Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas

Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas
harus bisa move on


__ADS_3

Sorenya, Agnes memilih bermain di kos an adiknya Saleko yang terletak di belakang asrama itu.


Dia tidak ingin berlama lama di rumah mantannya itu , merasa tak enak dengan istri Saleko dan memang seharusnya dia menjaga diri kan.


Dia dijemput kedua adik perempuan Saleko yang kerja di kota itu.


" mbak..lama gak ketemu..gimana kabarnya?" sapa Tatik, si bungsu yang centil memeluk Agnes


" baik Dik..dah lama gak ketemu, kamu disini juga sama May?"


" iya mbak..mbak.may sekarang di kos, baru nyuci..ntar nginep di kos an aku ya mbak?" pintanya manja


" siap..aku pamit dulu sama kakakmu ya"


" Mas..aku mau ke tempat Tatik ya, nginap disana. mau ngobrol banyak." pamit Agnes


" iya Dik." jawab Saleko canggung, karena dia pun juga bingung mau menempatkan Agnes dimana.


Tadinya dia akan mempersilahkan Agnes tidur di kamarnya dengan istrinya, dan dia tidur di kamar tamu dengan Hadi.tapi merasa tak enak dengan perasaan Agnes yang mungkin akan sakit hati.

__ADS_1


Syukurlah adiknya datang dan mengajaknya menginap di kos annya.


" Tik, itu tadi Agnes sakit.nanti kamu kerokin di kos mu ya?" pinta Hadi


" benaran sakit, mbak?" tanya Tatik


" gak kok Dik, cuma mabuk perjalanan saja soalnya habis jaga malam langsung kesini" elaknya


" bohong, Tik..beneran tadi dia sakit, nanti kamu paksa dia kerokan dan minum obat..kerjanya saja yang perawat ,tapi gak mau dirawat" paksa Hadi


Saleko kembali tercenung dengan perhatian Hadi kepada Agnes.Bahkan aku belum pernah seperhatian itu sama Agnes ,batinnya sedih mengingat selama menjadi kekasih Agnes, mereka justru jarang berkomunikasi.


" Mas, pamitkan mbak Nik ya..aku pergi.,duluan ya ,Di" pamit Agnes yang kemudian mengikuti Tatik keluar rumah.


Hanya lima menit, kemudian mereka sudah sampai di kos Tatik.


" mbak may, mbak Agnes dah datang" teriaknya memanggil May yang sedang duduk di kamar


" mbak Agnes, pa kabar?" tanya May memeluk Agnes

__ADS_1


" baik Dik..kamu juga pa kabarnya.makin cantik saja"


" baik mbak..yuk masuk..kamarnya sempit ya mbak..harap maklum."


" sama saja Dik..di jakarta kamarku juga sempit"


" mbak..mbak Agnes masuk angin..aku mau kerokin dulu..mbak may bisa buatkan teh panas?" tanya Tatik yang sudah membawa seperangkat alat kerok


" ya..kerokan dulu mbak..trus istirahat.biar cepat pulih" ujar May meninggalkan mereka


Tatik segera mengambil kerokan dan memulai kerokannya..mereka sesekali ngobrol hingga kerokan selesai..


" mbak, diminum tehnya terus istirahat dulu..aku tinggal sebentar ya..kalo ada apa apa, mbak may di kamar sebelah" pamit Tatik


Agnes mengangguk dan membenarkan bajunya dan menyeruput teh panas yang sudah disiapkan May sebelumnya.


Hingga kemudian dia pun mencoba tidur. mengistirahatkan pikiran dan raganya.Kepalanya cukup pusing dengan apa yang dia lihat di rumah Saleko tadi.Meski dia mencoba tegar, tetap saja dia merasakan sakit, sakit yang tidak berdarah..


'Aku sudah melihat sendiri, dia telah bahagia dengan keluarga kecilnya. tak pantas aku merasa cemburu apalagi sakit hati..semuanya adalah takdir kan..lets go Agnes, kamu bisa .ciayo..kamu bisa move on..Tuhan telah menyiapkan jodoh terbaikmu di suatu tempat.Hingga tak terasa Agnes pun tertidur..

__ADS_1


__ADS_2