Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman =52


__ADS_3

Ditempat lainnya. Jena menjatuhkan gelasnya yang di genggamannya. " Ayah... Ayah.. cepat kamari !" Teriaknya seraya melotot melihat TV. Pak Ripan langsung menghampirinya dan melihat gelas pecah di samping putrinya. " Apa² ini Jena!. ucap Pak Ripan marah melihat pecahan gelasnya berserakan dimana-mana.


" Ayah lihat, wanita itu seperti Gea bukan" ucapnya sambil menunjuk ke arah TV. Pak Ripan menatap ke arah tv dan iya juga terkejut " Benar itu Gea!. lirihnya. Jena melihat ke arah ayahnya. " Ayah salah dia itu bukan Gea tapi Diana tunangannya Aksan barunya!. ujar Jena lagi. Mendengar nama Diana di sebut di tv. Pak Ripan langsung melihat acara tv tersebut.


Pestanya telah usai. Gea ijin ke belakang kepada Aksan. " Akan aku antar!. ucapnya Seraya menggenggam tangan Gea. " Ai aku hanya ingin ke Toilet aja tidak lama ko" jawab Gea lalu iya melepaskan tangannya dari Aksan. Aksan merasa tidak iklaz melepaskan Gea walaupun hanya sekejap. " Hmmmm, " Seseorang telah membuyarkan lamunannya.


" Mudah-mudahan wanita itu sadar kalau sedang berhadapan dengan playboy seperti kamu!.. ejek salah satu teman Aksan. Aksan mendengus kesal. lalu iya ambil minuman sambil memperhatikan Gea yang telah menghilang dibalik tembok. . Di toilet tiba-tiba Gea mendengar seseorang bicara. " Sayang sabar ya, aku belum bisa menguasai perusahaan Bara bahkan untuk nikahin aku aja dia belum membahasnya, aku ingin surat rumah si Gea itu di balik nama atas namaku!. Gea tertegun mendengar namanya disebut-sebut. Namun iya berpura-pura tidak mendengarnya dan segera masuk ke samping toilet. Di dalam toilet Gea terdiam sejenak sambil mendengarkan percakapan wanita yang di sebelahnya, dan memikirkan sesuatu di benaknya


Gea dan Karisa bersamaan keluar dari toilet mereka saling pandang Gea terlihat biasa namun Karisa merasa gusar melihat Gea keluar dari samping kamar mandi. Apa dia mendengarnya?. gumam di hati Karisa.


Gea langsung keluar lebih dulu, hatinya mulai gelisah mendengar percakapan Karisa dengan seseorang dibenak Gea masih banyak pertanyaan lainnya. Gea menemui Aksan dan memintanya untuk segera mengantar nya pulang. Aksan langsung menurutinya dan mengantarkan Gea ke apartemen. Kenapa wajahnya terlihat cemas. apa ada sesuatu yang terjadi. gumam Aksan.


Gea menatap ke arah jendela mobil. Selama ini yang papa Baras bilang itu benar, kalau Karisa hanya ingin hartanya tuan, apa aku harus memberitahu nya, tapi gimana kalau tuan tidak percaya. lagian dimata tuan Gea telah tiada. Gea bicara sendiri di hatinya. Aksan menggenggam tangan Gea dengan erat. " Ai apa ada sesuatu yang membuatmu gelisah?" tanyanya. Gea langsung menatapnya. " Tidak, hanya sedikit lelah Ai. jawabnya sambil tersenyum, Gea menyederkan kepalanya di bidang tubuh Aksan. Aksan langsung mengusap rambutnya membuat Gea merasa nyaman. namun dihatinya kecilnya Gea merasa gelisah. Ai maaf.. aku malah memikirkan laki-laki lain. ucapnya.


...********...


Malam semakin larut, Gea tidak bisa tidur. iya kepikiran dengan Bara. Gea bangun dari tidurnya dan langsung pergi ke balkon melihat bulan dan bintang ² " Aku harus minta bantuan siapa, agar tuan tau soal ini.

__ADS_1


Di tempat lainnya Aksan senang akhirnya sebentar lagi iya akan memiliki Gea seutuhnya bahkan Bara tidak bisa mengambilnya lagi. Sambil melihat poto Gea dan dirinya di ponsel. Aksan mencium poto Gea yang di jadikan wallpaper di ponselnya. " Aku akan menjadi Pria paling beruntung. ucapnya seraya memeluk ponselnya di dadanya.


******


Keesokan harinya. Pagi² sekali Gea bangun iya mimpi kedua orangtuanya datang , Gea keinget langsung membuka laptop nya, niatnya ingin baca lagi pesan dari orang tuanya. Gea memasukkan Email lamanya. Matanya langsung terbelalak terkejut melihat isi pesan masuk.Gea membacanya sambil menitihkan air matanya membaca pesan dari Beri.


