Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas

Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas
malam pertama di asrama


__ADS_3

preet pret pret...


Bunyi peluit panjang menandakan kegiatan ospek hari itu telah selesai..


Terlihat para peserta ospek menghela nafas lega, mengingat seharian ini mereka tidak merasakan cukup istirahat mengingat padatnya jadwal ospek hari itu.


Mereka segera berhambur dari lapangan tenis yang dipake sebagai ajang latihan PBB atau lebih kerennya area perploncoan dengan dalih disiplinitas.


Tak peduli dengan peluh yang membanjiri kemeja putih dan bawahan hitam mereka yang sudah tidak karuan warnanya,,mereka tetap berlari menuju asrama masing masing..seakan akan takut tertinggal sesuatu..


Tak terkecuali Agnes..wajahnya sudah memerah menahan rasa panas akibat berjemur matahari sesore itu..belum lagi suara teriakan para panitia yang gak ada lembut lembutnya, menambah rasa lelah yang


tak terkira..


Memasuki kamar mereka, Agnes tak segan melepas dan melempar kerudung putihnya ke tempat tidurnya di tingkat atas itu..kemudian mengambil sembarangan buku yang terjangkau olehnya untuk mengipasi wajahnya yang kepanasan..


'huhhahahahuh' dengan nafas masih tersengal akibat rasa panas yang mendera ditambah kamar itu terlalu sempit untuk ditempati 4 bed tingkat hingga celah udara pun terasa minimalis.


" sudah ada yang antri mandi?" tanya Agnes memecah suasana


" tadi Esti sama Ester sepertinya sedang antri" jawab Heni

__ADS_1


" habis mereka ,siapa yang mandi?"


" oki, dan endang" jawab heni lagi


" ya ud, aku antri habis oki ya"


ceklek...


" oki mandi" suara Esti yang baru masuk kamar membuat semua menoleh..


Oki bergegas menyambar handuk dan baju gantinya bersiap keluar kamar


" yah, airnya mati? belum juga mandi.mana sudah gerah lagi" keluh Agnes


" katanya memang seperti itu..tiap pagi dan sore, saat jadwal mandi, airnya selalu mati..mungkin karena semua pake bersamaan, jadi tandonnya habis" jelas Esti seraya mengeringkan rambutnya yang terlihat masih basah


" wah, berarti kita harus mulai mandi jam 4 pagi dong biar gak telat" celetuk Heni


" mandi jam 4? jam segitu aku mah masih pewe itu" sahut Agnes..gak bisa membayangkan bangun jam 4 hanya untuk mandi..


" namanya juga di asrama, siapa cepat dia dapat..tadi aja aku harus nungguin antrian dari mbak mbak selesai dulu..baru bisa mandi..itupun airnya tinggal dikit, musti nampung dulu" jelas Esti yang telah selesai dengan rambutnya.

__ADS_1


" Hen, mandi! kamar mandi no 3 ya " suara Endang yang baru masuk membangunkan Heni yang sedang rebahan


" udah ngalir airnya, Ndang?"


" belum, Nes..ya kecil banget..tapi kalo mau nampung ya cukuplah buat mandi" jawab Endang


" masih ada 1 kamar mandi yang airnya ngalir, tapi dah dibooking sama mbaknya kamar 7..kalo berani, minta pake ember" jawab Ester


" yah, mana berani..liat tampang mereka aja udah serem kayak gitu..amit amit deh, senior sih senior, tapi kayak ibu tiri aja sadisnya" Agnes bergidik ngeri, membayangkan ketika sebelumnya berpapasan dengan seniornya yang menampakkan wajah sadis saat akan buang air kecil siang tadi.


" hust..pelan pelan kalo bicara.nanti kedengaran kakak kelas, besok kita bisa dihukum pas ospek..mending cari aman dulu deh" Oki menengahi


Dan setelah drama antrian kamar mandi itu, akhirnya mereka berhasil membersihkan diri semua..gak bisa maksimal sih, tapi setidaknya tidak ada lagi bekas keringat di tubuh mereka.


Dan seakan akan tidak mau membuang waktu, mereka berdiam di tempat tidur masing masing selepas makan malam untuk mengerjakan tugas mereka hari ini..berharap besok tidak mendapatkan hukuman..


Hingga waktu beranjak semakin malam, mereka pun tertidur dengan posisi masing masing, tak peduli dengan suara dan gigitan nyamuk yang menembus kulit mereka..


Mungkin karena mereka terlalu lelah..


# ospeknya masih 5 hari lagi ya

__ADS_1


__ADS_2