
langkahnya Dahlan mulai pelan, di pikirannya bertanya-tanya takut bosnya kenapa² sampai teriak² memanggilnya.
" Tuan" ujarnya. " Siapkan sepeda.. aku ingin olahraga.ucap Aksan. Apa tidak salah ini sudah hampir siang. gumam Dahlan.
Aksan melihat Dahlan malah bengong. " Apa kamu mendengarnya!" tanya Aksan. Dahlan tersadar dari lamunannya " Baik tuan!' jawab Dahlan lalu Pergi.
Aksan sudah bersiap dengan pakaian olahraganya. Dahlan sudah siap di dekat mobil. Nona Gea sangat berpengaruh terhadap tuan Aksan. gumam Dahlan.
Aksan segera naik ke dalam mobil, Dahlan segera melajukan mobilnya.
...******...
Gea bergegas pergi ke tempat biasa iya bersepeda. Dengan begini aku bisa sedikit melupakannya. ucap Gea.
Seperti biasa Aksan memakai air di wajahnya agar terlihat habis gowes. Dahlan segera menurunkan sepedanya.
" Tuan muda, ada melupakan sesuatu" Ucap Dahlan. iya meraih topi dan masker. Aksan sebenarnya malas memakainya namun iya harus memakainya agar tidak ada gosip.
Dari jauh Dahlan melihat Gea yang lagi gowes ke arah mereka. " Tuan, sepertinya itu Nona" ucap Dahlan. " Cepat kamu pergi, aku gak mau dia lihat aku kesini mengunakan mobil. kata Aksan. Dahlan segera masuk ke mobilnya lalu pergi.
Gea melihat Aksan sudah menuggu di tempat biasa. " Hai" Sapa Gea. " Hai juga," sapa balik Aksan.
" Apa kamu sudah pemanasan dulu, nanti pingsan lagi " Ujar Gea sambil tersenyum. Aksan langsung malu mendengar Gea bicara seperti itu. " Sudah kamu tenang saja, kali ini aku tidak akan pingsan. jawab Aksan.
Mereka gowes sama-sama Aksan senang bisa berbarengan dengan Gea dan mereka sambil ngobrol di jalan .
" Apa kamu sudah makan?" tanya Aksan.
" Aku sudah, kalau kamu!. tanya balik Gea.
" Aku pikir kamu belum makan, makanya aku ingin ajak kamu makan di cafe yang baru dibuka. ajak Aksan penuh harap.
" Ayo, tapi aku tidak makan ya, aku nemenin kamu aja. ucap Gea. Aksan bernafas lega rencananya berhasil.
Sampai di cafe.
Gea dan Aksan masuk kedalam cafe tersebut. Aksan memilih tempat duduk paling ujung. tidak di sangka- sangka Bara dan Karisa sedang ngobrol disana. Karisa menatap tajam ke arah Gea. " Itu istrimu kan?" tanya Karisa kepada Bara.
Bara melihatnya " Ya dia Gea, sama siapa dia!. ujar Bara. Aksan menarik kursi untuk Gea duduk. " Terimakasih" ujar Gea lalu iya duduk, Aksan membuka maskernya lalu duduk menghadap Gea.
" Wat!!, itu Aksan, " kata Karisa kesal. Bara memperhatikan wajah Karisa. Apa dia cemburu. Gumam Bara sambil menatap Karisa.
" Kamu mau apa?" tanya Aksan seraya membuka buku menu. " Aku minum saja. Jawab Gea.
Gea dan Aksan tidak tau kalau mereka di perhatikan oleh Bara dan Karisa.
" Lihatlah istrimu itu, tidak tau malu sudah nikah masih saja jalan dengan pria lain, dasar wanita gak bener. Kata Karisa ketus.
" Apa bedanya dengan aku, aku juga sama jalan sama kamu. mungkin mereka hanya berteman. Saut Bara membuat Karisa makin kesal.
” Ayo ikut denganku!' Ujar Bara lalu iya berdiri dan melangkahkan kakinya menuju ke arah Gea dan Aksan.
Bara terkejut ternyata Karisa mengikutinya dari belakang.
Aksan menatap Gea dari jarak dekat, " Cabe kamu disini!" tanya Bara. membuat Gea dan Aksan menoleh sama-sama. Tampa di persilahkan untuk duduk Bara menarik kursinya lalu iya duduk.
Aksan mendengus kesal melihat Karisa juga ada dan duduk di hadapannya.
" Tuan anda disini juga, Iya, kami habis olahraga, dan saya di traktir olehnya" ucap Gea . raut wajah Aksan berubah.
