Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas

Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas
meminta restu orang tua


__ADS_3

Dan akhirnya hari itupun tiba..


Saleko benar benar pulang naik kereta senja dari Bandung..seperti biasa, dia turun di stasiun balapan solo, dan dijemput oleh Sutar , sahabatnya..


Selama si perjalanan pulang, mereka mampir dulu ke warung sate langganan mereka..


" Tar, kita mampir makan dulu di warung sate depan bioskop ya..dah lama nih gak kesana..di Bandung, gak ada sate yang enak seenak tempat itu"


" siap, komandan"


Dan tibalah mereka di warung sate langganan.


"Eh, siapa nih yang datang? dah lama gak keliatan mas..baru pulang ya?" sapa bapak penjual sate yang sedang mengipasi sederet sate di perapian..


" iya pak,, baru sampe langsung mampir kesini..kangen sama sate masakan bapak, gak ada tandingannya..pesen tongsengnya dua ya pak, teh tawar nya juga 2" jawab Saleko sambil mencari tempat duduk pojokan..tempat favoritnya saat disitu.


" ini mas, tongsengnya"


" iya pak, makasih ya"


segera disantapnya tongseng yang sudah lama dia inginkan itu tanpa tersisa..sedangkan Sutar pun juga tak kalah lahap menikmatinya hingga tandas..

__ADS_1


" mau nambah?" tanya Saleko sambil melirik piring Sutar yang sudah bersih


" gak lah..dah kenyang"


" berapa pak semuanya?"


" 50 ribu mas"


" ini uangnya pak"


" makasih mas"


" permisi pak"


" iya pak sama sama..mari.."


Keduanya pun segera menaiki motor Sutar yang terparkir tak jauh dari warung itu dan bergegas pulang..


Sesampainya di rumah Saleko, Sutar tak langsung kembali ke rumahnya..tapi ngobrol dulu dengan sahabatnya itu hingga tak terasa waktu menjelang asar..


Sutar pun pamit pulang, karena dia memiliki acara yang lain..sementara Saleko memilih untuk membersihkan diri dan ke masjid sebelah rumahnya menunggu waktu asar.

__ADS_1


" pak, Sale mau sekolah lagi" Saleko membuka percakapan sore itu dengan ayahnya yang duduk di teras rumah


" sekolah apa, Le? memangnya boleh sekolah?" tanya bapaknya


" boleh pak..Sale pengen ambil sekolah hukum yang sesuai dengan tugas Sale di LP militer..kalo Sale sekolah lagi, pangkatnya bisa naik lebih cepat, pak"


" ya gimana baiknya saja ,Le"


" trus, hubunganmu sama Agnes gimana ,Le?" tanya ibunya


" baik bu. kemarin Agnes malah telpon Sale bu."


" kamu serius sama Agnes, Le?"


" iya pengennya serius bu. tapi kan gak tau juga ke depannya. Agnes sendiri kan masih pengen melanjutkan kuliah. Sale gak mau jadi penghalang cita citanya..apalagi dia anak kesayangannya pakdhe atma, pastinya pakdhe juga gak akan sembarangan menjodohkan anaknya"


" selama ini apa keluarga Agnes gak suka sama kamu?"


" gak terlihat sih bu..pakde sama bude baik..cuma kakaknya yang pertama yang agak gimana gitu kalo Sale kesana...kalo bapak sama ibu sendiri gimana pendapatnya tentang Agnes?"


" kalo ibu sih, Agnes selama ini baik, pintar juga..yang penting kan kamu yang menjalani"

__ADS_1


" kalo urusan jodoh, bapak juga gak masalah Le..manut sama yang menjalani..yang namanya pernikahan kan menyatukan 2 keluarga yang berbeda..sebisanya ya dapat restu dari semua keluarga..coba kamu minta restu simbahmu kakung juga..beliau orang yang paling berjasa buat kamu, yang ikut membiayai sekolahmu sampai kamu bisa kerja seperti ini.."


" iya pak..nanti Sale sowan mbah kakung minta restu..sementara Sale mau menyiapkan berkas untuk kuliah dulu..biar bisa secepatnya bisa daftar." sahut Saleko dan beranjak ke kamarnya menyiapkan berkas persyaratan pendaftaran kuliahnya..


__ADS_2