Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas

Karena LUSAN, Cinta Kita Kandas
kenapa masih cemburu


__ADS_3

" Nes..kamu dah baikan? masih mual?" tanya Hadi begitu Agnes kembali dari kamar mandi


" Alhamdulillah sudah tidak ,Di..Mas Sale kemana?" tanya Agnes yang kemudian ikut duduk di sofa itu.


Nampak di meja sudah terhidang minuman, snack dan buah buahan.


" sudah ketemu langsung sembuh ya" sindir Hadi tersenyum jail.


Deg..


Agnes menoleh mendapati Hadi yang tersenyum menggodanya.


' apakah dia tau tentang masa lalu kami" batin Agnes


" apaan sih..kan memang mabuk kendaraan..ya kalo dah turun ya sembuh lah" elak Agnes. Dia tidak ingin suasana hatinya semakin tak karuan.


" Saleko baru jemput istrinya" jawab Hadi


" ohh..." Agnes kemudian mengambil teh hangat dan mencicipi beberapa butir kelengkeng.


" Assalamualaikum" suara perempuan membawa sekantong plastik masuk diikuti Saleko di belakangnya.


Agnes berdiri menyambut perempuan yang tak lain adalah mbak Nik, istri Saleko.


" Alhamdulillah, akhirnya nyampe sini ya ,,Dik" sapa mbak Nik menyalami dan memeluk Agnes


" iya mbak..maaf merepotkan" jawab Agnes membalas pelukan itu


Saleko dan Hadi tersenyum melihat keduanya.

__ADS_1


" yuk ,dicicipi dulu..mbak ke belakang dulu ya" pamitnya


Ketiganya kemudian duduk mengobrol dan menikmati hidangan siang itu.


" jadi Dik Agnes sekarang kerja di jakarta?" tanya Saleko


" iya mas..di Cengkareng.baru beberapa bulan, sama mbak watik, teman mas Sale SMU itu."


" gimana kabarnya watik, Dik?"


" baik mas..kami jarang ketemu soalnya gak satu ruangan, kos nya juga lumayan jauh.mbak watik di ugd, sementara Agnes di ruang operasi. Agnes gak bilang kalo mau kesini, jadi mbak watik gak tau..mungkin kalo tau juga mau ikut"


" lain kali ajak main kesini Dik, sekalian ke Daarut Tauhid..dekat lho dari sini"


" benarkah mas? Agnes juga mau ke sana" ujar Agnes antusias..Tentu saja, siapa yang tidak mau ke pesantren itu.


" iya, kalo mau, kapan kapan Mas antar"


" ayah...!" suara anak kecil memecah obrolan mereka


Seorang anak perempuan sekitar 2 tahun berlari kecil mendekati Saleko dan duduk di pangkuannya.


" Dik Salsa, salim sama om dan tante ya" ujar Saleko meminta putri kecilnya itu bersalaman dengan kedua tamunya.


Agnes tersenyum kecil melihatnya, dan segera meraih tangan mungil itu.


" assalamualaikum, cantik! siapa namanya?" sapa Agnes tersenyum


" Salsa tante?" jawabnya malu malu

__ADS_1


" cantiknya..sini duduk pangku tante ya" Agnes merengkuh tubuh mungil itu dan menempatkan dalam pangkuannya.


Salsa yang merasa masih asing melihat Agnes dan sesekali melihat ayahnya.


" cocok lho Nes jadi ibunya" goda Hadi yang disambut cemberut oleh Agnes.


Sementara Saleko memandang anak dan mantan kekasihnya itu tanpa berkedip.


Agnes mengajak Salsa kecil itu bernyanyi, dan keduanya sesekali tertawa.Nampak Salsa sudah mulai nyaman dengan Agnes.


" Salsa, sini sama bunda. biar tante sama om makan dulu." mbak Nik mengambil Salsa dari pangkuan Agnes dan meminta kedua tamunya untuk makan dulu." Dik, mas makan dulu." ajaknya.


Saleko mengajak keduanya menyantap hidangan makan siang yang sudah disiapkan istrinya.


Sementara istrinya membawa Salsa ke kamar untuk tidur siang.


" mbak Nik gak diajak makan sekalian mas?" tanya Agnes


" tadi sudah makan Dik..sekarang baru nemeni Salsa tidur siang."


" yuk Di, jangan sungkan..adanya kayak gini masakan sunda.Jarang yang jualan masakan jawa disini..gak papa kan sekali kali makan masakan sunda"


" hidup di jakarta mah, makan apa saja bisa..Agnes mungkin yang belum terbiasa" sahut Hadi seraya melirik Agnes yang mengambil piring.


" segini cukup Di?" tanya Agnes mengambilkan secentong nasi merah buat Hadi


" cukup Nes..nanti kalo kurang nambah" jawbanya menerima piring nasi itu


Sementara Saleko justru terbengong dengan tindakan Agnes yang semakin menguatkan dugaannya bahwa mereka berdua memang lebih dari teman..Mendadak hatinya sakit, sedikit tidak rela dengan keakraban mereka.

__ADS_1


" Mas, segini cukup" suara Agnes membuyarkan lamunan Saleko.Gadis itu memberikan sepiring nasi yang sama untuknya.." makasih ,Dik" ujarnya


Agnes tersenyum dan mulai mengambil nasinya serta beberapa lauk.


__ADS_2