
Sejak malam pertemuan itu, sampai Saleko kembali bertugas, Agnes tak lagi bertemu dengan kekasihnya itu..bahkan saat Saleko kembali pun, Agnes tidak tau dan tidak ada kata pamit..sungguh mengenaskan..kerinduannya tak sepadan dengan pertemuan keduanya.
Meski setelah itu, Agnes dan Saleko masih berkirim kabar lewat surat.
Sementara, hubungan Sutar dan Agnes mulai akrab..
Sutar dalam berbagai kesempatan, mencoba menyapa dan mengenal lebih dekat kekasih sahabatnya itu.
Tak dapat ia pungkiri memang, usahanya untuk dekat dengan Agnes membuat sisi lain hatinya ikut bergetar ketika melihat Agnes..
Yah,..bisa dibilang dia mulai tertarik dengan sosok Agnes yang pintar, dan nampak setia dengan Saleko, yang tanpa Agnes tau kesehariannya di perantauan..
Sayangnya , Agnes tak menyadari itu..dia terlalu polos untuk menganggap Sutar sebagai sahabat kekasihnya, yang berarti juga sahabatnya..
Beruntung Agnes tak punya banyak waktu untuk bermain,,mengingat dia sudah kelas 3, dan sebentar lagi persiapan ujian akhir..
Dia juga sudah mulai melupakan kekecewaannya pada pertemuan mereka terakhir di malam itu..
Setidaknya, Saleko masih mengirim surat..
__ADS_1
Mereka masih saling berkirim kabar meski intensitasnya mulai berkurang..
Bagi Agnes, itu sudah cukup untuk pembuktian , bahwa mereka masih saling menjaga perasaan masing masing...
-‐-------
"Nes, ada brosur PMDK di Malang. Kamu daftar gak? Lumayan kan ,gak usah ribet mikir ujian sipenmaru. aku yakin kamu bakal lolos, secara nilaimu selama ini gak mengecewakan" obrolan siang itu di jam istirahat antara Agnes dan Neny
"ah, benarkah? jurusannya apa saja,Nen?"
" mipa, akuntansi , dan gak inget yang lainnya.kamu tertarik?.ntar daftar sama aku ya"
" gak tau,Nen..aku tanya ortu dulu..mereka kasih ijin gak buat kuliah jauh jauh..lagian aku pengen kuliah yang lulusnya bisa gampang nyari kerjanya"
"oke,Nen"
Sepulang sekolah, seperti biasa malamnya Agnes belajar dan menyiapkan pelajaran hari berikutnya..dilihatnya ortunya masih di depan TV..
" Pak, Agnes mau bicara sebentar"
__ADS_1
"iya, ada apa?" jawb bapaknya sambil mengecilkan volume TV
" Tadi di sekolah ada pengumuman penerimaan mahasiswa baru di malang, gak pake tes..cukup pake nilai rapor kelas 2 dan 3..kalo Agnes ikut daftar boleh gak ,pak?"
" dimana kuliahnya?"
" malang, pak.universitas negeri kok pak..jadi biayanya ringan"
" apa di dekat sini gak ada?"
" yang paling dekat adanya jurusan kedokteran, pak.. dan syaratnya lebih susah"
" anak perempuan itu sekolah gak usah jauh jauh, yang dekat saja, biar bisa pulang setiap hari" putus bapaknya
hhhuhh..oke fix..gak dapat ijin..itu artinya Agnes harus persiapan untuk ikut ujian masuk kebidanan kalo pengen lulus gampang cari kerja..
Kesibukannya menghadapi ujian akhir dan persiapan pendaftaran ujian masuk akademi kebidanan, membuat Agnes sejenak melupakan hubungannya dengan Saleko..
Fokusnya sekarang adalah lulus dan kuliah,, kalopun nanti dia berjodoh dengan Saleko, setidaknya dia mempunyai sesuatu yang bisa dia banggakan untuk orang tuanya..mengingat, kakak kakaknya tidak ada yang kuliah, dan hanya Agnes yang diharapkan sebagai anak bungsu bisa melanjutkan pendidikan menjadi sarjana seperti cita cita bapaknya..
__ADS_1
Dan ujian akhirpun selesai, tinggal menunggu pengumuman kelulusan..
Agnes yang sudah memantapkan diri untuk mengambil jurusan kebidanan di salah satu akademi kebidanan di semarang,, sibuk mencari informasi pendaftaran..