Apa Aksan cemburu melihat pacarnya jalan dengan tuan. gumam Gea
" Aksan kamu kenapa?" tanya Gea. Apa!!, dia panggil Aksan, dengan sebutan nama, sedangkan kepadaku dia memanggilku dengan sebutan Tuan.. ucap di hati Bara
" Sejak kapan kamu suka main sepeda, bukannya dulu kamu bilang trauma" Tanya Karisa membuat Aksan Gusar. " Tidak, aku tidak pernah bilang seperti itu. jawab Aksan bohong.
Sial, demi wanita ini dia rela melakukan hal yang dulunya iya tidak sukai. Gumam Karisa.
Pelayan membawakan makanan dan minuman yang dipesannya tadi.
Gea memesan minuman sedangkan Aksan memesan Sandwich.
Suasana Hening. " Apa kalian tidak makan, kalau mau pesan aja" kata Aksan. " Tidak.. aku hanya ingin makan masakan Gea. jawab Bara membuat semuanya melihat ke arahnya.
Sial, apa-apaan si Bara ini, jelas-jelas demi Risa iya membiarkan Gea menunggunya. gumam Aksan.
__ADS_1
Karisa juga terkejut mendengarnya. Apa!.. O, pantesan tadi dia gak mau makan, aku akui sih masakan gadis ini memang enak. gumam Karisa kesel.
Gea hanya diam.. Apa tuan Bara hanya ingin membuat Karisa cemburu. tuan seandainya itu benar.. aku sangat bahagia. gumam di hati Gea.
Tidak ada obrolan apa-apa. mereka memutuskan untuk pulang. " Ge ingat malam ini kita dinner sesuai janji kita Tempo lalu" kata Aksan. membuat Bara dan Karisa langsung gusar.
Gea hanya mengangguk. Jadi mereka berencana untuk makan malam..gumam Bara.
Bara dan Karisa naik kedalam mobil, sedangkan Aksan dan Gea naik sepeda. Gea menatap ke arah Bara.
" Ayo Ge. ujar Aksan yang sudah lebih dulu gowes. Gea mengikutinya. Bara langsung melihat Gea yang sudah pergi lebih dulu naik sepeda.
" Bara kamu harus melarang dia untuk makan malam!, kamu tau kan Aksan itu cowok tidak benar!!. Kata Karisa. Bara hanya diam. Kalau tadi tidak ada Bara sudah habis kamu Gea. Gumam Karisa sambil mengepalkan tangannya.
Bara melihat Gea dan Aksan sedang gowes sama-sama iya melewatinya. matanya ke arah spion.
" Bara, apa kamu dengar apa yang aku bilang barusan!..tanya Karisa.
"Hmmm, biarkan saja, lagian apa bedanya dengan ku, aku saja masih suka makan dengan mu. jawab Bara membuat Karisa makin kesal.
Aku harap itu tidak benar Risa, kalau kamu bohongi aku lagi maka aku tidak akan percaya kepadamu. gumam Bara.
...*******...
Sampai dirumah.
Gea memasukan sepedanya ke gudang lalu iya masuk kedalam rumah.
Gea melihat Bara dan Karisa sedang ngobrol di sofa.
Gea hanya melewatinya saja. " Cabe, masak donk, aku lapar!" ujar Bara. Gea segera ke dapur. " Bara Kenapa kamu tidak menyuruhku sih' kata Karisa.
" Memangnya kalau aku suruh kamu mau masak, ? tanya Bara. Karisa menggelengkan kepalanya. " Tentu tidak yang ada nanti kuku ini rusak, lusa ada pemotretan. jawab Karisa. Gea segera pergi ke dapur.
Tidak lama Karisa langsung menyusul Gea ke dapur. " Kamu tau kenapa Bara tidak menyuruhku, karena dia takut aku jadi kotor, makanya dia menyuruh mu, kamu kan memang sudah kotor. UPS keceplosan deh. Kata Karisa menghina.
Gea tidak sakit hati mendengarnya. " Apa anda tuli nona, bukannya anda dengar juga di cafe tadi, kalau tuan hanya ingin masakan ku saja!, atau Jangan-jangan anda mulai pikun!. ejek Gea sambil mengiris bawang.
" Dasar wanita..." belum selesai Karisa bicara " Sedang apa kamu di dapur, apa kamu mau belajar masak?" tanya Bara. " Tidak perlu belajar masak sama dia. aku bisa sekola Chef. ujar Karisa lalu pergi dari dapur
" Tuan anda" lirihnya. Tuan kenapa anda seperti ini, anda selalu membuat aku bimbang. gumam Gea di hatinya.
