
Author POV
Rama lebih dulu turun dari mobil, lalu membukakan pintu untuk Kalisa. Dia membetulkan letak masker istrinya itu, lalu menggandeng tangan Kalisa untuk melangkah ke dalam perusahaan.
Berjalan beriringan, tepat di lobby mereka disambut dengan hangat oleh seluruh karyawan.
Mereka turut bahagia, karena pada akhirnya atasan mereka bisa kembali memiliki pendamping hidup. Bahkan terlihat sangat bahagia, itu terbukti dari wajah Rama yang begitu sumringah.
Rama tersenyum ramah, lalu meminta Haris, sekretaris sekaligus temannya itu untuk mengumpulkan para karyawan, karena dia akan memperkenalkan Kalisa pada semua bawahannya itu.
Di kelilingi oleh orang-orang yang pandai dalam mengurus sebuah perusahaan. Kalisa merasa kecil, terlebih Rama terlihat begitu disegani di sana.
Sedangkan dia? Hanya seorang ibu rumah tangga, yang mengurus anak dan suaminya.
"Mas," lirih Kalisa.
Rama menoleh, dan dia mendapati gurat cemas di dahi sang istri, serta lelehan peluh yang mengucur deras, padahal di dalam ruangan tersebut AC menyala tanpa kendala.
"Ada apa, Sayang? Apa ada yang mengganggumu?" Tanya Rama lembut, dia mengambil sapu tangan yang berada di saku jasnya, lalu pelan-pelan mengelap dahi Kalisa.
__ADS_1
Diperlakukan seperti itu, pipi Kalisa kembali merona, dibalik masker dia menggigit bibir bawahnya.
Apalagi saat dia melihat tatapan semua orang yang mengarah pada dirinya dan Rama. Dengan cepat, Kalisa menahan tangan Rama, lalu mengambil alih sapu tangan itu. "Biar aku saja, Mas."
"Sayang, kamu ini apa-apaan. Kembalikan." Rama kembali merebut sapu tangan itu, lalu melanjutkan aktivitasnya yang tertunda.
Kalisa tak bisa menolak, rasanya sangat enggan untuk mendebat Rama di depan banyak orang. Sumpah demi apapun, dia sangat malu sekarang.
Semua orang sudah berkumpul di lobby, sesuai dengan keinginan Rama. Mereka saling bisik-bisik mempertanyakan kehadiran Kalisa.
"Pak, semuanya sudah berkumpul." Ucap Haris, dan dijawab anggukan oleh Rama.
Pertama-tama Rama mengucapkan salam, lalu menyapa semua orang yang sudah lama tidak dia jumpai, karena sibuk dengan urusan pribadinya.
"Saya minta, yang laki-laki menunduk yah." Ucap Rama, dengan nadanya yang sedikit bercanda, tetapi mengandung keseriusan yang tidak bisa dibantah.
Kompak karyawan laki-laki menunduk, sedangkan para karyawan perempuan tersenyum kecil, mengerti maksud bosnya.
Rama tidak mau, berbagi kecantikan dzohir istrinya, meskipun Kalisa sudah tertutup rapat, hanya ada bola matanya yang indah, yang dapat dilihat semua orang.
__ADS_1
"Haris juga yah." Ucap Rama terkekeh, melihat sekretarisnya itu bertanya dengan isyarat. Membuat semua orang memandang lelaki itu, lalu ikut terkekeh geli, karena Haris merutuk dengan bibirnya yang mengerucut.
Setelah itu, barulah dia memperkenalkan Kalisa sebagai istri sahnya, dan dia juga mengatakan, bahwa dia memiliki dua orang anak dari Kalisa, yaitu May dan Reyhan.
Rama berharap, dengan perkenalan seperti ini, kelak saat satu sama lain memiliki kesulitan, semuanya bisa saling membantu.
Dan dia juga minta doa dari para karyawannya, agar pernikahannya kali ini menjadi pernikahan yang sakinah, mawadah, warahmah.
Serta bisa segera dikaruniai keturunan yang shalih shalihah.
"Aamiin," kompak semua orang, seraya mengusap wajah mereka dengan kedua tangan.
Rama beralih menatap Kalisa dengan mengulum senyum, yang ditatap tertunduk malu-malu, lalu dengan gerakan cepat Rama mengecup puncak kepala Kalisa, membuat wanita itu semakin tidak memiliki muka.
"Jangan cuma bikin iri lah, Pak. Kalo nggak ada makan-makannya." Celetuk Haris, dan langsung dibalas tawa membahana semua orang.
...**ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa mampir ke karya Kakakku 😍**
__ADS_1