Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 10


__ADS_3

" Kami berteman sudah lama dari SMA, kami sering kemana-mana bersama, sampai kami memutuskan kuliah di kota yang berbeda disitu kami di pisahkan. Gea menyimak cerita Aksan.


" Apa tuan Bara mencintai nona Karisa?". Aksan tersenyum.


" Kalau Bara mencintai Karisa apa kamu akan sedih?" Gea menggelengkan kepalanya.


" Iya dia sangat mencintai Karisa, tapi dia tidak punya keberanian untuk mengungkapkan perasaannya, ia takut Karisa menjauhinya kalau dia mengungkapkan perasaannya.


Gea merasa sedih mendengarnya. Kasian tuan, cintanya bertepuk sebelah tangan. Gumam Gea.


” Apa anda mencintai nona Karisa?" Aksan malah tertawa mendengarnya.


" Tentu tidak, saya menganggap dia seperti adik saya sendiri tidak lebih!".


" Tapi kenapa nona Karisa marah ketika anda dekat dengan saya?".


" Saya juga gak tau, dari dulu Karisa memang seperti itu, dia tidak suka kalau ada wanita yang mendekati saya!". Gea menarik napasnya.


" Aksan, saya juga seorang wanita, mungkin nona memiliki perasaan terhadap anda, makanya dia bersikap seperti itu'.


Aksan diam menatap Gea. Gea menatapnya juga.


" Ngomong² Kenapa kamu mau menikah dengan Bara tiba-tiba?" Aksan mengalihkan pembicaraannya.

__ADS_1


" Karena saya sudah janji apapun katanya saya akan menuruti semuanya" Aksan merasa iri sekaligus kagum dengan Gea.


” Beruntung sekali Bara yah, andai aku lebih dulu bertemu dengan kamu!" Gea malah tersenyum manis dia tidak mengerti apa yang di katakan Aksan barusan.


" Oiya Aksan, saya tidak bisa lama-lama karena saya harus mengunjungi sahabat saya!".


" Memangnya di mana sahabat kamu?".


" Di cafe, di dekat sini juga!".


" Ya sudah saya antar ya?". Gea tidak bisa menolaknya. Mereka pergi sama-sama ke Cafe tempat kerja Gea dulu.


Kebetulan jam makan siang, Rendy ada di sana juga bersama Sarah lagi ngobrol. Mobilnya berhenti tidak jauh dari mobil Rendy.


" Boleh" Gea segera turun, Sarah melotot melihat Gea turun dari mobil mewah, Rendy juga melongo melihatnya, apa lagi Gea turun dengan pria tampan seperti Aksan.


Gila, dia jalan sama Aksan Sjuman apa mata gua tidak salah liat, ah mungkin dia hanya asistennya. Gumam Sarah.


Gea menatapnya ke arah mereka yang sedang menatapnya juga, Aksan melihatnya juga.


" Apa mereka teman-teman kamu?" .


" Bukan, dia mantan pacar saya, dan sebelahnya mantan sahabat saya!" Aksan terkejut mendengarnya.

__ADS_1


" Oh, jadi kamu di tikung?" Gea tidak menjawabnya langsung jalan ke dalam Cafe.


Melihat Gea datang Sila senang dan langsung memeluknya.


" Kangen Gua sama Lo" Sela belum sadar kalau di samping Gea ada Aksan.


" Apa gua mimpi, dia Aksan kan?, Aksan Sjuman kan?'. Gea mengangguk. Sela histeris karena senang bisa melihat Aksan dari dekat.


" Gimana bisa Aksan dan kamu bisa kenal?" Sela cepat-cepat ambil ponsel lalu minta foto Aksan.


Gea merasa risih melihatnya, apa hanya gua yang tidak kenal Aksan. Gumam Gea.


Gea duduk bersama Sila dan Aksan, mereka cerita banyak soal Gea. Di sisi lain, Sarah merasa tersaingi karena Gea hidupnya tidak menderita seperti yang di bayanginya.


Sialan, lepas dari Rendy bukannya dia jadi gelandangan malah jadi nyonya!.


Hari makin sore, Gea pamit sama Sila. Mereka saling berpelukan.


" Jagan lupain gua ya Ge?'.


" Pasti, gua gak akan lupa sama lo Sel, thanks ya?". Gea dan Aksan sama-sama pergi melewati Rendy dan juga Sarah.


Hati Rendy merasa gusar, tidak dipungkiri hatinya masih ada untuk Gea.

__ADS_1


Bersambung Jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🙏🙏


__ADS_2