Bara segera membalut jarinya. " Lain kali hati-hati" ucapnya lalu pergi.
" Tuan" panggil Gea. Bara menoleh " Hmmm" jawab Bara. " Terimakasih. Bara langsung pergi.
Gea menggenggam jarinya yang tadi di hisap oleh Bara lalu iya peluk ke dadanya dan tersenyum.
Selesai masak Gea menghampiri Bara yang sedang nonton tv. " Tuan masakannya sudah jadi. ujar Gea. Karisa hanya mendelik tajam. " Aku makan dulu" ujar Bara sambil berdiri langsung mengikuti Gea. seperti biasa Gea mengambilkan makanan untuknya. Bara langsung melahapnya.
" Tuan, saya ingin siap-siap dulu" pamit Gea lalu pergi ke atas, Bara menghentikan makannya lalau melihat ke arah Gea yang sedang naik tangga.
Karisa merasa geram mengetahui kalau Aksan mempersiapkan untuk dinner bersama Gea. Karisa segera mengirimkan pesan sama orang suruhannya.
Karisa langsung menghampiri Bara, " Bara aku harus ke apartemen dulu, ada sesuatu yang harus aku ambil" ujar Karisa. " Biar ku antar!" ucap Bara. " Tidak perlu Bara, aku bisa sendiri. ucap Karisa.
Tidak lama Gea turun ke bawah.. "Tuan aku pergi" ujarnya. " hmmmm " jawab Bara. Gea menarik napas panjangnya. tidak lama bel berbunyi.
Gea melihat siapa yang datang. Gea membuka pintunya " Nona tuan muda menyuruhku untuk menjemput anda. ucap Dahlan sopan..Bara menguping pembicaraan mereka.
" Oke. Gea bergegas pergi lalu menutup pintunya. Gea melihat lagi ke arah pintu. Dahlan membukakan pintu mobilnya. Gea segera masuk dan pergi.
Di mobil Dahlan memperhatikan wajah Gea seperti cemas.
Sampai di restoran,
Aksan sudah memesan tempat VIP untuk dinner bersamanya.. Dahlan membukakan pintu untuk Gea. " Nona, anda sudah ditunggu tuan muda. ucapnya sopan. " Terima kasih. kata Gea seraya melangkahkan kakinya.
Aksan terseyum lebar menyambut Gea, " Selamat datang Nona Gea" kata sambutan dari Aksan membuat Gea terseyum senang.
Aksan Sangat tampan dengan jas warna abu, rambutnya tertata rapi.
Gea segera menghampirinya. " Selamat malam teman" safa balik Gea. Aksan menarik kursi untuk Gea duduk. ".
Alunan musik tiba-tiba terdengar, tidak hanya itu, MC menyambut kedatangan tamu istimewa nya." Untuk Nona Gea, kami mempersembahkan lagu sepesial ini untuk anda dari tuan Aksan Sjuman. ucap MC tersebut. lagu yang di nyanyikannya benar-benar romantis.
__ADS_1
Gea merasa terharu mendengar nya. " Ini pasti ulah mu iya kan?" tanya Gea senang. Aksan menganguk.
Gea melihat ke sekelilingnya, hanya ada dia dan Aksan saja. Restoran sebesar ini sepi.. gumam Gea. jelas sepi Aksan sudah menyewa tempat itu.
" Apa kamu suka, kamu sangat cantik Gea. puji Aksan.
Gea hanya tersenyum tipis mendengarnya. Aksan mengambilkan minuman untuk Gea.
Sebelum makan, Gea dan Aksan berbincang-bincang. Aksan terus menerus menatapnya. disaat Gea tertawa ataupun lagi diam.
" Kamu kenapa?, apa di wajahku ada sesuatu" tanyanya penasaran. " Cantik, kamu benar-benar cantik" kata² itu lolos saja dari mulut Aksan.
Gea mengerutkan keningnya jawabannya aneh. " Aksan aku bertanya, tapi jawabanmu beda sekali, apa kamu sedang melamun. ujar Gea.
Aksan langsung gugup. Aksan segera berdiri. " Aku punya puisi. ujar Aksan iya bergegas menghampiri MC tersebut.
Aksan mengambil Mic, Aksan manarik napasnya terlebih dahulu. " Ini untuk seseorang yang Ahir ² ini membuatku semakin berwarna. semuanya tepuk tangan.
