
Author POV
Kalisa berjalan tergesa, mencari letak ruangan dokter kandungan. Dan saat ia berhasil menemukannya, Rama terlihat tengah duduk seraya memainkan ponsel.
Kalisa menghela nafas panjang, lalu kembali melangkah ke arah suaminya. Fokus Rama langsung teralihkan pada sosok wanita yang dicintainya, dia mengantongi ponselnya ke dalam saku celana.
Rama menepuk ruang kosong di sampingnya. Wajah Kalisa terlihat banjir oleh peluh yang mengucur deras, sedangkan air mukanya terlihat pias.
"Sayang, ada apa?" tanya Rama, dia mengambil sapu tangan dan mengelap dahi Kalisa pelan-pelan, dia juga membuka masker wanita itu, karena Kalisa terlihat sangat kegerahan.
Baru saja mau menjawab, Kalisa justru kembali dikagetkan dengan kedua orang yang sempat ia temui di toilet, ya wanita hamil dan suaminya itu tengah berdiri di depan ruangan dokter kandungan.
Sama halnya seperti dirinya, kedua orang itu terlihat akan melakukan pemeriksaan.
Manik mata Rama mengikuti arah pandang Kalisa. Dan dia mendapati istrinya itu tengah menatap dua pasang suami istri yang sedang bercengkrama.
Si wanita terlihat masih sangat muda dengan perut yang membuncit, dan di sebelahnya pria tampan lengkap dengan setelan kerjanya, tengah merengek manja, lalu si wanita mencium pipi si pria.
Kakak kamu nggak tahu malu yah, diliatin sama mas Rama dan mbak Kalisa!
Author membatin sambil geleng-geleng kepala.
Rama kembali menatap Kalisa, wanita itu masih setia bergeming, dan enggan memutus pandangan dari kedua orang itu.
"Sayang, ada apa? Apa kamu juga mau dicium seperti lelaki itu?" dan pertanyaan itu sukses membuat Kalisa menoleh.
Bibirnya langsung mencebik dengan wajah yang tertekuk. "Mas, ih." rengek Kalisa seraya menabok pelan paha Rama.
Sedangkan lelaki itu terkekeh.
"Lah, terus kenapa, Sayang? Kenapa dari tadi liatin mereka?" Tanya Rama dengan kedua alis yang terangkat.
Kalisa membalas tatapan mata Rama, dia menghela nafas dengan kasar. "Tadi aku nabrak ibu hamil itu, Mas. Suaminya marah-marah, bahkan aku hampir dipenjara." keluh Kalisa.
Kening Rama berlipat, dengan netra yang membulat sempurna. "Dipenjara?"
__ADS_1
Kalisa mengangguk. "Suaminya seram sekali, aku sampai merinding dan gemetar tadi. Mas jangan begitu yah."
Rama meraih pundak Kalisa lalu mengusap-usapnya dengan pelan. Lelaki itu mengulum senyum.
"Cara mencurahkan kasih sayang seseorang itu berbeda-beda, Sayang. Mereka juga terlihat masih sangat muda, sedang bucin-bucinnya, jadi maklumi saja. Dan artian dipenjara itu, hanya sebuah kiasan tertinggi bagaimana dia mengkhawatirkan istrinya. Dia tidak benar-benar ingin memenjarakanmu, aku bisa melihatnya, dia sangat mencintai istri dan calon anaknya." terang Rama.
"Hem, iya deh, Mas. Aku memang salah tadi, tidak lihat-lihat sekitar," ucap Kalisa seraya menunduk, kembali merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, Humairah kan tidak sengaja. Yang penting sudah minta maaf dan merasa menyesal, lain kali hati-hati." Rama mengusak puncak kepala Kalisa.
Dan detik selanjutnya, wanita itu mengulum senyum, ini yang ia suka dari Rama, lelaki satu ini tidak pernah menghakimi, dia selalu tahu pada porsinya, jika memang Kalisa salah, ya salah.
