Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 90


__ADS_3

Dirumah sakit....


Bara sudah tidak kuat lagi menahan rindunya kepada Gea ia ingin pulang dari rumah sakit. " Dok, saya ingin keluar hari ini juga?” Pinta Bara maksa. ” Maaf tuan, kondisi anda masih rendah, bahkan anda masih harus transfusi darah lagi” Dokter tidak bisa membiarkan Bara pulang dulu sebelum hemoglobin nya normal.


Dahlan masih mengawasi Bara. Dokter dan suster segera keluar setelah mengecek kondisinya. ” Apa hari ini Gea jadi menikah?” Bara bertanya kepada Dahlan. " Saya tidak tau tuan!” Bara lagi-lagi merasa gusar.


" Tolong hubungi Aksan aku ingin tanya kabar Gea?” Dahlan segera mengeluarkan ponselnya. ” Tidak perlu aku ada disini” Aksan tiba-tiba datang berdiri bersama Gea. Bara senang melihatnya. " Gea" Lirihnya. Bara segera bangun dari tidurnya.


Gea melihat ke arah Aksan, Aksan mengangguk. Gea menghampirinya. ” Apa kamu sakit?, wajahmu terlihat pucat, Kenapa kamu mengunakan pakaian tertutup seperti itu?” Bara sangat hawatir melihatnya. ” Saya baik-baik saja tuan!, gimana keadaan anda sekarang?” Mendengar Gea perhatian Aksan tidak marah.


Dahlan terkejut melihat Aksan sangat beda kali ini, Aksan yang arogan dan suka gonta ganti pacar jadi berubah sabar seperti itu. Dahlan dan Aksan keluar ruangan.


" Tuan muda, selamat atas pernikahan anda dengan Nona!” Aksan meraih tangannya dan berterimakasih. ” Kamu tau lan, istriku itu bukan hanya paket komplit, dia juga sudah membuat aku tambah gila, bahkan aku memikirkan dia pergi aja aku takut" Dahlan mendengarnya langsung paham.

__ADS_1


Mereka menjauhi kamar Bara lalu duduk di kursi taman rumah sakit. Aksan menatap ke arah depan sembari tersenyum bahagia.


” Aku pria paling beruntung di dunia ini lan!, aku berusaha agar Gea nyaman di dekatku, makanya aku bolehkan dia untuk merawatnya, sebenarnya hatiku sakit, cemburu, marah, kesal, tapi aku yakin Gea tau batasannya seperti apa.


Dahlan sangat takjub mendengarnya. Bos-nya yang licik dan arogan berubah menjadi melo hanya karena seseorang Gea.


Bara berusaha untuk bangun dan hendak memeluknya. Gea memundurkan tubuhnya kebelakang. " Tuan,. maaf saya tidak bisa seperti ini!. Bara bingung dengan sikap Gea yang tiba-tiba jaga jarak. " Maksudnya?" Gea mendudukkan kepalanya lalu menunjukan cincin ditangannya.


" Kami sudah menikah kemarin!” Bara terkejut mendengarnya, hatinya hancur berkeping keping mendengar Gea sudah menikah. Bara tidak terima dengan pernikahan mereka, dadanya terasa sesak mengetahui Gea sudah jadi milk orang lain. ” Maaf tuan!" Lirihnya. Gea bahkan tidak bernapas ketika ia memberi tahu kebenarannya.


” Saya mohon tinggalkan saya sendiri!" Bara berkata sembari memunggunginya. ” Tuan, saya akan merawat anda sampai anda pulih itu janji saya!" lirihnya.


Bara bangun lagi dari tidurnya. " Ternyata aku belum siap kehilangan kamu Gea!, ketika aku ingin berjuang mendapatkan kamu, kamunya sudah menikah!. takdir memang tidak adil kepadaku!. Bara terisak ketika bicara.

__ADS_1


Gea sedih mendengarnya tapi ia juga tidak mungkin melukai suaminya.


Demi Bara. " Tuan dulu saya pernah diposisi yang sama seperti anda, hati saya sakit ditinggal di malam pengantin, dan anda membawa wanita lain kerumah kita" Batin Gea sedih.


" Saya ingin istirahat tolong keluar!" Pinta Bara pelan. Dengan berat hati Gea memundurkan tubuhnya dan mulai melangkahkan kakinya pelan keluar.


Bara membalikkan badannya ia menahan rasa sakit yang amat dalam, mengetahui orang yang mau di perjuangkan nya ternyata milik orang lain. Bara tidak kuat lagi ia pun menangis sejadi-jadinya.


Untuk pertama kalinya Gea mendengar tangisnya. Gea yang tidak kuat ia pun keluar dan lari menangis.


Gea teriak sembari memangis di lorong rumah sakit, Gea begitu hancur karena Bara masih ada di dalam hatinya.


*****

__ADS_1


.Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗


__ADS_2