
" jadi begini..kakeknya Saleko itu salah satu tetua adat di desa ini.Beliau masih kolot kalo soal urusan adat dan kepercayaan. Dalam kepercayaan itu, ada istilah LUSAN..telu dan pisan..yaitu anak ketiga dan pertama..mereka pamali untuk menikah..jika melanggar, akan terjadi bencana bagi kedua belah pihak.bahkan sampai menyebabkan kematian..kamu anak ketiga, sedangkan Saleko anak pertama..posisi kalian tidak baik untuk menikah. makanya kakek Saleko menentang hubungan kalian dan mengancam orang tua Saleko jika merestui kalian, akan dikeluarkan dari trah kakeknya..kamu boleh saja tidak percaya, tapi banyak kejadian seperti itu,Nes." jelas ibunya
Agnes terdiam, Dia sendiri cukup kaget dengan istilah LUSAN yang tidak masuk akal..bagaimanapun hidup mati seseorang adalah hal ghaib dan hanya di tangan Yang Maha Pencipta. Dan di jaman sekarang, masih ada yang percaya hal seperti itu?
" buk..hidup dan mati itu sudah ditetapkan sama Allah.bukan oleh hal tahayul seperti itu" jelas Agnes
.
" Nes..kita boleh tidak percaya, tapi kita juga tidak bisa memaksa pendapat kakeknya. Selama ini Saleko adalah cucu kesayangan kakeknya dan selalu jadi kebanggaan keluarga besarnya..Ibu tidak ingin kamu terlalu berharap dan kecewa..kamu anak kuliahan, temanmu juga banyak yang baik dan ganteng..cobalah kenal dan dekat dengan salah satu teman kuliahmu saja. asal bukan LUSAN"
" Bukannya Agnes gak mau kenal dengan teman Agnes buk..tapi Agnes pengennya jangan sama teman sendiri buk..yang beda pekerjaannya sama Agnes nanti"
" ya terserah kamu saja..Yang penting kamu jangan lagi berharap banyak dengan Saleko ya"
__ADS_1
" ibu tenang saja.Agnes gak akan menikah tanpa restu bapak sama ibu..lagian Agnes masih pengen kerja dulu, dan bisa melanjutkan sekolah Agnes lebih tinggi lagi ,buk"
" ya sudah..ibu percaya sama kamu..kamu gak akan mengecewakan bapak sama ibu"
Setelah makan malam, Agnes mengistirahatkan dirinya di kamar mungilnya.
Sejenak teringat dengan obrolannya dengan ibunya sore tadi.
' ah..percuma cinta ,kalo gak bisa bersatu' batinnya kelu
" Nes, kakak pergi dulu.nanti pintunya ditutup saja jangan dikunci dulu.kakak mau nengok tetangga yang sakit" suara kakak Agnes membuyarkan lamunan
" sama siapa, Kak?" tanya Agnes memakai kerudung instannya dan mengikuti kakaknya yang mengeluarkan motor mx..
__ADS_1
" sama teman teman..tuh di luar"
Agnes ikut keluar dan bergabung dengan teman teman kakaknya itu..sesekali mereka menggoda Agnes dan Agnes hanya tersenyum menanggapi candaan mereka.
Hingga pandangan Agnes bertemu dengan sosok pemuda yang cukup asing baginya.
Pemuda itu hanya terdiam tanpa kata menanggapi obrolan teman temannya, sambil sesekali menghisap rokoknya.
Agnes dengan jiwa keponya akhirnya menanyakan kepada Ardi,teman kakaknya.
Agnes juga mencoba melemparkan candaan kepada pemuda itu, tapi hanya ditanggapi dengan senyuman dingin dan ekspresi salah tingkah, tanpa membalas candaan itu seolah olah bisu.
' cih..ni orang pa gak bisa ngomong sih..dari tadi cuma diam dan senyum ..jangan jangan emang kurang secentong ni anak' batin Agnes menggerutu
__ADS_1
'Liat saja, aku bakan bikin kamu tergoda dan gak dingin ' lagi lagi ego Agnes menjadi tertantang menaklukkan cowok itu..