Kau Lupa Aku Ratumu

Kau Lupa Aku Ratumu
Tak percaya


__ADS_3

Sama halnya dengan ketiga orang itu. Kama pun dibuat terkejut dengan wajah Rama yang begitu mirip dengannya, dia menelisik dengan seksama penampilan Rama dari atas hingga ke bawah, dan semua yang ada pada lelaki itu, ada juga pada dirinya.


Kama merasa seperti sedang bercermin, hanya ada satu perbedaan yaitu bibir mereka, bentuk bibir Rama memiliki belah tengah, sementara dirinya tidak.


Dia meneguk ludahnya dengan kasar, Jantungnya dibuat berhenti sejenak, dia kah kakak yang selama ini ayahnya cari, jika benar, maka dia akan sangat bersyukur, bahwa kakaknya ternyata masih hidup, bahkan tumbuh dengan sangat baik.


"Mas, kenapa kalian begitu mirip?" Pertanyaan Kalisa berhasil membuyarkan keterkejutan mereka semua.


Haris langsung melengoskan wajahnya mencari kesadaran. Sementara Rama dan Kama masih saling menatap dengan rasa tak percaya.


"Aku tidak tahu, Sayang. Aku tidak tahu siapa dia," balas Rama lalu menoleh ke arah Kalisa, jelas dalam tatapan Rama bahwa lelaki itu sangat berharap bahwa semua itu memang benar adanya.


Rama ingin tahu siapa keluarga aslinya.


"Mas Rama..." panggil Kama. "Benarkah kamu Mas Rama?" Sambungnya membuat mereka lagi-lagi merasa terperangah. Kenapa bisa lelaki itu bertanya seperti itu? Apakah ada sesuatu yang dia ketahui tentang Rama.

__ADS_1


Nama yang selalu dipanggil-panggil oleh ayah Kama.


Kemarin, setelah perjumpaannya dengan Erina, membuat Kama sedikit tersadar, bahwa bisa jadi yang wanita itu maksud adalah kembarannya, tetapi sayang saat dia kembali untuk mencari Erina, wanita itu sudah tidak ada di sana.


Dan kini, takdir justru mempertemukan mereka dengan pertemuan yang sangat luar biasa, yaitu sebagai rekan bisnis, mungkin ini semua sudah jalan-Nya.


"Apa maksudmu bertanya seperti itu? Apa kamu tahu sesuatu?" tanya Rama sangat penasaran.


Tak menjawab pertanyaan Rama, Kama justru melangkah cepat dan tanpa izin, dia segera memeluk tubuh lelaki yang ia yakini sebagai kakaknya, saudara kembarnya.


Apalagi saat lelaki itu berkata. "Ini aku, Mas. Aku Kama, aku adikmu. Kamu adalah kakak yang selama ini aku dan ayah cari. Ayah merindukanmu, Mas." Jelasnya dengan bibir yang tak berhenti bergetar.


Tubuh Rama seolah membeku. Dia begitu tak percaya dengan semua yang ia rasakan. Dalam hatinya terus saja bertanya-tanya, benarkah? Benarkah ini semua?


Sementara Kalisa dan Haris hanya bisa menyaksikan haru biru diantara saudara kembar itu.

__ADS_1


Tangis Rama pecah, perlahan dia membalas pelukan Kama, saudara kandungnya. Ludahnya terasa tercekat, dia ingin bicara tetap lidahnya begitu kelu, dia bahagia, terlepas alasan apapun yang memisahkan antara mereka.


Rama bahagia bertemu keluarga kandungnya.


"Benarkah kamu adikku?" tanya Rama, dia menarik diri dan memberi jarak di antara dirinya dan juga Kama.


Dengan cepat Kama mengangguk. Dia sangat yakin, bahwa lelaki yang ada di hadapannya ini adalah orang yang selama ini dia cari.


"Ayah mencarimu kemana-mana, Mas." Ucap Kama apa adanya.


"Benarkah? Apa yang sebenarnya terjadi? Dan di mana ayah sekarang? Lalu bagaimana dengan ibu kita?" tanya Rama beruntun. Seolah semua yang ada dalam hati dan pikirannya ingin ia curahkan sekarang juga.


"Mas, lebih baik kita duduk dan bersantai. Supaya Mas Kama lebih enak berceritanya," saran Kalisa, dan dijawab anggukan oleh semua orang.


Kini keempat orang itu duduk dengan tenang. Rama buru-buru menarik kursi di sampingnya, agar Kama duduk di sana, dia sudah tidak sabar untuk mendengarkan semuanya. Tentang keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2