Bukan karena Kalisa adalah istrinya, Rama lantas membela, dan balik marah-marah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam harinya.
Setelah makan malam, Rama dan Kalisa menggosok gigi bersama di depan wastafel, kemudian keduanya berganti pakaian dengan piyama tidur.
Sambil menunggu, Rama mendekat ke arah meja nakas, dia memandangi kalender dengan spidol bewarna merah di tangannya. Dia mencoret-coret tanggal dengan memberi bulatan-bulatan.
Kalisa keluar dari ruang ganti, dengan piyama tidur berbahan satin bewarna hitam, pilihan Rama. Dia menggeraikan rambut panjangnya, lalu melangkah ke arah suaminya.
"Mas, sedang apa?" Tanya Kalisa, memandang wajah Rama dan dan kalender yang ada di tangan lelaki itu secara bergantian.
"Menghitung dan menandai masa suburmu, Sayang. Seperti yang dokter sarankan." balas Rama, lalu menulis catatan kecil di samping tanggal yang ia beri bulatan.
Mendengar itu, Kalisa reflek meneguk ludahnya dengan wajah yang sudah merona.
Tiba-tiba lidahnya kelu untuk bertanya lagi, lantas menggigit bibir adalah hal yang ia lakukan.
Rama menoleh, menatap teduh wanita yang berdiri di depannya, dia mengulum senyum dan memberi usapan lembut di pipi Kalisa.
"Kenapa sih? Kenapa terlihat gugup seperti itu?" tanya Rama.
__ADS_1
Kalisa mengusap tengkuknya yang terasa merinding karena usapan Rama. "Aku, aku, tidak apa-apa Mas." balasnya terbata.
Dan hal itu, sukses membuat Rama semakin semangat untuk menggoda istrinya. Dia suka, sangat suka pipi Kalisa yang merona.
Dengan sengaja, Rama mencondongkan wajahnya, hingga mata Kalisa berkedip beberapa kali, dan saat pucuk hidung mereka menempel, Rama terkekeh dengan keras, karena Kalisa sudah menutup matanya.
Mendengar suara kekehan itu, lantas Kalisa dengan cepat membuka matanya, dan langsung memukul dada Rama bertubi-tubi.
"Jahat!" cetus Kalisa, dan Rama masih terkekeh, bahkan kekehan itu kini jadi tawa yang membahana.
Dia menangkup kedua sisi pipi Kalisa.
"Baiklah, kali ini aku tidak akan jahat lagi." Rama langsung menarik tengkuk Kalisa, mencium dengan buas, bak singa kelaparan.
Kalisa sedikit terkejut, tetapi dengan cepat ia mampu menguasai dirinya, dia ikut berkontribusi dan membalas ciuman Rama.
Hingga perlahan tubuhnya digiring ke atas ranjang, Rama masih belum memutus pagutannya. Lelaki itu mengungkung tubuh Kalisa.
Setelah merasa kebas, bibir Rama mulai turun, menyapa leher jenjang nan putih milik istrinya. Membuat beberapa mahakarya, hingga lenguhan kecil terdengar diantara sunyinya suasana.
Tangan besar Rama sudah bertengger di kancing piyama Kalisa, tetapi wanita itu justru menahan dada Rama. "Mas, ingat aku sedang datang bulan."
Rama mengulum senyum. "Aku ingat, Sayang. Tapi kita masih bisa melakukannya seperti kemarin."
Mendengar itu, Kalisa tidak sanggup lagi untuk menjawab, dia hanya mampu mengangguk, dan Rama kembali pada aksinya.
Dan malam itu, jerit nikmat terus terdengar bersahut-sahutan.
Meski tanpa penyatuan, dua raga itu tetap mendapat kepuasan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Temukan kisah kedua bucin di atas dalam cerita di bawah ini.
Mbak Kalisa, Mas Rama, Kakak pacar sama Dedek numpang promo yah🤭🤭🤭
__ADS_1