
Menghadiri pernikahan malam itu menjadi acara terakhir kebersamaan mereka..Hari hari selanjutnya mereka hanya bertemu beberapa kami secara tak sengaja dan itupun hanya segelintir orang saja yang pergi ke kampus untuk pengambilan ijazah mauoun legalisir.
Demikian juga dengan Agnes..Setelah mengambil ijazah dan legalisir, kini waktunya lebih banyak di rumah..mendapatkan peringkat ke 3 tak serta merta menjadikannya mudah mendapatkan pekerjaan..apalagi hanya untuk wilayah soloraya..
sudah berlembar lembar surat lamaran kerja dia masukkan ke berbagai rumah sakit di kota itu, dan belum satupun yang dipanggil untuk wawancara.
Sementara di rumah, dia tidak memiliki aktivitas selain mengisi waktu sore dengan anak anak TPa ditemani sahabat sahabatnya, Jack dan mbak Susi.
Hingga akhirnya musim penerimaan ASN dari beberapa kabupaten menarik hatinya..iseng iseng berhadiah, meski dia pesimis bisa lolos dengan cara biasa. Tapi jika dengan uang, bukan hanya dia tak punya, tapi juga dia tak akan mengambil jalan pintas seperti itu karena sebuah prinsip.
Kali ini, dia mengikuti seleksi CPNS di kabupaten madiun, bersama beberapa temannya, Agus, Heri dan Yuni..Bukan tanpa sebab dia memilih kabupaten itu, selain karena formasi yang dibutuhkan lebih banyak juga karena persyaratan lebih simpel dari beberapa kabupaten lain yang harus memakai sertifikat toefl sebagai salah satu syarat administrasi.
Agnes menjemput Agus di rumahnya siang itu..mereka telah berkencan sebelumnya dengan Heri, untuk berkumpul dan menginap di rumah Yuni di madiun kota. Jadilah mereka berangkat siang itu dengan bis AKDP yang agennya tepat di depan rumah Agus.
Beruntung rumah Yuni berada di jalur bis Solo Surabaya sehingga mereka tidak perlu oper lagi.
__ADS_1
Agnes dkk tiba di rumah Yuni ketika waktu menjelang magrib, karena arus lalu lintas yang cukup macet.
Yuni yang sudah ditelpon sebelumnya, telah menyiapkan 2 kamar tamu untuk mereka.
" masuk yuk" ajak nya ketika melihat 3 temannya itu tiba
Mereka bertiga masuk ke dalam rumah Yuni yang terbilang cukup bagus dibandingkan rumah mereka..maklum, ibu Yuni adalah pengusaha mebel terkenal kota itu, sedangkan ayahnya telah lama meninggal dan kakak Yuni bertugas sebagai salah satu komandan di angkatan udara di Jakarta. jadilah Yuni tinggal bersama ibunya di rumah besar itu.
" mbak Agnes, kamarnya yang itu, dan kalian, Agus dan Heri kamar sebelahnya ya..silahkan mandi dulu sebelum magrib" ujarnya
" yuk..makan dulu" ajak Yuni diikuti ketiganya ke ruang makan yang terletak di belakang rumah itu..Nampak sajian makanan sate ayam, sate kambing dan beberapa lalapan tersedia di meja makan mewah itu..
" mbak Yun, ibu kemana?" tanya Agnes yang memang belum bertemu dengan ibu Yuni sejak mereka tiba
" ibu sedang keluar kota kirim barang..nanti malam baru pulang..gak papa, aku dah bilang kalo ada temanku mau menginap buat tes CPNS besok" ujarnya
__ADS_1
" ohh..." Agnes kembali melanjutkan mengambil nasi dan beberapa tusuk sate ayam yang begitu menggoda.
" Assalamualaikum.." sebuah suara terdengar dari pintu masuk diikuti sesosok pria tampan berseragam polisi lengkap masuk ke rumah itu.
Yuni segera beranjak dan menyambut pria itu yang kemudian masuk ke kamarnya.
Agnes dan kedua temannya sedikit terkejut denga kehadiran pria yang langsung masuk kamar Yuni itu.
Hingga kemudian, keduanya keluar kamar dan menyapa mereka.
" selamat datang, silahkan dinikmati hidangan ala kadarnya," kata pria itu
" iya Mas, terima kasih..ini sudah banyak kok lauknya" jawab Agnes yang kemudian menjadi kikuk.
Yuni segera mendekat dan memperkenalkan pria itu.." teman teman, kenalkan, ini Mas Sugy, suamiku"
__ADS_1
" upsss...suami?"