Kembalinya Gea

Kembalinya Gea
Halaman= 66


__ADS_3

Sarah dan Gea tidur satu ranjang lagi seperti dulu. Sarah yang penasaran ingin tau soal Gea dan Bara. Iya memberanikan diri untuk bertanya.


" Ge, gua boleh nanya sesuatu Gak ?" tanya Sarah. Gea mengangguk tanda iya.


" Apa lo dan Bara pernah tidur bareng dan malam pengantin?" tanyanya.


Gea menggelengkan kepalanya.


Sarah melotot dan langsung bangun. " Lo serius!!. Gea menganggukkan lagi kepalanya. Sarah langsung memegangi kening Gea. " Jadi lo masih gadis donk!. Gea menarik napasnya. " Iya lo kan tau Tuan nikahin Gua karena papanya, dan gua demi Uci dan Bu Sima. Jawab Gea seraya menghempaskan tangannya Sarah dari keningnya.


"Gua salut sama lo Gea, sampai sekarang lo bisa jaga diri lo gak kaya gua!. ujarnya lirih. Gea segera bangun dan memeluknya " Udah lah Sarah itu kan masa lalu, yang penting sekarang kita sama-sama lagi kaya dulu. Kata Gea seraya menenangkan Sarah.


Sarah menghapus air matanya. " Besok Gua kerja, lo mau diem dirumah terus?. tanya Sarah. " Seperti gituh" Jawab Gea.


*******


Aksan tidak bisa tidur malam itu. Iya masih melihat ke arah ponselnya. Gea tidak menghubunginya lagi.


" Apa benar yang di katakan Bara kalau dia hanya kasian, bukan cinta!. Batin Aksan.


Aksan mulai membuka catatan Gea dan curhatannya. Sebagian halamannya robek dan hanya ada tulisan kalau Gea mulai mencintai Bara, dan iya rela mengorbankan hidupnya untuk Bara.


Aksan menutup buku itu. lalu iya mengambil ponselnya melihat poto Gea.


" Apa kamu cinta kepadaku atau hanya kasian Ai. Aksan bicara sendiri dengan Poto yang ada di ponselnya. Tidak lama ponselnya berdering.


Aksan langsung menekan tombol hijau..


" Ai, kamu lagi ngapain?, apa kamu nangis?." Gea mulai cemas melihat Aksan di layar ponselnya sedih.


" Ini hanya air mata ngantuk . Aksan pura-pura terseyum.


" Kangen " Aksan


" Aku juga!, " Gea.


Aksan langsung ingat lagi dengan kata-kata Bara, dan Vidio itu.


" Aku juga apa?" Aksan.


" Aku juga kangen sama kamu!. Gea


" Apa dia berkata jujur, atau hanya kasian melihat ku tadi sedang nangis. Batin Aksan.

__ADS_1


" Ai, kamu baik-baik saja kan?" Gea terlihat cemas


" Hello Ai, kamu ko diam aja sih !. Gea


Aksan merasa yang di katakan Bara itu semuanya benar. kalau Gea hanya kasian kepadanya.


" Maaf saya melamun!. Ini udah malam sebaiknya kamu tidur. Aksan.


Aksan berharap Gea tidak menutup telponnya.


" Iya udah kamu juga tidur yah!. Gea.


Teleponnya langsung terputus Aksan lebih dulu menutup telponnya.


Gea merasa aneh dengan sikap Aksan.


" Tumben " Gumam Gea. biasanya Aksan tidak pernah menutup telponnya lebih dulu.


*******


Keesokan harinya...


Aksan keluar dari kamarnya dengan wajah datar. " Tuan apa anda tidak sarapan dulu!. Tanya asistennya. Aksan menatapnya dengan tatapan tajam. Asistennya langsung mendudukkan kepalanya.


Dahlan segera membukakan pintu mobilnya dan mereka pergi. Hari ini ada pemotretan untuk majalah. Dahlan tidak berani membahas tentang Gea.


Aksan ada kegiatan pemotretan dengan salah satu model yang sedang di naik daun bernama Amelia. Sampai di tempat pemotretan Aksan langsung masuk keruang makeup dan berganti pakaian.


Di sisinya ada Amel yang sedang curi-curi pandang sama Aksan. " Dia lebih tampan dari pada di tv dan majalah. ucapnya sama asisten yang membantunya.


" Lebih baik anda jauhin dia nona, dia itu sudah tunangan dan mau menikah!. jawab asistennya. Amelia malah tidak peduli sama ucapan asistennya.


" Aku gak peduli dia mau tunangan bahkan nikah sekalipun, bagiku itu tidak penting. ujarnya sambil tersenyum licik.


" Tuan Aksan, anda sudah di tunggu. ucap salah satu asisten fotografer Aksan mengangguk.


