
" mbak..bangun dah mau buka" suara lembut Heni membangunkan Agnes yang terlelap
Sedikit terlonjak , Agnes membuka matanya..mengingat kembali dimana dia sekarang..
Segera setelah kesadarannya penuh, dia beranjak dan melihat keluar..benar, diluar dah mulai gelap..
Melangkah merasa tak enak karena tertidur terlalu lama, Agnes mengikuti Heni ke meja makan.
Nampak disana sudah penuh dengan hidangan pembuka puasa, es sirup, kolak,dan teh manis serta beberapa lauk..
Keluarga Heni juga berkumpul di meja makan itu.
Sedikit canggung, Agnes menyapa kedua orang tua Heni.
Setelah menghabiskan menu bukanya, Agnes diajak Heni ke mushola untuk salat magrib sekaligus persiapan tarawih..
Setelah menghabiskan 23 rekaat tarawih itu, mereka pulang dengan rasa ngantuk yang tak tertahan..
Rumah sudah sepi saat keduanya memasuki rumah..mengunci pintu dan masuk kamar, melanjutkan tidur, agar besok bisa bangun awal untuk sahur..
^^^
Sesuai permintaan Agnes, pagi ini setelah subuh, mereka pergi ke tambak bandeng yang letaknya tak begitu jauh..berjalan kaki di pematang tambak yang basah..Nampak bandeng bandeng bergerombol ketika bapak Heni memberi mereka makan..
" Hen, ini semua tambak berisi bandeng?" tanya Agnes kagum karena baru kali ini dia melihat tambak bandeng
" iya, semuanya mbak..kalo pas gak kena pasang, ya aman ..tapi kalo pas pasang, airnya bisa luber sampai ke jalan..habis ikannya"
" ohh...berarti dekat pantai ya?"
__ADS_1
" itu,! di balim pohon manggrove itu sudah pantai..pantai kartini"
" wah..benarkah? kita bisa kesana ,Hen?"
" ayo mbak"
Setiba di pantai, Agnes berlarian berkejaran dengan ombak..sesekali dia tertawa lepas..rumahnya di daerah pegunungan, melihat pantai tentu sesuatu yang istimewa..
Tak ingin melewatkan waktu, dia ikut mencari beberapa hewan laut yang terdampar, hingga beberapa kepiting dan kerang berhasil dia dapatkan..
Sementara Heni menemui bapaknya untuk meminta wadah..
Tak terasa hari beranjak siang.mereka bergegas pulang membawa sekantong plastik hasil buruan laut pagi itu..
" wah, bawa apa itu? " sapa ibunya Heni ketika melihat mereka masuk halaman
Setelah mandi dan salat dhuhur, mereka duduk di teras rumah itu..memandangi jalan raya yang ramai..
Agnes memilih bermain ayunan, menikmati hembusan angin pantai..besok pagi dia sudah harus kembali..dan mungkin, dia tidak akan punya kesempatan kembali ke rumah ini..
Tak banyak obrolan siang itu, hingga kemudian masing masing memutuskan untuk tidur siang.
Setelah asar, Agnes yang sudah terbangun.membantu Heni yang sedang mencuci kepiting mereka tadi..
" mau dimasak apa ,Hen?" tanya Agnes
" mbak sukanya apa?"
" aku belum pernah makan kepiting..terserah kamu saja"
__ADS_1
Dan akhirnya, kepiting itu siap disantap dibumbu asam manis bersama sop kepala bandeng..
Meski terlihat segar dan menarik, tapi Agnes yang belum pernah menyantap kepiting apalagi sop ikan, yang lebih terlihat seperti ikan berenang itu..membuat Agnes memilih menu ayam goreng dengan sambal..Dia gak mau beresiko dengan makanan yang belum pernah dia makan, apalagi di tempat orang..
" kepitingnya gak dimakan?" tanya ibunya Heni yang heran
" saya gak biasa makan kepiting" jawab Agnes merasa tidak enak
" oh..tapi bukan alergi kan? kalo begitu ambil yang lain saja"
Dan seperti malam sebelumnya, kali ini Agnes memilih salat di rumah..selain karena mau paking, dia juga malas ikut tarawih 23 rekaat.
^^^
Paginya...
"mbak, ini bandengnya dibawa..sudah dibungkus plastik kok..aman sampe rumah dan gak bau di bis" Heni menyerahkan plastik hitam berisi beberapa bandeng..
" makasih ya ,Hen..aku balik dulu..sampe ketemu minggu depan" pamit Agnes
" iya mbak..hati hati..dari sini nanti, turun terminal trus ganti bis jurusan Solo ya mbak.."
" iya ,Hen..gak usah kuatir..ntar bisa tanya tanya"
Agnes pun pamit kepada keluarga Heni yang mengantar sampai pinggir jalan raya, menyetop bis mini yang membawa Agnes ke terminal..
" trima kasih, Hen..gak tau kapan lagi bisa ke tempatmu, setidaknya aku sudah bersilaturahmi ke rumahmu"
^^^
__ADS_1