
Gea membuka matanya melihat polisi sudah ada di ruangan tersebut.
" Selamat pagi nona?, saya dapat informasi jika anda dan tuan ini di sandra apa anda bisa menceritakan kejadiannya?". Gea baru siuman sudah di cecar pertanyaan dari polisi.
Gea menceritakan semuanya kepada polisi, salah satu polisi terkejut ternyata perempuan yang sedang di carinya ada di hadapannya. ” Apa anda tunangan tuan Aksan?” Gea mengangguk. Polisi segera memberikan kabar ke temannya sesama polisi yang sedang menyelidiki kasus tersebut.
Ditengah-tengah hutan polisi mendapatkan kabar dari temannya, dan langsung sampai ke telinga Aksan. Mereka segera pergi ke lokasi dimana Gea dan Bara di rawat.
Di mobil tahanan Karisa masih cemas dengan keadaan Bara, sedangkan pak Ripan dan Jena terus bicara jika mereka tidak bersalah. ” Anda bisa jelaskan nanti di kantor nona, tuan!. jawab Pak polisi.
" Rey,. jangan bawa-bawa kami ke masalah ini!!, apa lagi kamu bawa-bawa anak saya!.. Pak Ripan ancam pak Rey. ” Bukannya itu ide kalian!?" Jawab Pak Rey. " Apa?!!, kou gila Rey, gua hanya ingin Gea tandatangani bukan menculiknya!" Pak Ripan kelepasan bicara dan langsung menutup mulutnya.
__ADS_1
Polisi mendengarnya. ” Ayah ini gimana sih udah tau ada polisi ngomongnya tidak bisa di kontrol!. Ucap Jena pelan. Pak Rey melihat wajah Karisa cemas. " Pak apa ada kabar soal Bara?" Karisa menayangkan itu kepada polisi.
Polisi tidak menjawabnya. Pak Rey terkejut mendengar pertanyaan Karisa. " Lagi gini kamu malah mencemaskan dia!! kamu gak lihat keadaan kita saat ini!! dasar perempuan binal!!" Pak Rey menampar wajah Karisa " Prak!" . Semuanya melongo melihatnya. Polisi segera mengeluarkan pistol. " Jika kalian ribut saya tidak segan-segan akan menembak anda!!. Kata polisi. Karisa merasakan panas di bagian wajahnya disudut bibirnya mengeluarkan darah.
” Dasar iblis!!, laki macam apa kou ini hah!!, beraninya kepada perempuan!!. Teriak Karisa tidak terima dengan perilaku pak Rey kepadanya.
Polisi segera memberhentikan mobilnya dan memindahkan salahsatunya ke mobil lain. ” Dasar wanita binal!!, kou lebih rendah dari Gea dasar ******!!" Teriak pak Rey yang ditarik polisi untuk pindah ke mobil lain. Karisa menahan amarahnya sambil menatapnya dengan tatapan membunuh.
Di rumah sakit...
Bara membuka matanya perlahan melihat Gea ada di hadapannya hatinya sangat bahagia. ” Jangan pergi lagi !. Lirihnya. Bara meraih tangannya. Gea merasa sedih mendengarnya. Bara tersenyum tipis setelah itu matanya terpejam lagi.
__ADS_1
” Tuan!, tuan!, tuan!," Gea panik hendak keluar manggil dokter namun tangannya di genggamnya dengan kuat ” Saya tidak apa-apa!" Mendengar Bara bicara Gea menarik napas leganya. ” Saya hanya ingin memastikan jika ini bukan mimpi!" ujar Bara.
Gea menatapnya dengan tatapan sedih. ” Jangan nangis lagi, air mata ini hanya boleh dikeluarkan jika kamu bahagia!. kata Bara seraya menghapus air mata yang mengalir di pipinya. Gea sudah tidak bisa menahannya ia pun menangis sejadi-jadinya.
” Aku gak tau air mata ini tidak bisa berhenti!, " Gea menangis di sampingnya terlihat lucu. Bara ingin sekali memeluknya namun susah tubuhnya masih sakit. Bara hanya bisa menghapus air matanya.
" Saya baru tau kalau kamu itu cengeng" Mendengar ejekan Bara seperti itu Gea tertawa kecil. Bara tersenyum melihatnya. Tampa mereka sadari tangan satunya masih berpegangan.
Aksan segera masuk ke rumah sakit dan segera menuju ke ruangannya. "Sayang aku harap kamu baik-baik saja!. Aksan menghentikan langkahnya melihat Gea tertawa kecil dan tangannya di genggamnya. Rasa sakit dihatinya membuat Aksan langsung menghampirinya dan menariknya dari Bara.
Gea terkejut melihat Aksan bersikap seperti itu sama dirinya. " Ai!" Ujarnya. Aksan memeluknya dengan erat. Bara terdiam membeku melihat Gea dipeluk Aksan. Gea masih tidak bergeming tubuhnya kaku seperti patung. ” Syukur lah kamu selamat sayang!, kamu tidak apa-apa kan?" Aksan mengecek kondisinya. Namun tatapan mata Gea kepada Bara. " Aku tidak apa-apa Ai!. jawab Gea dengan tatapan kosong.
__ADS_1
Aksan menatap wajahnya, hatinya merasakan ada yang aneh kepada Gea. ” Sayang lihat aku, aku sangat hawatir sama kamu?, apa ada yang sakit jika ada bilang kepadaku!. tanyanya. Gea masih menatap ke arah Bara.
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