Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas

Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas
cemburu yang terlambat


__ADS_3

" Jeng, itu pengantinnya" celetuk salah satu tamu yang datang siang menjelang sore itu..


" yang mana?" tanya ibu Saleko tak mengerti, karena dia tak mendapati menantunya di ruangan itu kecuali Agnes yang sedang menyantap hidangannya.


Agnes yang mendengar celetukan itu, hanya tersenyum geli.." mantan calon ,tante" batinnya terkikik.


Seharusnya memang dia kan pengantin perempuannya hari ini?


Apalagi sekarang dia juga mengenakan kebaya putih, wajar jika dianggap sebagai pengantin..wkwkwkwk..


Setelah berbicara dengan istrinya, Saleko kembali menemani Agnes menikmati hidangan pasca resepsi siang itu.


Ia juga mendengar ketika para tamu menganggap mereka adalah pengantin hari itu..Tersenyum dan menikmati wajah merona dari mantan kekasihnya, menjadi pilihan Saleko.." Dia benar benar telah berubah menjadi wanita dewasa yang anggun, berbeda dengan beberapa tahun yang lalu" batin Saleko kembali mendesah..' sayang ,gadis yang sejak kecil membayangiku ini tak bisa kumiliki' .


Merasa diperhatikan ,Agnes segera menyudahi makannya, meletakkan piring kosong itu di bawah meja dan meneguk minumannya untuk membilas makanan yang telah dikunyahnya itu.

__ADS_1


" kenapa Mas?" tanyanya ketika memperhatikan pandangan Saleko tak lepas darinya.


" gak apa apa ,Dik..benar kata orang orang tadi..seharusnya, kamu lah pengantinku..sayangnya, kita gak berjodoh ya ,Dik." ucapnya sendu seiring rasa sesal yang menggerogoti hatinya karena tak sabar menunggu Agnes dan meyakinkan kakeknya yang bahkan kini telah tiada.


" jadi, nyesel? belum terlambat , mumpung aku dah disini, sekalian.." candanya


Saleko melongo tak percaya, benarkah Agnes mau menjadi istrinya, maksudnya istri kedua?


Logikanya mendadak gak bisa berpikir bahwa dia seorang tentara yang sudah pasti tidak akan diijinkan mempunyai istri lebih dari satu.


Agnes yang merasa sudah berhasil menggoda akhirnya tersenyum simpul, bahkan berusaha menahan tawanya..


" aku hanya bercanda Mas..apa yang terjadi sekarang, semua adalah takdirNya..Istrimu adalah pilihanmu, dan dia yang terbuat dari tulang rusukmu, bukan aku, bukan yang lainnya..jadi, lupakan kisah kita..cintai istrimu sepenuh hati, beri dia kebahagiaan, dan jangan sakiti hatinya..Ketika dia memilihmu, tentu banyak hal yang ia korbankan, jadi hargai pengorbanannya dengan menjadi suami terbaik untuknya..maaf, jika selama kita bersama, aku punya banyak salah sama kamu, Mas..kita pernah memulainya dengan baik baik dan aku berharap kita juga mengakhirinya dengan baik baik juga.."


Saleko terdiam, tak menyangka Agnes berpikiran begitu dewasa setelah beberapa tahun mereka tak bertemu.

__ADS_1


" aku pamit ya Mas.. semoga bahagia" ucap Agnes beranjak meninggalkan ruangan itu.


Berpamitan kepada keluarga Saleko yang menatapnya dengan iba.


Sedangkan Saleko memilih mengantarnya sampai penghujung jalan ketika dia mendapati Sutar, telah berdiri disana siap dengan motornya untuk mengantar Agnes pulang..


Mendadak hatinya sakit dan cemburu melihat kedekatan Sutar dan Agnes ..bahkan dia yang sebagai kekasihnya saja, baru sekali memboncengkan Agnes.


" sudah selesai Nes? lama sekali, pake acara nangis?" tanya Sutar ketika mendapati Agnes yang sudah mendekat padanya.


" sudah ,Tar..tadi ngobrol dulu..saking lamanya ngobrol, dikiranya aku pengantinnya" jawab Agnes yang kemudian tertawa mengingat momen tadi.


Sutar terdiam dan tersenyum masam.." bahkan saat Saleko jelas jelas sudah menikah pun kamu masih mengharapkannya" batinnya sendu


" jadi nganter aku, kan?" tanya Agnes manja

__ADS_1


Sutar mengangguk, tak ingin melepas kesempatannya untuk dekat dengan Agnes.Toh, Saleko sekarang sudah melepaskannya..


****


__ADS_2