
"Assalamualaikum" panggil Agnes ketika berdiri tepat di depan pintu..
sementara Pheby berdiri di sampingnya.
" Waalaikumsalam.." suara jawaban terdengar
Sesosok wanita paruh baya keluar..
Matanya menyipit, mencoba mengenali 2 gadis di depannya.
" iya mbak? ada perlu?" tanyanya
"Maaf, bu..kami mahasiswa perawat yang praktek di RS kemarin..ingin menjenguk bapak" jelas Agnes.
Si Ibu mulai ingat dan tersenyum..
" oh, maaf saya lupa mbak..mari silahkan masuk . bapak ada di dalam"
Agnes masuk mengikuti ibu itu, disusul Pheby di belakangnya.
" Pak, ini mbak nya yang praktek kemarin.
mbak, mari silahkan duduk"
__ADS_1
" iya bu..makasih"
" wah, senangnya bisa mendapatkan kehormatan kedatangan mbak berdua di gubuk kami." sahut Tn.S nampak begitu senang
Rumah yang sederhana seperti rumah pedesaan pada umumnya.
Meski Tn.S adalah guru PNS golongan 3, tapi rumahnya bisa dibilang terlalu sederhana untuk PNS jaman sekarang.
Ny. S datang membawa 2 gelas teh manis dan memberikannya kepada kedua tamunya..
" Mari mbak..diminum dulu..habis perjalanan jauh..maaf , adanya cuma air.." tawarnya
"iya , bu..terimakasih"
" bapak gimana kabarnya? sudah membaik?"
" eh..iya pak..saya pas jaga malam..jadi gak tau pas bapak pulang"
" terima kasih atas perawatannya ya mbak..senang sekali saya bisa dirawat sama mbak..sayang sekali ya, mbak belum jadi ketemu sama anak saya..waktunya gak pas..saat mbak jaga, anak saya gak datang..pas datang ,mbak nya pulang..hahaha" lagi lagi Tn.S mengingat anak lelakinya.
" saya juga berterima kasih sama bapak..sudah bersedia menjadi pasien saya..maaf kalo selama menjadi pasien saya, ada kesalahan" tutur Agnes
" Dan kami mohon ijin untuk pamit..jangan lupa untuk kontrol dan jaitan jangan sampe basah, ya" pamit Agnes
__ADS_1
" eh..kenapa buru buru? tunggu sebentar saja..tolong, mbak..sebentar lagi anak saya pulang..sayang sekali sudah sampai sini ko gak ketemu lagi..tolong sekali ini saja mbak" Tn.S memohon
Agnes memandang Pheby meminta pendapat..Pheby hanya mengangkat bahu pertanda terserah kamu.
" baik, Pak..kami tunggu sebentar ya"
dreng dreng..
Terdengar suara motor datang di luar rumah.
" itu anak saya sudah datang, mbak.." terang Tn.S sumringah
" Assalamualaikum" suara tegas dan keras mengiringi sosok laki laki tegap, kulit gelap dengan potongan rambut khas tentara yang masuk ke rumah itu..
Lelaki yang menjadi pusat perhatian itu langsung mendudukkan diri di samping sang ibu yang menatapnya penuh haru.
" Nak..kenalkan ini mbak mbak yang merawat bapak di rumah sakit kemarin..mereka sengaja datang menengok bapak"
Lelaki itu hanya menatap tajam ke arah Agnes dan Pheby, mengamati dengan teliti tanpa senyuman. sungguh berwajah datar dan beraura gelap..cocok dengan kulit hitamnya..
" cih,, sombong sekali cowok hitam ini..kayak gini mau dijodohin sama aku..Saleko yang sama sama tentara saja kayaknya gak sehitam dia deh" cibir Agnes yang merasa jengkel dengan tatapan tak ramah dari lelaki itu.
Sementara Tn.S masih saja memamerkan anak lelakinya itu dengan segudang cerita tentang prestasinya sebagai tentara..
__ADS_1
Tak ingin dianggap tidak sopan, Agnes hanya manggut manggut..dan Pheby pun bereaksi sama.
Sementara lelaki yang dibicarakan itu masih memandang tajam ke arah Agnes..entah apa yang dipikirkannya..