💌 Beri


Tuhan temukan dia untuk ku, pulangkan dia padaku. tunjukkan kepadanya jalan kalau aku disini untuknya. Kata² ini sudah tidak ada gunanya lagi, aku sedih kecewa mendengar kamu tiada Ge. aku mencarimu. ketika tuhan mengirimkan aku kesini kamu sudah tiada. dari dulu aku sangat menyukaimu tapi aku tidak punya keberanian untuk menyatakan cinta kepada mu. penyesalan terbesar dalam hidupku ya itu aku jadi laki-laki pengecut.


Gea ingin membalasnya namun iya urungkan niatnya. lalu Gea membaca email lainnya. Seseorang yang selalu meneror nya dulu. mengirimkan pesan lagi.


Gimana rasanya kehilangan orang tua sekaligus, dan pembunuhnya masih berkeliaran diluar sana bahkan pembunuhannya bahagia sekarang.


Gea merasa marah kesal. Tampa sadar Gea membalasnya.


💌 Gea

__ADS_1


Siapa kamu, kalau kamu berani kita ketemu?.


Gea merasakan sakit dihatinya kalau memang itu benar Gea akan mencari orang yang sudah membunuh kedua orangtuanya. Gea lupa niat awalnya ingin mengenang masa lalunya dengan kedua orangtuanya malah emosi. Gea mematikan laptop nya lalu iya keluar dari kamar. Gea langsung ke dapur untuk masak makanan kesukaan ibu dan ayahnya.


...*****...


Bara bangun dari tidurnya iya melihat ada di kamar bawah yang dulu Gea tempati. Tidak ada yang berubah di kamar itu masih tetap yang lama sejak di tinggalkan Gea. Bara menatap guling yang selalu Gea peluk Bara ingat ketika Gea ngigau dan Bara merekam di ponselnya. Kalau Bara ingat dengan Gea iya selalu memutar Vidio di ponselnya.


Komputer yang selalu Gea pake Bara selalu memakainya kalau iya bekerja dirumah. Ponselnya bunyi tanda pesan masuk. Bara segera bangun dan langsung menyalakan komputer nya. Bara ingin membalas email rekan bisnisnya namun Ketika iya ingin mengeluarkan emailnya Gea matanya terkejut melihat Email masuk dan keluar.


Bara langsung melihat jam berapa pesan itu dikirim, Bara segera menghubungi seseorang. " Aku ingin kamu melacaknya sekarang juga!. ucapnya di telepon. Bara menutup teleponnya dan langsung mandi.


Aksan menekan tombol bel apartemen Gea, iya ingin memberikan kejutan tampa memberi tahunya terlebih dahulu. Aksan berdiri di depan pintu apartemennya. Mendengar suara bel Gea pikir itu asistennya Gea membukakan pintunya " Morning Ai " Ucapnya seraya tersenyum manis. Gea membalas senyumannya. " Kebetulan sekali kamu kesini Ai, sarapan bareng yu aku sudah masak!" ajak Gea seraya menarik tangan Aksan. Aksan senang melihat Gea bersikap manis kepadanya, masakannya di meja sudah tersusun rapih. " Wow, kamu memang paket komplit sayang cantik dan pintar masak. Puji Aksan. Gea hanya tersenyum tipis. " Kamu tau Ai, ini masakan kesukaan papi dan mami. ujar Gea seraya mengambilkan makanan untuk Aksan.


Aksan langsung berpikir selama ini Gea tidak pernah cerita soal keluarga, kalau iya bahas soal keluarganya pasti selalu Gea alihkan sama yang lainnya. Aksan merasa ini saatnya mengenali Gea dan keluarga nya. Selesai makan Aksan memberanikan dirinya untuk menanyakan sesuatu kepadanya. " Ai, kita kan sebentar lagi akan menikah, cerita donk soal keluarga kamu?. tanya Aksan. Gea menatapnya dengan tatapan sedih. Raut wajahnya manjadi langsung beda.


" Mami, dan papi itu orang nya ramah dan juga baik" Gea menceritakan gimana hidupnya semasa ada orangtuanya yang iya banggakan. Dan yang terakhir ketika ibunya dan ayahnya meninggal bagaikan mimpi paling buruk dalam hidupnya. Tampa sadar Gea menitihkan air matanya lagi. Aksan merasa sudah membuat Gea sedih iya pun langsung memeluknya dengan erat. " Sudah² cukup Ai, aku tidak ingin membuatmu sedih, ,maaf. lirihnya sambil menciumi pucuk kepalanya Gea.

__ADS_1


******


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2