Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas

Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas
praktek menyuntik


__ADS_3

Pagi itu mahasisiwa tingkat 1 sedang dihebohkan dengan persiapan praktikum dasar keperawatan..


Sudah sejak sehari sebelumnya, petugas piket menyiapkan alat, sarana dan prasarana untuk praktek perdana mereka di laborat kampus.


Dan disinilah mereka, sebuah laborat praktikum keperawatan.Nampak beberapa bed pasien, tiang infus dan peralatan keperawatan lainnya tertata rapi di ruangan tersebut.sementara di sebelah ruangan yang tersekat kaca transparan, nampak lemari lemari kaca berisi organ organ manusia yang diawetkan, serta beberapa phantom manusia yang ditata sedemikian rupa.


" baiklah..kali ini kita akan mempraktekkan cara menyuntik secara subcutan, intracutan, intramuskuler dan intravena..disini sudah tersedia jarum suntik betbagai ukuran serta beberapa ampul vitamin..kalian pilih pasangan kalian, untuk saling menyuntik..sebelum itu, adakah yang bersedia menjadi probandus?" panjang lebar bu nina menjelaskan prosedur hari ini


Hingga kemudian salah satu mahasiswa maju, dan berbaring di bed yang berada di tengah ruangan..Afing, Sang ketua kelas yang akhirnya menjadi volunter.


" siapa yang ingin praktek pertama"? tawar bu nina lagi


Agung, salah satu mahasiswa mengacungkan tangannya, kemudian maju dan menyiapkan alat injeksi..


" baiklah, Agung? injeksi apa yang ingin kamu lakukan?"


" saya ingin intravena bu?"

__ADS_1


" baiklah..sesuai teori yang sudah kita dapatkan, kamu jelaskan dulu alat dan bahannya, serta prosedurnya ..jangan lupa, anggap temanmu yang terbaring itu sebagi pasien beneran..jadi, komunikasi wajib dilakukan, termasuk dalam identifikasi pasien. kamu mengerti kan? kalo sudah siap, bisa dimulai..dan untuk yang lain, liat dan amati..nanti akan kita evaluasi setelah selesai"


Agung pun segera melakukan komunikasi kepada pasiennya, termasuk menjelaskan prosedurnya..terlihat sekali kegugupan dalam tindakannya..maklumlah baru pertama kali memegang praktik..


Sedangkan, pasien pura pura yang terbaring di bed pun tak kalah pucat, melihat jarum suntik yang disiapkan Agung


" Maaf ya ,mas Afing..saya mau menyuntikkan vitamin ini di tangan mas afing..ohya, sudah berapa lama mas afing dirawat disini? betah tidak? bagaimana makanannya? bagaimana perawatnya?" Agung terus berceloteh sembari tangannya memasukkan jarum suntik ke lengan Afing yang sudah di fiksasi.


"Ahh!" Afing meringis ketika jarum itu menancap sempurna di lengannya..


Agung pun segera melepaskan jeratan tornikuet dan menyuntikkan vitamin itu pelan pelan..


Sementara Afing masih mencoba menahan perih, hingga sesuatu yang dingin menekan lengannya yang tertancap jarum.


Agung segera menempelkan plester coklat pada bekas suntikan itu dan membereskan peralatannya..


" maaf ya ,Fing" ujarnya ketika melihat Afing masih meringis

__ADS_1


" iya, gak papa ,Gung..nanti gantian" jawab Afing yang kemudian beranjak dari bed itu..


Suara tepuk tangan sukses meriuhkan suasana laborat itu..hingga kemudian, bu Nina selaku dosen mengambil alih suasana dan memberikan sedikit evaluasi.


Hingga kemudian, para mahasiswa pun bergantian saling menyuntikkan vitamin kepada pasangannya..tak sedikit yang gagal, dan menyisakan tanda memar kebiruan di tangan pasangannya pertanda jarumnya tidak sesuai jalur..


Tak terasa suasana pun menjadi riuh kembali, sampai waktu praktikum telah usai.


Petugas piket dan beberapa mahasiswa merapikan kembali alat alat praktik itu, serta mengisi form pengembalian alat sebagai salah satu prosedur praktek di laborat itu..


Sedangkan mahasiswa yang lain pun, membubarkan diri kembali ke asrama untuk persiapan makan siang sebelum melanjutkan kuliah sore..


^^^^^


" sebelum nyuntik orang, harus tau rasanya disuntik juga kan..biar gak dibilang omdo..hahaha.."


-^-

__ADS_1


__ADS_2