
Memasuki semester awal di tingkat 2, tak membuat Agnes jenuh..justru dia mulai menemukan ritme belajarnya.
Di tingkat 2, lebih banyak mempelajari tentang bermacam macam penyakit dan perawatannya..Agnes yang memang menyukai pelajaran biologi, tentu saja tertarik dengan patofisiologi penyakit pada manusia..
Mungkin sebenarnya dia lebih cocok di kedokteran kali ya..?
Persahabatannya dengan Oki dan Heni juga mulai merenggang seiring Heni yang memilih keluar asrama dan kos sendiri..sedangkan Oki juga sudah terpisah kamar.
Dan kini Agnes lebih akrab dengan Pheby dan Oe, teman sekamarnya.karena mereka lebih sering mengikuti kegiatan bersama di masjid, KSR maupun mapala.
Sama seperti masa remaja lainnya, para mahasiswa itupun ada yang terjebak cinta asrama. tak terkecuali Yunan
Agnes , sang sahabat yang menjadi tempat curhat nya, tau betul siapa yang ditaksir Yunan di kelasnya..
Ririn, gadis manis dan anggun, berambut kriwil..Yunan menyukai Ririn karena mirip dengan pacar SMU nya..konyol sekali kan..
Dan Ririn si gadis manis itu pun sepertinya juga menyukai Yunan..tapi hanya sebatas melirik, tanpa berani mengungkapkan.
Agnes yang gemas dengan Yunan yang menurutnya cemen, karena tak berani mengungkapkan perasaannya kembali mengomeli cowok itu..
" Yun! kamu ini..kalo suka itu bilang saja..jangan dipendam..gimana dia tau kalo kamunya gak ngomong, bambanggg!"" gerutu Agnes setengah teriak
__ADS_1
Yunan yang dimarahi hanya tersenyum nyengir..sudah biasa dia dapat omelan dari sahabatnya itu. tapi entahlah, dia juga gak
bisa marah.
" kalo kamu gak berani, pa mau aku comblangi?"
" eh, jangan! aku hanya takut ditolak..aku gak pede nembak Ririn, Nes"
" siapa bilang ditolak, kalo kamu gak bilang"
" ssttt...tuh, Ririn datang..deketi sana" bisik Agnes
Yunan hanya tersenyum masam, tapi tak urung dia beranjak dan mengambil tempat duduk di sebelah Ririn.
" hei..senyum senyum saja, Nes?" Agus yang tiba tiba datang mengagetkan Agnes
" ihh..Agus..kebiasaan kamu tuh .ngagetin saja..liat tuh, temen kita lagi pdkt" tunjuk Agnes ke arah Yunan dan Ririn.
" wuih...Yunan pdkt sama Ririn?" wah..ada traktiran nih" celetuk Agus cengar cengir
" kamu ini..bukannya bantuin nyomblangi, malah malak"
__ADS_1
" iya...iya..cuma becanda..cih, yang punya temen gak rela dipalak"
sungut Agus
" btw, kamu tadi bareng Susi, emang motornya Susi kemana, Gus?"
" lagi dibawa emaknya buat belanja."
" oh...eh..itu bajumu berapa hari gak dicuci sih..kucel amat" Agnes memang terbiasa dengan kekucelan Agus yang gak ada rapi rapi nya soal penampilan
" hihii..baru 3 hari" cengirnya
" ya ampyunn...baru 3hari kamu bilang..itu tuh,, harusnya tiap hari ganti Agusss! apalagi kamu kan lajo,kena debu ma asap ..secara rumahmu juga dekat pabrik kan" lagi lagi Agnes mengomel
" mana sempat nyucinya, Nes..ibukku kan repot di warung..gak mungkin kan bapakku yang nyuciin ma setlikaain bajuku"
" alesan saja kamu..kan bisa pulang kuliah tuh, baju direndam trs cuci sebentar..diangin angin besok kering, disetlika trus dipake lagi. giman mau punya cewek kalo kamu lecek kayak gitu..liat tuh Yunan, biar di asrama masih bisa rapi."
" iya..besok dirapiin" sahut Agus..tak ingin memperlama berdebat dengan Agnes..toh, dia juga gak akan menang..
" serius lho..awas kalo gak rapi!" ancam Agnes
__ADS_1
Obrolan pun terhenti ketika dosen masuk dan memberikan mata kuliah asuhan keperawatan pada pasien dengan gagal nafas.
Tak ada lagi yang bersuara sebelum materi itu selesai..