Kau Lupa Aku Ratumu

Kau Lupa Aku Ratumu
Mirip


__ADS_3

Siang itu, seorang lelaki dengan pakaian rapih, khas pekerja kantoran, baru saja selesai makan siang di sebuah cafe, tempat yang ia gunakan untuk bertemu seorang klien yang berasal dari ibu kota.


Dia jauh-jauh dari Surabaya, untuk melakukan perjalanan bisnis dengan beberapa perusahaan yang cukup memiliki nama di kota padat tersebut.


"Terimakasih, Pak atas waktunya. Semoga kerja sama kita bisa berjalan dengan lancar." Ucap seorang lelaki paruh baya, yang tak lain dan tak bukan adalah kliennya, dia pamit lebih dulu untuk kembali ke perusahaan. Karena masih ada banyak pekerjaan yang menanti dirinya.


Lelaki itu mengangguk serta mengulum senyum ramah, lalu mempersilahkan lelaki paruh baya itu, melenggang ke arah parkiran, tempat dimana mobilnya berada.


Sementara di lain sisi, dari arah pintu masuk seorang wanita cantik yang memiliki tubuh seksi, bernama Erina. Dia berniat untuk makan siang pula di cafe tersebut.


Kaki jenjangnya berjalan dengan anggun hendak memilih tempat duduk, sambil menunggu temannya. Tetapi niatnya menjadi urung begitu dia melihat seorang lelaki yang sangat ia kenali.


Dia bergeming sambil terus memperhatikan, dan ia begitu yakin, kalau dia tidak mungkin salah orang.

__ADS_1


Seketika senyum di bibir tipisnya langsung mengembang.


Dia melangkah dengan tergesa-gesa, begitu dia berhasil bersejajar dengan seseorang yang dia maksud, dengan gerakan cepat dia meraih pergelangan tangan lelaki itu.


"Mas Rama." Panggilnya dengan riang, dia begitu senang bertemu dengan mantan suaminya itu, lelaki yang sudah ia campakkan demi lelaki lain, yang lebih kaya dan tak menuntut apapun padanya.


Namun, naas. Semua itu hanyalah tipuan belaka, lelaki itu ternyata tak sekaya yang ia bayangkan, dan pada saat itu juga, Erina meminta cerai, kini dia kembali hidup dengan status janda.


"Maaf kamu siapa?" Tanyanya dengan tatapan menelisik, dia merasa tidak pernah bertemu dengan Erina sebelumnya. Apalagi wanita itu memanggilnya dengan nama Rama? Siapa Rama?


"Mas, kamu jangan pura-pura lupa deh, aku Erina mantan istri kamu." Jelas Erina, dia tidak peduli pada tatapan mata semua orang yang menonton mereka.


Fokusnya hanya satu, lelaki di hadapannya, lelaki yang ia anggap Rama.

__ADS_1


Pelan, lelaki itu menggeleng lengkap dengan sorot mata begitu heran. "Maaf mbak, saya tidak memiliki mantan istri. Karena saya hanya menikah satu kali, istri saya ada di rumah dengan anak-anak saya." Jelasnya dengan sorot mata sungguh-sungguh.


Erina mendengus, ia yakin Rama hanya berpura-pura tidak mengenalnya, itu semua pasti karena lelaki itu sakit hati, karena dia meminta pisah.


"Kamu nggak perlu bohong, Mas. Kamu itu mas Rama, aku tahu kamu kaya gini karena kamu sakit hati sama aku, makanya kamu pura-pura nggak kenal sama aku, iya kan?" Ujarnya dengan menggebu.


Lelaki itu menggeleng tak habis pikir, lalu dengan terpaksa dia mengambil KTP-nya, dan menunjukkannya pada Erina. "Tolong, baca dengan teliti, supaya anda bisa tahu kalau saya bukan orang yang anda maksud, kalau memang anda tidak bisa membacanya, saya bacakan! Nama lengkap saya Ikhwan Kama. Bukan Rama."


Erina menelan ludahnya kasar, dia bisa membaca dengan jelas siapa nama lelaki itu. Dengan mimik muka yang kebingungan, Erina memandang wajah lelaki bernama Kama, wajah yang begitu mirip dengan mantan suaminya.


Setelah memperjelas semuanya, tanpa sepatah kata pun, Kama memasukan kembali kartu identitasnya, dan segera berlalu dari sana.


Meninggalkan Erina yang masih setia mematung, dengan pikiran yang tiba-tiba berkecamuk, kenapa bisa mirip sekali? Batinnya.

__ADS_1


__ADS_2