
" Nes....? kamu gak papa?" tanya Sutar yang sedari tadi melihat Agnes tampak menahan air mata
" aku gak papa kok , Tar.." jawab Agnes mencoba mengalihkan pandangannya ke sembarang arah, berusaha menyembunyikan kesedihannya.
" itu diambil pas main main saja Nes..gak serius..biasalah, mereka kan juga berteman sejak kecil, apalagi sama sama merantau, jadi ya sering main bareng..gak cuma mereka kok, masih banyak teman teman kita disini yang sering jalan bareng bareng sesama perantauan" jelas Sutar berusaha mengurai kesalahpahaman.
"teman ? tapi kenapa terlihat begitu mesra? bahkan Saleko tak canggung merangkulnya. teman gak seperti itu kali..mereka bahkan terlihat seperti sedang berpacaran? tersenyum bahagia" batin Agnes menolak penjelasan Sutar, karena tidak sesuai apa yang dilihatnya.
Tapi dia juga malas untuk bertanya lebih dalam. Dia tidak ingin terlihat menyedihkan di depan Sutar..setidaknya, dia masih punya harga diri kalo dia bukan tipe orang yang mudah untuk ditipu.
Cukuplah apa yang dia lihat di foto itu. Cukuplah untuknya mengambil keputusan.
Yah, di foto yang menjadi fakta baru bagi Agnes itu, terlihat Saleko berdiri berdampingan dengan seorang gadis manis dan mungil, dengan rambut tergerai. dimana Saleko nampak merangkul pundak gadis itu.keduanya tersenyum manis menghadap kamera..terlihat, mereka seperti sedang dalam perjalanan jauh di dalam bis.
__ADS_1
Jadi seperti inikah Saleko di sana?
seperti inikah sosok calon imam yang dia banggakan?
seorang laki laki yang dengan mudahnya merangkul seorang gadis yang bukan sodaranya, sementara dia masih mempunyai kekasih yang bahkan belum dia putuskan.
Bagaikan sebuah puzzle..Agnes mencoba merangkai sebuah fakta yang dia rasakan selama ini ketika berstatus sebagai kekasih Saleko.. dari ketika cowok itu dengan nekat mengirimkan surat cintanya ke Agnes lewat sekolah, perhatiannya selama ini, dan pertemuan mereka terakhir kali..
yah, Saleko memang yang pertama nembak dia., Saleko bahkan terbilang nekat mengirimkan surat cinta tanpa tau pasti alamat Agnes..dan bukankah itu artinya Saleko bener bener menyukai Agnes kan?
Walaupun kemudian Agnes mencoba menyadari, bahwa sejak dia lulus SMU, bisa dibilang antara mereka tak ada lagi komunikasi..tak ada sedikitpun usaha Saleko untuk bisa berkomunikasi dengan Agnes meski lewat surat..kalopun ada komunikasi diantara mereka, terakhir kali justru Agnes yang menelpon duluan..setelah itu, tak ada lagi komunikasi sampai terakhir kencan sekaligus perpisahan mereka di stasiun balapan..
Jadi selama ini, apakah Saleko hanya berpura pura mencintainya? kemudian dia setelah berhasil dia dapatkan, dia campakkan??
__ADS_1
kenapa? kenapa Saleko bisa begitu keji?
bukankah selama ini mereka baik baik saja, bahkan kedua orang tua mereka juga bersahabat baik..
Dan bodohnya Agnes masih dengan setia menunggu..memberikan kesetiaannya pada Saleko..memberikan hatinya kepadanya tanpa syarat. menerima segala kekurangan Saleko, belajar menerima keluarganya dan bahkan dia juga sudah belajar menjadi istri tentara..
yah..sudah sejauh itu mimpi Agnes..karena prinsipnya sekali berpacaran dan serius menikah..
Tapi sepertinya prinsip itu, hanya akan jadi sebuah prinsip tanpa bisa jadi kenyataan..
Agnes merasa tak sanggup lagi menerima pengkhianatan seperti ini. cukup sudah pengorbanan Agnes selama ini.
Bolehkan Agnes menyebutnya sebagai pengkhianatan? Ataukah mungkin bisa disebut sebagai perselingkuhan??
__ADS_1
Yah..Agnes telah diselingkuhi.. Dia telah dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya sendiri..