Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas

Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas
telpon dari Saleko


__ADS_3

" mas.. mas Saleko?"" Agnes mengulang nama itu dengan terbata


" iya dik..apa kabar?" suara Saleko maaih menghangat


Sungguh demi apapun, pertahanan Agnes melemah seketika mendengar suara itu..suara yang pernah dia rindukan..benarkah ini dia?


" bbaik mas..mas sendiri apa kabar?" tanya Agnes sambil menata hatinya


" mas ,baik dik..maaf ya, baru bisa nelpon..selamat udah jadi mahasiswi sekarang..maa gak ganggu kan?"


lagi lagi Saleko bertanya dengan penuh kelembutan


" gak kok mas..kalo sore begini santai.."


" mas sudah sejak kemarin telpon lho dik..yang ngangkat pak satpam..katanya adik lagi pengajian di masjid.. susah ya telponnya, sibuk terus..baru sekarang bisa nyambung"


" eh, iya mas..kalo sore, ada kegiatan si masjid seminggu 3x..selang seling..telponnya banyak yang antri mas,maklum di asrama hanya ada 1 telpon..itu juga gak bisa lama lama.." jawab Agnes


" oh,..ya sudah kalo gitu..mas cuma kangen sama adik , dah lama gak ngobrol dan kirim kabar..nanti adik kasih alamat kampusnya ya?" pinta Saleko


" insyaAllah mas"


" ya udah, mas tutup ya, Assalamualaikum"

__ADS_1


" waalaikum salam"


Agnes menutup telponnya dan segera berpamitan denga pak satpam yang duduk diluar pos..


Kemudian menyusuri jalan menuju asrama seraya kembali memikirkan Saleko yang tiba tiba menelponnya..


Walau masih sakit hati, tapi tak menampik perasaan bahwa Agnes bahagia dengan perhatian Saleko itu..


' huh..kacau..bagaimana bisa dia menelponku, dan mengatakan kangen sama aku? sebenarnya gimana sih perasaannya sama aku?' batin Agnes masih belum bisa memahami.


Sesampainya di asrama, Agnes langsung masuk ke kamarnya dan bersiap siap salat magrib berjamaah di lorong asrama..susah menjadi kebiasaan penghuni asrama itu, untuk melaksanakan salat magrib berjamaah..


Menghabiskan waktu beberapa menit untuk membaca qur'an dilanjutkan makan malam sebelum menuaikan salat isya di masjid.


" dik Agnes, ayo berangkat!" suara panggilan mbak yuli dari lorong terdengar


" iya mbak..tunggu sebentar" jawab Agnes sambil memakai mukenanya


" Nes, kamu dekat banget ya sama mbak Yuli..udah kayak adik kesayangannya saja" celetuk Wanti, teman sekamarnya.


" iya kali, Wan..mbak Yuli baik banget sama aku.mungkin cuma mbak Yuli yang akrab sama aku..orangnya juga ngemong kok..cocok lah, aku kan gak punya kakak perempuan" jawab Agnes sambil berlalu meninggalkan kamarnya


" aku ke masjid dulu ya..mungkin agak malam pulangnya, soalnya ada kajian dulu sebentar" pamit Agnes sambi lalu..dan hanya diangguki oleh teman teman sekamarnya yang lain..

__ADS_1


Agnes pun berjalan beriringan dengan mbak Yuli, sesekali bercanda hingga keduanya sampai di masjid..


Nampak teman teman hijaber serta kakak tingkat yang berhijab hadir disitu..karena malam ini memang jadwal rutin kajian mingguan tentang fikih di masjid itu.


Setelah isya, para jamah kajian pun setia menunggu ustadz memulai materinya..


Agnes yang memang belum sepenuh hati mengikuti kajian itu, nampak menahan ngantuknya..


Demi menjaga rasa tak enaknya dengan mbak Yuli yang sudah dianggapnya seperti kakak perempuannya, dia bersedia hadir disitu.


Tapi dasar Agnes..di tengah tengah materi ,dia tertidur dengan telungkup tanpa sadar..


" dik !..dik Agnes!" suara panggilan mbak Yuli masih belum mampu membangunkan Agnes yang terlelap seakan didongengkan


" dik Agnes! " lagi lagi mbak Yuli memanggil dan menggoncangkan tubuh Agnes lebih kencang


" Eh..!" dengan linglung Agnes mengerjab..melihat sekelilingnya sudah sepi


" sudah tidurnya? ayo kita balik" ajak mbak Yuli


" eh..maaf mbak, Agnes ketiduran" cengirnya


" iya, gak papa..lain kali kalo ngantuk, cuci muka ya" jawab mb Yuli seraya menggandeng tangan Agnes yang masih belum sadar penuh..

__ADS_1


Dengan langkah gontai setengah mengantuk, Agnes mengikuti langkah mbak Yuli menuju asrama..


__ADS_2