(Aku menghabiskan banyak musim hanya dengan memandang fotomu, namun jangan pernah berpikir bahwa cintaku hanya musiman, aku mungkin tidak ada dihadapan matamu saat ini) tetapi kau selalu ada di dalam ingatanku) jika ini datang dari cinta mengapa aku harus mengeluh pada derita) hidupku sudah terbiasa dengan rasa sakit ini, jarak ini hanya untuk sementara, beri satu jalan agar kita bisa sama² Selamanya.
Aksan benar-benar gugup sehabis membacakan isi hatinya iya tidak berani berkata langsung kepada Gea.. Gea langsung diam memikirkan puisi Aksan.
Semuanya tepuk tangan. Karisa mengepalkan tangannya iya diam² menguntitnya.
Sama Gua aja dia tidak begini sialan!, aku harus mengacaukan makan malamnya. Kata Karisa..
Tuan muda, anda benar-benar mencintai Nona. gumam Dahlan yang tadi mendengarnya juga.
Aksan segera menghampiri Gea lalu iya duduk dengan tenang.
" Apa aku boleh nanya sesuatu?" tanya Gea. Aksan mengangguk.
" Apa wanita yang di maksud itu Karisa?"tanyanya.
Aksan menghela nafasnya, Apa dia tidak sadar kalau itu untuknya. gumam Aksan
" Gimana hubungan kamu dengan Karisa?" tanya Gea kembali.
Kenapa malah bahas dia sih.
Aksan langsung tersenyum. Ini kesempatan untukku agar Gea tau aku singel. gumam Bara.
" Sebenarnya hubungan kami sudah lama putus, namun Bara memintaku agar hubungan ini di perbaiki, lalu iya memberikan tawaran kepadaku. Ucap Aksan menggantung. Gea yang penasaran ingin tau lalu bertanya. " Apa,?"
"Kamu Ingat gak dulu, waktu kamu disuruh Bara pergi ke kantor aku, lalu dia juga yang membatalkannya?" tanya Bara. Gea berpikir sebentar lalu iya menganguk.
Jadi demi Karisa dia rela menukar aku. gumam Gea sedih. Aksan merasa kasian kepada Gea. " Kamu gak papa?" tanya Aksan melihat raut wajah Gea jadi sedih.
Maaf Gea aku harus bohong, sebenarnya aku yang minta, bukan Bara, tapi aku lakukan ini demi kamu, agar kamu sadar kalau Bara tidak mencintaimu. gumam Aksan.
" Aku minta maaf, kita kesini kan untuk makan, ko malah bahas yang lainnya, lupakan saja pertanyaan ku barusan, ayo kita makan" ajak Gea.
Gea tidak ingin merusak suasana. Aksan langsung terseyum. Gea susah banget untuk memotong steak, Aksan melihat Gea kesusahan iya segera menukarnya dengan punyanya. " Ini sama ko, dan aku sudah memotongnya. ucap Aksan lalu meletakkan steak punyanya dan menukarnya. Gea lalu tersenyum. " Terimakasih" ujarnya.
Sambil makan. " Ge, gimana tawaran ku soal model itu?" tanya Aksan sambil mengunyah. Gea berpikir. " Untuk saat ini belum, mungkin suatu saat nanti aku bisa berubah pikiran. jawabnya.
Tiba² saja air mengalir di atas kepala Gea. " Ini untuk mu felakor!!" kata Karisa seraya menuangkan air berwarna kepalanya.
Aksan dan Gea terkejut. Rambut Gea basah kuyup. Aksan segera berdiri dan mencengkeram erat tangan Karisa. " Apa-apaan kamu Risa!!. ucap Aksan kesal.
" Kenapa, gara² dia kan kamu jauhi aku katakan Aksan??" ucap Karisa sambil teriak.
Aksan segera menarik tangan Karisa lalu membawanya Pergi menjauhi Gea.
Aksan mengambil air juga lalu iya tumpahkan semuanya ke kepala Karisa. " Ini balasannya sudah membuat rambut Permaisuri ku basah. kata Aksan.
Karisa melotot tidak percaya dengan apa yang barusan Aksan lakukan kepadanya.
" Dengar Risa baik² perkataan ku ini!!, Kalau kamu melukai Gea, bahkan kalau sampai sehelai rambut jatuh darinya, aku akan membuatmu menyesal dan membuatmu menderita camkan itu!!. Aksan melepaskan tangannya dari Karisa lalu iya menghampiri Gea.
Karisa berderai air mata, iya merasakan marah yang amat besar. iya mengepalkan tangannya dan menatap Aksan dengan tatapan membunuh
...*********...
Bersambung terimakasih kalau suka tolong bantu like dan VOTE dan content biar semangat nulisnya terimakasih 🙏🤗🤗🤗
__ADS_1