
Bara baru saja merebahkan tubuhnya di kursinya merasa lelah karena habis jalan muter-muter mencari Gea dan Aksan kemana-mana.
" Tuan muda, apa anda baik-baik saja?". Bara melihatnya langsung mengangguk.
" Anda dari mana tuan?, kenapa pakaian anda berubah?". Bara yang baru sadar langsung bangun dari duduknya. Sial aku lupa tadi tidak sempat ganti dulu sebelum masuk ke kantor.
" Oh ini, tadi saya minum kopi dan kopinya tumpah lalu saya keluar untuk cari pakaian ganti!". Adam hanya tersenyum tipis karena ia tau Bara sudah bohong.
Dirumah....
Gea baru sampai melihat Susi sedang duduk di taman ia menghampirinya.
" Mba Susi, saya bawakan makanan untuk kamu!" Susi segera berdiri dan langsung mengambilnya.
" Terimakasih nona anda sudah repot-repot bawa ini untuk saya". Susi hendak pergi.
" Mba Susi tunggu!" Susi menghentikan langkahnya.
" Iya nona?".
" Apa saya boleh tanya sesuatu?". Susi langsung gugup, ia langsung gusar.
" Kenapa wajah kamu jadi cemas gitu, saya tidak akan nanya yang macam-macam ko, saya hanya ingin tau saja apa tuan memiliki sodara atau ibu, ayah, adik, kakak?".
" Ada nona, tapi beliau di luar negri". Gea langsung ingat foto yang di pajang di kamar Bara.
__ADS_1
" Apa orang tua nya perna kesini?”. Susi langsung gugup.
" Maaf nona, saya masih ada kerjaan di belakang, saya pamit dulu ya?". Susi langsung pergi ke belakang. Gea merasa Susi menghindari pertanyaan barusan.
Gea langsung pergi ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya.
Waktunya pulang. Bara dan Adam pergi sama-sama. Di mobil Adam melihat kemeja Bara bersih tampa noda, Di sampingnya ada bukusan pelastik yang isi nya pakaian juga.
Adam hanya diam tidak banyak tanya lagi.
Gea kebangunan ia langsung mandi dan bersiap untuk menyambut Bara datang.
Mendengar suara mobil, Gea langsung menghampiri Bara.
” Sepertinya tidak asing baju yang anda pakai itu tuan?". Bara gelagapan.
Adam juga bingung dengan pertanyaan Gea.
" Saya lihat itu kan di outlet taman hiburan, gambarnya saja taman hiburan, apa jangan-jangan anda yang kena tumpahan esrim disana tadi?". Merasa tersudut Bara segera menjawab.
" Sembarang kamu kalau ngomong, memangnya yang jual kaos ini hanya di sana!, dan lagi pula ngapain saya kesana tidak ada kerjaan apa!'. Bara menyangkalnya lalu iya bergegas masuk ke dalam rumah.
Adam langsung paham dan mengerti. Sepertinya yang di katakan nona ada benarnya juga, apa tuan mulai cemburu sama nona.
Gea pamit lalu ia segera menyusul suaminya ke dalam.
__ADS_1
Adam mengeceknya ke dalam mobil, dan benar saja ada kaos yang ada noda eskrim nya. Nona benar tuan tadi habis dari taman hiburan rupanya.
Di kamar Bara segera mencopot bajunya. "Gara-gara pakaian itu hampir saja ketauan. Teriak nya.
Gea menuggu Bara di bawa berharap Bara turun, ia ingin menghiburnya seperti biasa.
Tidak lama Bara turun, ia melihat di tangan Gea ada gelang melingkar. Gelang itu pasti yang tadi mereka beli, menjijikkan. Gumamnya.
Gea terseyum ke arahnya.
" Ngapain kamu senyum-senyum?”.
" Saya ingin bicara penting!". Bara duduk di depan Gea.
" Bicara soal apa?".
" Tuan, saya ingin kerja lagi, dan saya sudah tidak punya bekal uang untuk keseharian saya, jadi mulai besok saya ijin bekerja".
" Tidak boleh!". Gea melongo mendengarnya.
" Kenapa?". Gea minta penjelasan.
" Ini. kamu kan tanggung jawab saya, pakai saja ATM itu, anggap saja itu napkah dari saya" . Gea tertegun mendengarnya.
Bersambung Jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih
__ADS_1