Kau Lupa Aku Ratumu

Kau Lupa Aku Ratumu
Let's play


__ADS_3

Pov Kalisa


Heuh, Hendri memang benar-benar masih mencintaiku yah? Tapi aku tidak lupa sayang, akan luka yang telah kau torehkan. Terlebih wanita itu semakin ingin menguasaimu.


Coba saja, aku ingin tahu dia akan bertahan sampai sejauh mana berada disampingmu. Benarkah ia mencintaimu dengan tulus seperti aku? Atau hanya sekedar ingin merasai kesuksesanmu.


Aku mungkin wanita lemah, namun aku akan menjadi kuat, saat rasa sakit itu menawarkan pembalasan yang setimpal atas kesakitan yang aku dapat.


Dan ku lihat dari matamu, kini tak hanya ada aku. Walaupun kau bersih keras menolak dan tak mengakui jika wanita itu telah mengisi hatimu.


Aku menyadarinya Hendri, karena delapan tahun bersamamu membuatku tahu, segala seluk beluk dan gelagatmu. Kau mulai menerimanya, dan menduakan cintaku yang lebih dulu hadir, lebih dulu mengisi hatimu, menemani jalan karirmu hingga kau sesukses sekarang.


"Aku akan mengikuti semua kemauanmu Kal, terimakasih sudah mau menerima Sela dengan baik." ucapnya seraya menggapai tanganku dan mengecupnya. Aku berusaha menahan perih ini dengan tersenyum. Sesenang itu dia saat aku bisa menerima wanita simpanannya.


"Yasudah kita tidur yah." sambungnya, dan aku mengangguk. Aku akan patuh padanya, membiarkan dia memperdalam kembali cintanya padaku.


Detik selanjutnya dia mulai memejamkan mata. Pun denganku yang masih setia ada dalam pelukannya. Sama sekali tak lagi terasa nyaman. Aku tak lagi menemukan kehangatan.


Namun, karena tak ingin berlarut-larut, aku pun ikut terbawa ke alam bawah sadar. Nyenyak hingga pagi akan menyapa kami kembali.


****

__ADS_1


Pagi-pagi sekali aku sudah ke warung untuk membeli sayuran, karena stok di kulkas sudah tak lagi layak. Aku akan memasak, memasak makanan kesukaan Mas Hendri, mengingatkan kembali ia pada kenangan masa lalu yang sangat manis dan kini berubah jadi pahit. Aku akan mengoreknya secara perlahan.


Membawa nya ke angan yang ia lemparkan ke dasar jurang dengan cuma-cuma.


Begitu sampai rumah aku langsung mencuci bumbu yang akan aku gunakan. Membersihkan ikan, lalu memotongnya menjadi dua bagian.


Aku berkutat cukup lama di dapur, namun ini sudah menjadi hal yang biasa bagiku. Setelah dirasa semuanya telah siap aku langsung menghidangkannya di meja makan.


Disana sudah ada Mas Hendri, Reyhan dan juga May. Pasti Mas Hendri yang membantu mereka untuk membersihkan diri, dan mendandani putra dan putrinya hingga pagi-pagi sudah terlihat manis seperti ini.


"Wah, sudah kumpul semua ternyata." ucapku dengan senyum mengembang. Semuanya menatapku dengan ceria. Apalagi Reyhan. Bahkan ia sampai menarikku untuk segara duduk.


Aku terlebih dahulu melayani Mas Hendri, lalu berganti ke Reyhan. Dan terakhir untukku sendiri dan juga May.


Setelah acara sarapan pagi selesai, Reyhan pamit untuk pergi ke sekolah, si kecil May juga sudah dibawa kabur oleh Maya. Jadi, tinggal kita berdua.


"Kal, aku akan pergi menjemput Sela. Aku akan membicarakan perihal semalam. Dan hari ini juga aku akan memintanya untuk berkemas." ucapnya saat kami berjalan ke arah sofa.


Kami duduk bersebelahan. Aku lebih dulu menggenggam tangannya.


"Oke, hati-hati dijalan. Aku berharap banyak untuk ini semua. Semoga semuanya berjalan dengan yang kita harapkan ya Mas." balasku dengan tenang. Dia tersenyum, raut bahagia itu jelas, pipinya merona seperti orang yang baru saja kembali menemukan cintanya. Namun, aku yakin bukan hanya tentang aku. Tapi juga dia.

__ADS_1


"Makasih ya Kal. Aku benar-benar merasa beruntung memiliki kamu dalam hidupku." ia mengecup keningku.


Aku berdecih dalam hati. Kau beruntung tapi kau mendua dibelakangku, apa iya itu yang disebut beruntung? Yang ada buntung buatku.


Aku melepas kepergiannya didepan teras rumah. Demi menjemput wanita lain, untuk tinggal bersama, hah? Aku ingin tertawa.


Begitu mobil Mas Hendri tak terlihat lagi, aku langsung menghubungi seseorang. Memulai semua yang akan aku mainkan.


"Kalian boleh datang sekarang, aku minta kerjakan secepatnya." ucapku dengan lugas. Dan ia hanya berkata 'Ya' menjawab perintahku.


Setelah menghubungi orang itu, aku kembali mencari nama dilayar ponselku. Sap, sap, sap... Dan klik!


"Assalamualaikum Kal? " ucapnya diseberang sana.


"Waalaikumussalam Mas, bagaimana? Apa sudah ada kabar?" tanyaku antusias. Aku menggigit jariku merasa tak tenang, takut-takut rencanaku akan gagal.


"Aku masih mendata kemana saja pasaran suamimu. Tapi ini semua tidak terlalu sulit. Mungkin sekitar tiga hari lagi akan ada kabar baik. Doakan saja Kal semoga aku bisa cepat menyelesaikan ini semua." balasnya. Aku manggut-manggut seakan orang yang ada diseberang sana mengetahui gerakanku.


Cukup lama kami berbincang, tetapi akhirnya aku lebih dulu meminta izin untuk memutus sambungan, karena orang yang aku hubungi pertama kali sepertinya telah datang. Itu terbukti dari pesan yang aku terima, ia mengatakan jika ia sudah ada didepan rumah.


Let's play

__ADS_1


*****


__ADS_2