya, dia pulang mempersiapkan diri untuk kembali ke asrama..


Di tengah perjalanannya untuk pulang, tak sengaja dirinya bertemu dengan orang tua Saleko yang sepertinya juga baru habis jagong dari tempat eyangnya..


" eh, bulik dan paman..habis jagong?" tanya Agnes sembari mengelap sisa air matanya

__ADS_1


" iya, Nduk..kami dari tempat eyangmu?" jawab bapaknya Saleko


" mau kemana nduk? bukannya acaranya di tempat eyangmu belum selesai?" tanya ibunya Saleko melihat penampilan Agnes yang seperti akan bepergian..


" Agnes mau kembali ke asrama bulik. besok sudah masuk kuliah..liburnya cuma hari ini"


" oh..dah lama kamu gak main sejak pindah kesini..kalo longgar mbok main ,nduk..paman senang kamu bisa kuliah..kamu sudah seperti anak paman senďiri..ikut bangga paman sama kamu"


" makasih paman..nanti kalo sudah longgar, insya Allah Agnes main. gimana kabarnya mas Sale , paman?"


" Alhamdulillah baik ,nduk..kuliahnya juga lancar..kerjaan di Bandung lebih nyaman katanya dibandingkan di mabes..bisa nyambi yang lain..kalo longgar mainlah kesana. Saleko pasti senang"


" Tami saja pernah main kesana, masak kamu malah belum?"


" Tami? maksud paman Tami teman Agnes itu? yang anaknya bu Sri?"


" iya, bu sri itu kan masih sodara sama paman..makanya Tami sama Saleko juga dekat..masih sodara jauhlah.."


" ya sudah..nanti malah kesorean , paman dan bulik duluan ya.."

__ADS_1


" iya paman, hati hati"


Percakapan dengan orang tua Saleko kembali terngiang dan memenuhi kepala Agnes..


Kalo Tami dan Saleko masih sepupuan jauh, jadi yang di foto itu? mereka hanya sebagai sodara? tidak lebih?


Bayangan Agnes kembali teringat sebuah foto akrab antara Saleko dan Tami yang diliat Agnes di rumah Sutar waktu itu.


Jadi apakah Agnes selama ini sudah salah paham?


Tapi kenapa Sutar diam saja..dan tak menjelaskan apapun tentang hubungan sodara antara Saleko dan Tami


.apa maksud Sutar?


Apapun itu, jika ini kesalahpahaman, maka Agnes harus segera meluruskannya..meski selama beberapa waktu yang lalu, hubungan mereka terasa hambar, tanpa komunikasi..tapi setidaknya beberapa hari yang lalu, Saleko tlah berusaha menepis jarak antara mereka dengan menelponnya..mungkin memang selama ini ,Saleko sibuk dengan tugasnya di kesatuan dan tugas kuliahnya..


"Baiklah..besok aku akan berkabar padanya setelah kembali ke asrama' janji Agnes kepada dirinya sendiri..


^^^^^^

__ADS_1


__ADS_2