
Gea menoleh ke arah kulkas disana ada memo tulisan Bara. Gea membacanya, bibirnya tersenyum senang karena Bara mengajaknya untuk makan malam.
" Maaf, saya sudah berpikir yang jelek tentang anda tuan". Gea memeluk kertasnya sembari jalan ke kamarnya.
Karisa dan Bara bercanda-canda seperti dulu di flatnya. Karisa tidak menyangka aksinya mau bunuh diri bisa membuat Bara lebih peduli.
" Ngomong² malam ini kita jalan yu?". Ajak Karisa. Bara terdiam sembari berpikir.
" Saya ada janji sama Gea Sa malam ini, lain kali aja ya". Karisa langsung tersenyum terpaksa.
" Oh gitu, memangnya kalian mau kemana?".
" Kita hanya makan malam saja Sa". Mendengar makan malam, Karisa langsung punya ide. Bara dan Karisa menghabiskan waktu sampai siang. Menjelang sore Karisa memesan makanan untuk mereka santap bersama.
Karisa memasukkan beberapa serbuk ke makanan punya Bara. lalu Ia membawanya ke meja.
" Yu kita makan" Ajak Karisa. Melihat Bara sangat lahap Karisa senang.
" Kamu gak makan?". Tanya Bara.
" Aku kenyang liat kamu makan". Jawaban sambil tersenyum manis. Bara melanjutkan makannya.
Setelah makan Karisa mengajak Bara main kartu. Bara terus menerus menguap. Sepertinya obatnya mulai bekerja. Batin Karisa.
Bara merebahkan tubuhnya di sofa ia merasa capek dan ngatuk.
__ADS_1
" Aku ambilkan bantal untuk kamu". Karisa mengambil bantalnya lalu memberikannya sama Bara.
" Thanks Sa". Karisa menganguk. Tidak perlu waktu lama Bara tertidur pulas. Maaf ya Bar, aku harus menjauhkan kamu dari wanita itu. Karisa mengambil ponselnya dari tangan Bara. Dia membuka ponselnya mengunakan jari Bara.
Karisa terkejut melihat data yang Bara simpan soal pernikahan kontraknya.
Astaga jadi benar kalau Bara mencintai aku. Batinnya sembari melihat wajah Bara. Namun hati Karisa tidak bisa menerimanya dia sangat mencintai Aksan.
Menjelang malam. Gea sudah bersiap pergi ke restoran. Sampai di restoran Gea mencari Bara di sana namun tidak ada.
" Ada yang bisa saya bantu nona?". Tanya pelayan restoran.
" Iya mas, saya lagi cari suami saya”.
" Apa sebelumnya anda sudah reservasi?".
" Mari ikut saya nona". Gea mengikuti pelayanan tersebut. Gea segera masuk ke dalam dan takjub melihat pemandangannya. Gea langsung duduk, hatinya merasa senang karena ia di perlakukan seperti ini. Gea mulai menyukai Bara. Hatinya merasa tidak sabar ingin melihat Bara datang.
Selang 20 menit. Gea terkejut melihat Karisa yang datang dan langsung duduk di hadapannya.
" Halo". Gea tidak membalas sapaannya, dia hanya diam menatap wajah Karisa. Karisa tersenyum mengejek melihat penampilan Gea yang baru.
" Kamu pikir Bara akan datang?".
" Maksud anda?". Karisa mengeluarkan ponselnya lalu memperlihatkan foto Bara yang sedang tidur.
__ADS_1
" Saya tidak pernah menyukai kamu dan saya tidak mau menyebutkan nama kamu, saya akan menjauhkan kamu dari Bara dan juga Aksan, mereka milik saya. kamu harus jauhi mereka”.
Gea terdiam menatap Karisa yang sedang bicara.
" Saya istrinya, mana mungkin saya jauhi dia".
" Hmmmm, istri?.. kamu pikir Bara menikahi mu karena cinta?, aku tau kalian hanya menikah kontrak kan, itu semua dia lakukan karena aku mendesaknya dulu. Deg hati Gea langsung sakit mendengarnya. Apa yang di katakan Karisa memang benar.
" Mending kamu segera angkat kaki dari rumah itu, dan jauhi Bara!".
" Kalau aku tidak mau?". Karisa mulai kesal mendengarnya.
" Aku sendiri yang akan mengusir mu dari hidupnya!".
" Coba saja kalau bisa!". Gea langsung berdiri hendak pergi
" Dasar wanita ******!, beraninya dia mengibarkan bendera perang denganku!!". Gea langsung pergi dari restoran dan langsung mengunakan taksi.
Di dalam taksi Gea menangis sesenggukan menahan sakit di hatinya.
Aku akan pergi jika tuan sendiri yang menyuruhku pergi. Batinnya.
Karisa langsung balik dengan keadaan kesal. Sampai di flatnya Karisa tidak menemukan mobil Bara di sana. Apa dia sudah sadar dan pergi. Gumamnya sembari jalan ke dalam flatnya.
**********
__ADS_1
...((Harap di baca saya baru revisi sampai BAB ini. ))...
Sampai di sini revisinya ya!!). halaman selanjutnya tidak akan nyambung. terimakasih.