
Beberapa hari setelah kepulangan Agnes, dia masih belum mau keluar rumah dan bercengkerama dengan tetangganya..rasa malu Agnes masih besar, apalagi dia merasa beberapa tetangganya nampak mencibir dan membicarakan soal kepergiannya karena menolak perjodohan..
' Astagfirullah, bener bener lambe turah'..itu mungkin ungkapan yang pas buat tetangganya yang suka bergosip..
Agnes memilih untuk tidak peduli dengan omongan tetangga lambe turah itu ,dan fokus belajar.mengingat tinggal beberapa bulan lagi sudah mulai ujian sipenmaru..Agnes tidak ingin gagal lagi kali ini, dan dia harus mempersiapkan dengan matang..
persetan dengan orang lain, yang penting bapaknya mendukungnya seratus persen dan siap membiayai kuliahnya sampai selesai apapun pilihan Agnes..
" Nes.., main sini lho..jangan mengurung diri di rumah saja..gak apa apa..kita juga udah pada tau kok" salah satu tetangga Agnes menyapa Agnes yang siang itu nampak serius belajar soal matematika di teras rumahnya..
ya, Agnes memang sengaja belajar di teras rumahnya karena bosan belajar di kamar..selain itu dia juga pengen membungkam mulut tetangganya yang nyinyir dengan rencana kuliahnya..dia ingin membuktikan bahwa dia pasti akan kuliah seperti cita citanya..dan soal perjodohan dan nikah muda, so pasti itu tidakakan terjadi sama dia..
__ADS_1
" Gak mbak..makasih.Agnes masih sibuk..lain kali saja" jawab Agnes pura pura ramah meski dalam hati dongkol luar biasa
" Sibuk apa? belajar? Emangnya mau sekolah lagi? bukannya mau dinikahin? denger denger calonmu lumayan juga..bahkan berita perjodohan kalian sudah tersebar kan?"
Pengen nampol juga tuh mulut tetangga yang ngoceh gak jelas..
" kalo mbak mau, ambil saja..Agnes masih punya cita cita yang tinggi mbak..gak segampang itu membuat Agnes nikah muda"! jawab Agnes masih berusaha menekan emosinya yang sudah nyampe ubun ubun..
" halah, sekolah tinggi tinggi buat apa, kalo akhirnya harus dirumah ngurus anak dan suami..takdir anak perempuan itu kan seperti itu" lagi lagi si lambe turah itu memojokkan Agnes dengan realita yang memang sudah mendarah daging di desanya..
Pernah satu anak perempuan satu satunya yang berasal dari keluarga cukup mapan di desa itu kuliah..tapi gosipnya tak sampai selesai karena gadis itu terlibat pelecehan yang dilakukan pacarnya waktu di kos..dan saat ditemukan keluarganya sudah dalam keadaan depresi.
__ADS_1
Mungkin kasus itu juga yang membuat ibu Agnes seakan akan trauma dan wanti wanti sekali..takut anak perempuannya akan bernasib sama..tidak hanya memalukan keluarganya, tapi juga masa depannya sendiri..siapa yang mau menikahi gadis yang sudah dirusak orang??
" makanya sekolah yang tinggi mbak,,biar kerjanya gak cuma di dapur. bisa kerja kantoran" jawab Agnes yang kemudian memilih membereskan buku bukunya dan masuk ke dalam rumah..
percuma juga berdebat dengan mereka yang IQ nya bahkan mungkin gak nyampe 25..
Tugasnya sekarang membuktikan bahwa dia akan bisa jadi orang seperti yang diinginkan bapaknya.
" gak usah didengerin ,Nduk ..biar saja mereka bicara, yang penting bapak yang akan membiayai sekolahmu" suara bapaknya dari dalam rumah membuat Agnes mau tak mau menghentikan langkahnya..
Dilihatnya sang bapak sedang duduk di kursi sambil mengepaki cabe yang siap dijual ke pasar..mungkin bapaknya mendengar semua pembicaraan unfaedah di teras tadi..
__ADS_1
" iya, pak..Agnes juga sudah terbiasa kok" jawab Agnes melangkah masuk menuju kamarnya.
Semakin kuat tekat Agnes untuk kuliah dan membuktikan dirinya bisa jadi orang, agar para tetangga lambe turah itu malu..