
Setelah penerbangan panjang Jakarta- Kuala Lumpur- Riyadh- Jeddah, akhirnya pesawat Saudia Airlines yang membawa rombongan Agnes dan kawan kawan tiba di bandara King Abdul Aziz Jeddah.Mereka turun dari pesawat menjelang isya waktu setempat.
Suasana yang berbeda terasa di bandara internasional itu.Pohon pohon kurma dan aroma padang pasir menyeruak khas,meski di sekitar bandara telah gelap terganti gemerlap lampu.
Setelah turun dari pesawat, ketujuh perawat itu melewati pemeriksaan paspor dan visa dari tim imigrasi bandara.Mereka diperiksa secara khusus oleh petugas bandara wanita bercadar di ruangan khusus.Ya..maklumlah, karena negara ini menganut budaya Islam yang kental.
" sister, tolong masuk lewat sini" salah satu petugas wanita itu menunjukkan sebuah bilik pemeriksaan.
Agnes masuk kedalam, dan di dalam sudah ada petugas wanita berseragam yang menunggunya.
" maaf sister, bisa anda buka kerudung dan abaya anda untuk kami periksa?" pintanya
Agnes tersentak kaget" hah, buka baju?"
" sister?? bisa lebih cepat, karena diluar masih banyak antrian yang harus diperiksa" tegur petugas itu ketika mendapati Agnes tak segera bergeming.
Dengan terpaksa Agnes menuruti petugas itu dan melepas pakaiannya hanya tersisa dalaman saja.
Setelah yakin tak mendapati hal hal mencurigakan, petugas itu kemudian melepas Agnes dan memintanya keluar bilik setelah membereskan pakaiannya.
__ADS_1
" huh, segitunya pemeriksaannya" gerutu Agnes bergegas keluar bilik dan bergabung dengan temannya yang lain yang sudah selesai pemeriksaan.
Setelah semua selesai diperiksa, mereka menunggu di ruang tunggu bandara untuk dijemput driver dari MOH( ministry of health).
Berhubung waktu sudah menjelang tengah malam, akhirnya mereka dipersilahkan menunggu di ruang tunggu sampai jemputan datang.
Mereka dimasukkan dalam ruangan disisi lain bandara itu.
Ternyata di dalam ruangan itu, telah berkumpul banyak TKW yang juga menunggu jemputan majikan.
Agnes dan teman temannya saling berpandangan.
Rombongan itu terlihat tidak nyaman, apalagi ruangan itu juga nampak penuh.
Hingga akhirnya, Charti yang sudah berpengalaman jadi TKW mencari tempat untuk mereka.
Setelah meletakkan tas bawaannya, mereka kemudian duduk bersebelahan, meluruskan kaki dan ada juga yang menuju toilet, menuntaskan kebutuhan yang terpendam sejak di dalam pesawat.
Pun dengan Agnes, setelah merasa lelahnya berkurang, dia juga beranjak menuju toilet dan sekalian mengambil wudhu untuk magrib dan isya yang terlewat.
__ADS_1
Hanya beberapa menit setelah dia menyelesaikan salatnya, Mita memanggilnya.
"Nes, yuk makan" ajaknya
" makan??" tanya Agnes memastikan.Karena memang tak ada yang membawa makanan dan dia melihat sendiri, di area bandara tadi tak satupun ada gerai makanan yang buka kecuali stand minuman dengan koin.jadi, bagaimana mereka mendapatkan makanan?
Mengerti akan pikiran Agnes, Mita pun berujar " iya dapat makanan dari petugas.yuk,..yang lain udah nungguin dari tadi" ajaknya
Agnes mengikuti Mita menuju ruangan yang bersebelahan dengan ruang penampungan itu.Disana telah nampak teman temannya sedang menyantap nasi fried chicken dari produk terkenal, lengkap dengan minuman dan sebuah apel merah.
Mengambil 1 porsi makanan itu, Agnes kemudian bergabung dengan teman temannya.Menunya cukup mewah jika harus membeli sendiri.
" apakah semua yang menunggu di bandara juga dapat makan seperti ini?" bisiknya ke Mita yang duduk disampingnya.
" kata bu Charti, gak juga.mungkin karena kita dari MOH dan masih menunggu jemputan lama, jadi dikasih makan juga.kalo yang TKW ART kan tanggung jawabnya majikannya" jawab Mita masih menyomot ayam gorengnya.
Hingga semuanya selesai menikmati makan malam itu, kemudian kembalai ke ruang istirahat yang mulai longgar, menandakan para TKW sudah dijemput majikannya.
Mereka bertujuh mencari posisi nyaman untuk kemudian merebahkan diri sambil menunggu jemputan.
__ADS_1