Amelia segera mendekati Aksan, Amel sengaja memperlihatkan belahan dadanya agar terlihat menggoda. " Hai Aksan, senang bisa bekerjasama dengan mu!. Ujarnya seraya mengulurkan tangannya. Aksan meraih tangannya, cukup lama tangan Aksan di genggam oleh Amel. Aksan langsung menariknya.


" Aku makin suka dengan pria dingin seperti itu. gumam Amel.


Dari awal Amel terus menerus memandangi Aksan. Di sesi pemotretan terakhir Amel ingin lebih dekat dengan Aksan. Dan ini kesempatan bagus untuknya. Mereka posisinya berhadapan, Bibir Amel hampir menyentuh leher kokohnya Aksan. Aksan langsung tau gelagatnya. Iya memundurkan tubuhnya. " Wanginya !. Batin amel sembari menelan ludahnya.


" Sorry " Ujarnya lirih. Aksan tidak menjawabnya.

__ADS_1


" Aku tidak akan terburu-buru mengajaknya untuk kencan. Gumam Amel.


Selesai pemotretan Amel memberanikan diri untuk masuk keruangan ganti Aksan.


" Maaf, kalau saya boleh tau no ponselnya berapa?" tanya Amel. Aksan dan Dahlan melihat ke arahnya. " Nona, anda tidak sopan main masuk aja ke ruangan orang lain !. Jawab Dahlan kesal.


" Jadi ini yang namanya Dahlan, sekertaris yang menyebalkan!. Batin Amel. Amel mengarahkan lagi matanya sama Aksan yang sedang berganti pakaian.


Amelia makin terobsesi dengan Aksan. Melihat tubuh Aksan yang kekar jiwanya meronta-ronta. Aksan dan Dahlan melewati Amel yang yang sedang berdiri melamun.


" Nona, anda ngapain disini?" tanya asistennya. Amel tersadar dari lamunannya. " Aksan mana?" tanya Amel. Asistennya menujuk ke arah Aksan dan Dahlan yang sedang berjalan pergi.


Amel mengejarnya dan menghalangi jalan mereka. Aksan merasa kesal dengan tingkah Amel yang agresif.


" Berikan ponselmu!. Ucap Aksan sembari mengulurkan tangannya. Amel cepat-cepat memberikan ponselnya ke tangan Aksan.


" Nih udah!, berikan saya jalan!. Amel segera minggir memberikan jalan untuk Aksan dan Dahlan Mereka langsung pergi.


" Apa tuan muda balik lagi seperti dulu. Batin Dahlan


" Yes!, Akhirnya aku dapat nomor dia!. Amel sangat senang.


Aksan menyuruh Dahlan berhenti di toko bunga, Aksan segera turun tampa dibukakan pintunya sama Dahlan. " Kamu tunggu disini aku saja yang masuk!. Dahlan hanya mengangguk.


Dahlan mengecek ponselnya ada pesan masuk, Iya segera membukanya dan langsung baca. Dahlan melihat Aksan sudah selesai dan menaruh lagi ponselnya di samping. Dahlan segera melajukan mobilnya. " Lan, kamu tidak lihat saya bawa apa?" Tanya Aksan. " Iya tuan!. benarkan dugaan ku, kalau tuan akan menemuinya. Batin Dahlan.


********


Gea yang sedang duduk melihat ponselnya senyum-senyum sendiri.


Terdengar suara ketukan pintu. Gea segera membukanya. " Tuan!. Lirihnya. " Saya ingin bicara!. " Jangan disini kita cari tempat yang ramai.


Gea dan Bara pergi ke taman hiburan.


" Anda mau bicara apa lagi?. Dengan suara sedih Gea memulai bertanya. Bara memberikan sertifikat rumah miliknya. " Ini. kamu dari dulu mau ini kan!. Gea langsung melihat surat itu dan matanya berkaca-kaca.


" Soal perceraian kita, apa tidak bisa kita memulainya dari awal lagi. beri kesempatan untuk aku memperbaikinya, aku mohon!. Bara berkata jujur Matanya mengisyaratkan harapan besar kepada Gea.


Gea tertegun mendengarnya . " Terlambat, semuanya sudah terlambat. Mungkin kata-kata itu yang pantas keluar dari mulut Gea. Kenyataannya mulutnya susah sekali untuk berkata seperti itu, apa lagi meluapkan emosinya. Gea masih menjaga perasaan Bara, tidak seperti Bara dulu kepadanya.


Bara memegangi tangan Gea yang sedang melamun. " Aku janji akan perbaiki rumah tangga kita yang hampir hancur ini!. Bara sangat menyakinkan Gea kalau dirinya ingin memperbaiki rumah tangganya.


Gea belum menjawabnya masih tetap diam.

__ADS_1


******


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗


__ADS_2