Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas

Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas
Yunan sakit?


__ADS_3

Hari hari Agnes kini mulai disibukkan dengan padatnya jadwal kuliah teori dan praktikum laborat..


Kuliahnya di jurusan ini memang lebih padat dibandingkan di universitas..karena semester 2 nanti, sudah masuk praktek klinik di RS, sehingga mau tidak mau teori dasar harus sudah dikuasai.


Tak lupa Agnes juga berusaha menyempatkan diri untuk berkabar kepada Saleko..Ia berharap bisa mengurangi kesalahpahaman mereka selama ini. lebih tepatnya kesalahpahamannya sendiri..


' huh..akhirnya selesai juga, setidaknya aku sudah berkabar sama dia..terserah dia balas suratku atau enggak bukan lagi hal yang penting buatku' guman Agnes dalam hati seraya melipat surat yang akan dikirimkannya ke Saleko dan memasukkannya ke dalam amplop..Rencananya surat itu akan dia pos kan besok siang saat jeda makan siang..


^^^^^^


" Mbak Agnes...mas Yunan gak masuk lagi!" seru Heni saat Agnes tiba di lokal kelas pagi itu


" Yunan bolos lagi?" tanya Agnes memastikan.


Heni mengangguk mengiyakan.


Agnes segera masuk dan menaruh bukunya di kursi favoritnya pojok belakang..tempat dia mojok saat kuliah bersama yunan yang duduk di sebelahnya.


Ditatapnya kursi sebelah yang biasa ditempati Yunan, yang sudah kosong beberapa hari ini..


Infonya, Yunan pamit pulang karena sakit.. Tapi tidak ada surat keterangan sakit.

__ADS_1


' Huh, anak ini.bener bener cari masalah.' gerutu Agnes.


Pasalnya Agnes tau kenekatan cowok itu kalo lagi ada masalah..terakhir cowok itu curhat kalo ada masalah dengan ayahnya.


Dia merasa ditekan oleh ayahnya dan dipaksa kuliah di keperawatan, padahal dia tidak berminat sama sekali..impiannya menjadi arsitek dan pemain bola "ajax amsterdam"..


" Fing! ini Yunan gak masuk lagi! Gak ada acara gitu nengokin dia?" tanya Agnes pada Afing, sang ketua


" iya, Nes..perwakilan saja. kakak tingkat di asrama juga nanyain. Kamu sama Agus saja sana, ijin gak ikut kuliahnya bu Atha sekali kan gak papa" jawab Afing


" Aku belum tau rumahnya ,Fing..kalo Agus kayaknya juga belum kan ,Gus?" tanya Agnes menoleh ke Agus yang lagi bengong


"Pokk..!! hei, diajak ngomong malah melamun. kamu dah tau rumahnya Yunan belum?" Agnes menepuk bahu Agus dengan bukunya.


" Pheb, kamu dah tau rumahnya Yunan kan? yuk kita tengokin dia..sakit beneran apa pura pura. ntar kamu boncengan ma Gito" tanya Agnes sama Pheby yang memang satu kota dengan Yunan..


" kalo rumah pastinya gak tau..tapi arah ke rumahnya tau..nanti tanya tanya aja kalo dah deket" jawab Pheby yang melihat ke arah Gito minta persetujuan..


Gito yang diliatin kemudian mengangguk tanda setuju.


" Ya udah, kita berangkat sekarang yuk..biar gak kesorean" ajak Agnes kemudian beranjak dan membereskan buku bukunya diikuti Pheby, Agus dan Gito.

__ADS_1


" Hen, aku nitip bukuku kalo turun ntar taro aja ditempat tidurku ya" pinta Agnes


" iya mbak." jawab Heni singkat


Berempat akhirnya mereka menuju pos satpam untuk pinjam helm.


" Pak, helmnya yang lebih jelek gak ada lagi?" tanya Pheby ketika mendapatkan helm yang sudah gak berbentuk helm itu


" cuma itu satu satunya yang bapak punya ,dik. yang penting masih bisa dipake kan" seloroh pak satpam


" kalo cuma bisa dipakai, tapi gak menjamin keselamatan giman dong , pak? cakep cakep gini aset masa depan ,pak..belum laku lagi..kan malu maluin" lagi lagi Pheby mengeluarkan candaannya


" sudahlah, Pheb..kalo malu, sini tuker ma aku..ini punyanya mas adi." tawar Agnes


" gak usahlah ,Nes ..cuma becanda kok" jawab Pheby nyengir


" Hei, kalian ini malah berdebat. jadi berangkat gak? " tanya Agus dan Gito berbarengan..


" eh, jadi dong!" Agnes dan Pheby pun tak kalah kompak menjawab..


Segera mereka melaju berboncengan meninggalkan kampus membelah jalanan kota Surakarta menuju tempat Yunan.

__ADS_1


# jadi disini satu kelas ada 40 mahasiswa..sebagian besar tinggal di asrama..hanya 4 orang yang lajo, yaitu Agus, Adi, Gito dan Susi..jadi hanya mereka yang bawa motor.


__ADS_2