
" iya..melamar kamu!" kali ini Sutar mengatakan dengan lebih jelas..
Sejenak suasana menjadi hening.Agnes mengedarkan pandangannya melihat sekelilingnya..beruntung yang lain sedang menikmati pemandangan yang berada jauh dari mereka..
" huh..untung gak ada yang dengar ," batinnya
" Tar, aku..."
" Aku tau" potong Sutar.." kamu belum siap membuka diri kamu kan. apakah kamu belum bisa move on dari Saleko Nes?"
" bukan itu ,Tar..sungguh..aku bahkan sudah melupakan semua tentang dia. Tapi aku memang belum ingin pacaran apalagi menikah. Aku masih pengen nyelesaiin kuliahku dulu, pengen kerja dulu, menikmati hasil kerjaku." jelas Agnes..
sungguh dia tidak ingin melukai Sutar, tapi dia juga tidak mau memberikan harapan.
" Apakah setelah kamu raih impianmu, kamu mau membuka diri buat aku?"
" aku gak janji ,Tar..aku juga gak mau buat janji terhadap sesuatu yang belum tentu."
__ADS_1
" Nes..kamu tau endah?"
" Endah? yang mana?"
" Anak pak RT..dia suka sama aku, dan sedang menunggu jawabanku..tapi aku masih berharap sama kamu ,Nes..aku belum ngasih jawaban sama dia.berkali kali dia nanyain ke aku."
.
" kalo kamu suka, terima saja Tar..apalagi kalo dia benar benar cinta sama kamu"
Sutar menghela nafas panjang, nampak sekali dia merasa kecewa meski sudah berusaha dia tutupi.
Sutar menoleh dan mengangguk..bukankah itu lebih baik daripada tidak dapat melihat gadis itu lagi kan..
" udah capeknya..yuk gabung dengan yang lain" ajak Agnes beranjak.
Mereka kemudian bergabung dengan yang lain untuk berselfie ria.tak terkecuali Agnes dan Sutar..Saba sengaja mengabadikan mereka berdua dalam jepretan kamera.
__ADS_1
Setelah puas menikmati situs itu, mereka kemudian melanjutkan perjalanan selanjutnya menuju air terjun..kali ini jalan yang dilewati sedikit lebih terjal..bahkan beberapa di antara rombongan sudah tumbang, tak kuat untuk berboncengan..pun dengan Agnes..dia memilih turun dan berjalan kaki bersama pembonceng lainnya menuju jalan yang lebih rata, meski Sutar berkali kali memintanya untuk tetap di boncengan motornya dan meyakinkan Agnes bahwa ia mampu melewati jalan itu.
Tapi Agnes tetap kekeh tak mau mengambil resiko.bukan hanya takut jatuh , tapi juga takut jika harus berpegangan kuat sama Sutar..
Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam dengan penuh rintangan, akhirnya rombongan itu tiba di air terjun yang masih asri. entah siapa yang menemukan tempat ini, sungguh pemandangannya sangat indah.
Tak sabar Agnes menyeburkan diri di sungai kecil dengan air yang masih jernih itu, segera setelah turun dari motor..tak peduli Sutar dan yang lainnya yang masih berusaha memarkirkan motor mereka..
Seketika celana jins gombrangnya basah pun dengan kerudung coklatnya yang terkena serpihan air terjun..dingin dingin segar..serasa pengen mandi.
" hei, sini..seger banget airnya" teriaknya memanggil teman temannya yang berjalan mendekat
" byurrr...
Satu per satu mereka turun dan bergabung dengan Agnes..tak peduli dengan baju mereka yang basah..menyapu nyapu air dan saling membasahi..serta sesekali berteriak ketika mendapatkan percikan air..
Sutar pun tak kalah senang, bisa menikmati bermain dengan gadis pujaannya, adalah hal yang langka..dan mungkin tak akan terulang lagi dalam hidupnya..
__ADS_1
" terimakasih Saba..telah memberiku kesempatan untuk lebih dekat dengan adikmu" batinnya
****