Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman = 87


__ADS_3

Dahlan menuggu diluar ruangan, sembari chat bersama Sarah. Sesekali tersenyum membaca pesannya.


Di sisi lain Sarah juga sama senyum-senyum sendiri, ” Sebaiknya aku nemenin Gea di kamar, besok dia akan menikah!. gumamnya lalu pergi ke kamar. Sarah melihat kamarnya gelap Sarah mendekatinya lalu melihat Gea sedang baring.


” Gua tau lo pasti belum tidur?” Mendengar Sarah bicara Gea menoleh. ” Kenapa lo tiba-tiba ingin nikah cepat dan memilih nikah sederhana, bukannya tinggal satu hari aja pernikahan lo akan di gelar?” Gea langsung bangun lalu duduk.


” Gua ingat dengan omongan lo tadi, Aksan akan menderita jika Gua mengikuti hati Gua sendiri!” Sarah menepuk pundaknya. ” Apa lo udah siap menyerahkan hidup lo sama Aksan?” Gea mengangguk ” Bismilah” Jawabnya lirih.


Sarah segera baring disampingnya melihat Gea masih duduk dan memeluk kakinya.


” Lo masih mikirin dia?” Gea mengangguk. " Hmmm, Ge mu sampai kapan sih hati lo itu mikirin dia?, lo gak ingat dulu dia udah sia-sia in lo! ”. Gea menatap ke arah Sarah.


” Lebih baik sekarang lo tidur, karena besok pagi lo udah jadi istri sahnya Aksan Sjuman!, dan lo harus bahagia!.. berhenti memikirkan perasaan orang lain yang sudah menaruh duri di dalam daging lo!”.


Gea memikirkan ucapan Sarah.


” Gua harap lo tidak lihat lagi ke belakang, karena masa depan lo bersama Aksan itu tujuan hidup lo kedepannya, lo hanya pokus sama Aksan dan kebahagiaan lo sendiri.


*******

__ADS_1


Keesokannya.....


Matari mulai menyinari bumi. Di bawah semuanya sibuk bahkan ada yang belum tidur agar dekorasinya selesai tempat waktu.


Sarah mendengar ketukan pintu lalu ia segera membukanya. ” Selamat pagi Nona, kami yang akan membantu nona agar segera bersiap!. Sarah mengangguk lalu melihat ketempat tidur kosong. Tidak lama pintu kamar mandi kebuka. Gea keluar mengunakan handuk kimono.


Sarah bernapas lega melihatnya, " Gua mandi dulu ia!. Sarah buru-buru masuk ke kamar mandi sambil tersenyum lebar . Risma dan asisten lainnya segera membatu Gea mengunakan kebaya dan segera merias wajahnya.


" Apa tuan Aksan sudah siap?" Tanya Gea. ” Sepertinya sudah nona” Gea menarik napasnya agar tidak gugup. Tidak lama Sarah keluar. Melihat Gea mengunakan kebaya modern langsung takjub.


” Hmmmm, cantiknya” Puji Sarah. ” Ayo Sar bantu gua pakai rok nya" pinta Gea..


Sarah dengan sigap membantunya lalu ia segera bersiap. ” Lo gugup?” Gea menganggukkan kepalanya. ” Apa lo gugup karena mikirin malam pertama lo?” Gea mencubit tangan Sarah. ” Aw, sakit tau!" Sarah menahan tawanya melihat wajah Gea yang benar-benar gugup.


Di bawah Aksan gugup menuggu Gea belum turun juga ia ingin segera naik ke atas namun ia urungkan.


Yang hadir hanya beberapa orang terdekat saja. Tidak lama Gea turun di bantu Sarah. Aksan tersenyum bahagia hampir saja ia menitihkan air matanya.


Gea melihat kebahagiaan dimatanya, " Maaf ai, hampir saja aku menorehkan luka di hatimu” Batin Gea Lirih. Aksan menghampirinya lalu meraih tangannya. " Kamu cantik banget sayang!” Gea tersenyum ke arahnya. ” Kamu juga sangat tampan!" Puji balik Gea. Mereka saling memandang satu sama lainnya.

__ADS_1


” Hmmmm, pak penghulu menuggu kalian tuh!" Saut Sarah. membuyarkan Keduanya, lalu mereka sama-sama tersenyum tipis. Aksan segera duduk bersama Gea. Pak penghulu segera membacakan dan menuntun Aksan.


Pernikahan mereka pun Sah. Mereka mengucapkan rasa syukur dan memasang cincin di jarinya masing-masing. Semuanya tersenyum senang dan bahagia.


Gea mencium tangan Aksan dan Aksan mencium kening Gea. Sarah menangis melihatnya sambil Vidio call bersama Dahlan.


Dahlan senang melihatnya dan tidak sanggup menahan air matanya "Akhirnya masa playboy tuan berakhir” Gumamnya sembari menghapus air matanya.


Beberapa tamu mengucapkan selamat bergantian kepada Aksan dan Gea, sebagian meminta Poto untuk kenang-kenangan. Aksan tidak melepaskan tangan Gea sedetikpun ia terus menggenggamnya dan membawanya ke para tamu.


3 Jam berlalu, " Apa kamu lelah sayang?" Tanyanya. Gea menggelengkan kepalanya. Aksan mencium tangannya ” Terimakasih sudah mau hidup bersama ku!" Gea terseyum lalu menyederkan kepalanya di dadanya.


" Hmmm ²” Sarah membuyarkan Keduanya lagi. ” Maaf nona, saya hanya ingin memberitahukan kepada anda ini masih siang belum malam!" Mendengar ejekannya. Gea dan Aksan tertawa.


" Tuan muda apa saya boleh memeluknya hanya sebentar saja!" Pinta Sarah. Aksan tidak melepaskan tangannya. Gea menatapnya agar tangannya di lepas. Aksan mengalah lalu melepaskannya tangannya. " Satu menit gak lebih, karena kedepannya hanya aku satu-satunya yang akan dipeluknya!. Mendengar Aksan posesif, semuanya tertawa terbahak-bahak.


" Selamat ia Ge, lo harus bahagia” Sarah dan Gea saling berpelukan dan menguatkan satu sama lainnya.


" Udah lebih satu menit neh!" Mereka langsung melepaskan pelukannya. Aksan meraih tangannya dan melingkarkan tangannya di pinggangnya. " Kalian memang serasi" Puji Sarah. Aksan menatap istrinya.

__ADS_1


*****


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗


__ADS_2